Home Film Mekar di Tengah Rintangan Kehidupan dalam film Wildflower
Film

Mekar di Tengah Rintangan Kehidupan dalam film Wildflower

Share
Sumber: Wildflower Movie

 

Oleh: Nadira Arfan

Suara USU, Medan. Sudah menjadi kewajiban kedua orang tua untuk merawat dan memberikan perhatian kepada anaknya. Namun bagaimana jadinya jika kedua orang tua memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk merawat sang anak. Apakah adil jika sang anak malah menjadi pihak yang harus bertanggung jawab atas kesejahteraan orang tuanya?

Wildflower adalah sebuah film yang menyentuh hati, mengangkat kisah tentang seorang anak yang tumbuh besar bersama kedua orang tuanya yang memiliki disabilitas intelektual. Terinspirasi dari kisah nyata, sutradara Matt Smukler mengadaptasi kisah menyentuh hati ini ke layar lebar, kisah ini diambil dari kehidupan keponakannya sendiri, Christina, yang tumbuh di tengah tantangan luar biasa.

Film ini mengisahkan tentang seorang gadis bernama Bambi, atau yang akrab dipanggil Bea. Sejak kecil, Bea terpaksa tumbuh dewasa lebih cepat karena kondisi keluarganya. Ibunya, Sharon, memiliki disabilitas intelektual sejak lahir dan tidak mampu merawat diri sendiri. Sementara itu, ayahnya, Derek, sebenarnya terlahir normal, namun mengalami kecelakaan akibat ulah pengemudi mabuk. Kecelakaan itu menyebabkan cedera otak yang menghambat perkembangan kognitif Derek.

Pada awal film, kita melihat Bea yang diperankan oleh Kiernan Shipka dibawa ke Rumah Sakit dengan keadaan yang parah. Dari adegan ini, kita dibawa ke masa lalu oleh narasi Bea untuk melihat permulaan hidupnya. Kedua orang tuanya jatuh cinta dan memilih untuk menikah tanpa diketahui keluarga kedua belah pihak. Tak lama setelah Bea lahir, Derek yang diperankan oleh Dash Mihok dan Samantha Hyde, sebagai Sharon memutuskan untuk hidup mandiri dan pindah dari rumah orang tua Sharon. Walaupun sempat ditentang, mereka akhirnya pindah untuk tinggal di sebuah mobil van dan bekerja keras untuk membiayai Bea yang masih bayi.

Namun saat umurnya menginjak 10 tahun, Bea mulai dibebani oleh kewajiban-kewajiban yang tak seharusnya diemban anak seusianya. Ia harus mengambil kerja paruh waktu dan mengorbankan banyak hal. Adegan-adegan yang disajikan membawa para penonton untuk mencocokkan kepingan-kepingan untuk menebak apa yang menyebabkan Bea sampai mengalami koma.

Suasana yang dihadirkan dalam film ini begitu kuat dan menyentuh, membuat penonton larut dalam perjalanan hidup Bea. Lewat akting para pemainnya yang penuh penghayatan, emosi demi emosi tersampaikan dengan jujur dan mendalam. Kita diajak menyelami pergulatan batin Bea dari kebingungan, kesedihan, hingga harapan dalam proses pencariannya akan jati diri di tengah kehidupan yang tak biasa.

Sutradara Wildflower, Matt Smulker, menyebutkan bahwa kisah ini menceritakan tentang kekuatan dan ketangguhan, serta sukacita dan tawa dalam sebuah keluarga. Meskipun dikemas dalam jalan cerita yang santai, pesan penting serta emosi dapat dihantarkan ke para penonton.

Film ini merepresentasikan anak-anak yang harus tumbuh dalam keluarga disfungsional dan dituntut untuk tumbuh dewasa lebih cepat dari yang seharusnya. Melihat ketangguhan Bea menjalani hidup dan mencoba untuk menyesuaikan diri pada lingkungan normal, menyadarkan kita bahwa film ini bukan sekedar cerita namun merupakan sebuah realitas bagi sebagian orang.

Wildflower menunjukkan bukti cinta tanpa syarat yang ada dalam ikatan sebuah keluarga, walaupun setiap anggota keluarga memiliki kekurangannya masing-masing. Dukungan orang yang tepat serta keinginan yang kuat, dapat membantu untuk mengatasi semua tantangan bahkan yang terburuk sekalipun.

Lewat kisah Bea, Wildflower mengajarkan kita untuk tetap menghargai orang-orang terkasih dan menjaga harapan, bahkan di tengah masa-masa paling gelap. Film ini menjadi pengingat hangat bahwa kekuatan bisa muncul dari tempat yang tak terduga, dan bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada celah untuk menemukan kebaikan. Keteguhan Bea dalam mengejar mimpinya, meski dibayangi berbagai tantangan, menginspirasi kita untuk tetap melangkah maju dan tidak menyerah, serta percaya bahwa mimpi pantas diperjuangkan, apapun keadaannya.

Jika Sobat Suara USU sedang mencari film yang dapat membuat kamu tertawa dan menangis dengan jalan cerita yang unik, maka Wildflower merupakan pilihan yang cocok untuk ditonton pada waktu luang!

Redaktur: Zalfaa Tirta

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.