Reporter: Suci Rahmawati Siregar
Suara USU, Medan. Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 2 cabang Literature Review pada ajang kompetisi ilmiah tingkat nasional Medical Veteran Project (MVP) x Vice Versa 2026. Kompetisi tahunan tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (FK UPNVJ) dan berlangsung pada 18–20 September 2026 di Jakarta.
Prestasi ini diraih oleh tim yang beranggotakan Muhammad Radit Aditya selaku ketua tim sekaligus penulis pertama, bersama Zahwa Hanan Baizura dan Aisyah Aulia Az-Zahra Ikhsan. Sebelum menduduki posisi juara, TIM FK USU bersaing ketat dengan 16 tim lainnya dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia pada babak penyisihan awal. Setelah melalui seleksi berkas naskah, tim melaju ke babak final bersama sembilan finalis lainnya untuk mempresentasikan karya secara luring di kampus UPNVJ.
Keikutsertaan delegasi ini bermula dari kesamaan minat dan visi untuk mendalami kajian literatur ilmiah kedokteran. Mereka memanfaatkan kompetisi ini sebagai sarana untuk mempertajam pola pikir analitis dalam merangkum data medis. Fokus utama yang diangkat tertuju pada bidang onkologi, khususnya terkait adenokarsinoma paru. Kajian ini diarahkan untuk memberikan kontribusi serta panduan bagi pengembangan riset medis di masa depan. “Kami memutuskan mencoba mengikuti kompetisi ini untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dalam mengolah dan menyatukan berbagai data menjadi satu tinjauan literatur yang dapat menjadi acuan atau pedoman untuk penelitian di masa depan, khususnya di bidang onkologi, adenokarsinoma paru,” jelas Zahwa dalam wawancara Suara USU, Rabu (30/9/2026).
Riset dimulai dengan sesi brainstorming guna merumuskan topik yang memiliki nilai kebaruan (novelty) tinggi pada ranah respiratori. Tim kemudian melakukan penelusuran pustaka melalui basis data jurnal internasional seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Hasil penelusuran tersebut menetapkan pilihan tim untuk mengkaji inovasi vaksin terbaru bagi adenokarsinoma paru. Dari proses telaah pustaka, tim menyusun naskah ulasan ilmiah yang terstruktur secara komprehensif.
Karya yang mereka usung membedah framework bernama SNAP-LUAD. Rancangan ini didesain khusus untuk mengidentifikasi sekaligus memvalidasi target spesifik bersama pada sel kanker paru. Melalui pendekatan tersebut, karya ini mengeksplorasi potensi strategi vaksin berbasis messenger Ribonucleic Acid (mRNA) yang lebih terstandarisasi dan terukur. Meskipun gagasan ini masih bersifat konseptual dan membutuhkan validasi eksperimental lanjutan di laboratorium, inovasi tersebut menawarkan peta jalan baru bagi terapi kanker.
Proses perumusan ide menjadi fase paling krusial sekaligus tantangan terberat yang dirasakan oleh seluruh anggota tim karena menuntut orisinalitas serta ketajaman argumen. Zahwa mengungkapkan bahwa timnya dituntut untuk menemukan solusi terbaru yang berdampak bagi ilmu kedokteran. “Kami menyadari persaingan di cabang Literature Review tidak bisa dianggap ringan, sehingga perlu menemukan sebuah ide yang benar-benar inovatif bagi kemajuan bidang imunoterapi yang presisi pada adenokarsinoma paru,” ungkapnya.
Guna mengatasi dinamika kompetisi, tim telah merancang persiapan sejak jauh-jauh hari dengan mematangkan naskah manuskrip dan melakukan simulasi presentasi berulang kali untuk dapat tampil maksimal di hadapan dewan juri. Kolaborasi dan kedisiplinan inilah yang mengantarkan TIM FK USU hingga meraih podium juara.
Pencapaian ini menjadi sangat istimewa karena merupakan kemenangan perdana bagi ketiga mahasiswa tersebut dalam ajang kompetisi telaah literatur. Kemenangan ini sekaligus membuka ruang refleksi bagi tim untuk terus mengasah kapasitas diri pada kompetisi-kompetisi berikutnya. “Perasaan gembira kami tidak bisa digambarkan, karena ini pertama kalinya kami mengikuti kompetisi Literature Review dan ini adalah kemenangan pertama kami pula. Namun tentu, kami menyadari banyak yang masih harus kami pelajari dan kembangkan untuk bisa mengikuti kompetisi-kompetisi lainnya,” pungkas Zahwa.
Zahwa juga mengungkapkan bahwa kenangan perjuangan bersama menjadi hal yang dianggap paling berkesan dari seluruh rangkaian acara. “Waktu dan tenaga yang kami luangkan untuk menyelesaikan manuskrip dan berlatih hingga larut malam, momen-momen ini menjadi kenangan berkesan sekaligus pembelajaran yang kami dapatkan selama mengikuti rangkaian kompetisi ini,” imbuhnya.
Menutup keterangannya, Zahwa mewakili tim memberikan dorongan semangat bagi mahasiswa lain yang masih merasa ragu untuk mengasah kemampuan dalam ajang perlombaan. Ia menegaskan bahwa rasa percaya diri dan keberanian untuk melangkah adalah faktor penentu dalam menemukan potensi diri. “Untuk mahasiswa lainnya yang masih ragu untuk mengikuti lomba, beranikan diri dan cobalah! Kita tidak pernah tahu apa yang menunggu di depan sana, jadi jangan ragu untuk mencoba,” tutupnya.
Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.
Leave a comment