Home Tulisan Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Gaya Hidup Fashion Dikalangan Mahasiswa Dan Kaitannya Dengan Nilai-Nilai Pancasila
Tulisan

Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Gaya Hidup Fashion Dikalangan Mahasiswa Dan Kaitannya Dengan Nilai-Nilai Pancasila

Share

Sumber foto : https://bintangpagi.com

Oleh : Laura Putri Sipahutar/Nabila/Vioura Inri Philia Barus/Desliana /Achmad Ali Hanafiah Harahap/Diva Anggraini

Suara USU, Medan. Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal gaya hidup fashion dikalangan mahasiswa. Media sosial telah menjadi platform yang sangat berpengaruh dalam membentuk tren dan preferensi fashion di kalangan anak muda.

Salah satu pengaruh media sosial yang paling terlihat adalah kemampuannya untuk mempercepat penyebaran tren fashion. Melalui berbagai platform, seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, pengguna dapat dengan cepat mengakses dan mengadopsi gaya berpakaian yang sedang populer. Konten-konten fashion yang dibagikan oleh selebgram, influencer, maupun merek-merek ternama dapat dengan mudah menjadi viral dan memicu tren baru yang sedang populer.  Tuntutan untuk tampil kekinian dan mengikuti tren fashion menjadi semakin tinggi di kalangan mahasiswa.

Salah satu karakteristik tren fashion di kalangan mahasiswa adalah adanya kecenderungan untuk mengekspresikan identitas diri melalui gaya berpakaian. Mahasiswa cenderung ingin tampil unik, kreatif, dan berbeda dari orang lain. Mereka memanfaatkan fashion sebagai sarana untuk menunjukkan kepribadian, hobi, maupun afiliasi kelompok tertentu.

Selain itu, media sosial juga memfasilitasi interaksi dan pertukaran informasi terkait fashion secara cepat. Mahasiswa dapat dengan mudah melihat, meniru, dan mendiskusikan gaya fashion yang sedang viral di kalangan teman-teman mereka. Hal ini mendorong terjadinya perubahan gaya hidup fashion yang lebih dinamis dan cepat.

Media sosial juga telah mengubah perilaku konsumen fashion. Kini, konsumen tidak hanya menjadi penerima pasif tren, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan dan menyebarkan tren tersebut. Melalui unggahan di media sosial, konsumen dapat memamerkan gaya berpakaian mereka, memberikan ulasan, serta mempengaruhi preferensi fashion orang lain.

Lebih jauh lagi, media sosial telah mendorong munculnya fenomena ‘fast fashion’ di industri pakaian. Merek-merek fashion dapat dengan cepat merespons tren yang sedang populer dan memproduksi barang-barang serupa dalam waktu singkat. Hal ini memicu konsumsi yang lebih cepat dan mendorong budaya ‘pakaian sekali pakai’ dikalangan mahasiswa.

Namun, dibalik pesatnya perkembangan tren fashion yang didorong oleh media sosial, terdapat pula isu-isu yang perlu mendapat perhatian. Misalnya, masalah keberlanjutan lingkungan akibat produksi dan konsumsi fashion yang berlebihan, serta dampak psikologis dari tekanan untuk selalu tampil kekinian di media sosial.

Perubahan gaya hidup fashion di kalangan mahasiswa yang dipengaruhi oleh media sosial dapat bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ini menekankan pada kesederhanaan, keselarasan, dan keseimbangan dalam kehidupan.

Perilaku konsumtif dan gaya hidup yang cenderung mengikuti tren fashion dapat mengarah pada ketidakseimbangan dan ketidakselarasan dalam kehidupan. Hal ini dapat berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Dampak lain yang muncul adalah adanya kecenderungan mahasiswa untuk membeli pakaian dan aksesoris secara impulsif demi mengikuti tren fashion terbaru. Hal ini dapat menimbulkan pemborosan dan ketergantungan pada media sosial dalam menentukan gaya berpakaian.

Oleh karena itu, meskipun media sosial telah menjadi katalisator bagi tren fashion kontemporer, kita perlu bijak dalam memanfaatkannya. Keseimbangan antara kreativitas, identitas diri, dan tanggung jawab sosial-lingkungan menjadi kunci dalam menghadapi perkembangan fashion di era digital saat ini.

Secara keseluruhan, pengaruh media sosial telah mengubah pola gaya hidup fashion di kalangan mahasiswa. Tuntutan untuk tampil kekinian, mengikuti tren, dan mengekspresikan identitas diri melalui fashion menjadi semakin kuat. Namun, mahasiswa perlu bijak dalam memanfaatkan media sosial agar tidak terjebak dalam budaya konsumerisme yang berlebihan.

Upaya ini juga dilakukan untuk menanamkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa akan nilai-nilai Pancasila, sehingga mereka dapat menyikapi pengaruh media sosial terhadap gaya hidup fashion secara bijak dan selaras dengan identitas budaya bangsa.

Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dengan Dosen Pengampu Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si.

Redaktur : Khalda Mahirah Panggabean

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.