Reporter: Khairani
Suara USU, Medan. Musyawarah Mufakat telah dilaksanakan secara langsung di Sekretariat GEMA Pujakesuma SUMUT pada tanggal 18 Agustus 2024, menghasilkan terpilihnya Rahman Walid Iskandar sebagai Ketua Umum Komisariat GEMA Pujakesuma USU Periode 2024-2025 menggantikan Agit Febrianto selaku ketua umum pada periode sebelumnya.
Rahman Walid Iskandar atau biasa dipanggil Rahman merupakan mahasiswa Ilmu Politik Angkatan 2021 yang terpilih atas dasar mekanisme voting atau pemungutan suara guna mencapai kemufakatan bersama. Setelah resmi terpilih, pada Jumat (23/08) Rahman sebagai Ketua Umum Komisariat yang baru diperkenalkan kepada Prof. Dr. Muryanto Amin S.Sos. M.Si., Rektor USU selaku pembina organisasi. Dalam pembahasan ini selain memperkenalkan Ketua Umum Komisariat yang baru juga membuka komunikasi dan kemungkinan-kemungkinan kerja sama antara GEMA Pujakesuma dengan Kampus USU dalam agenda-agenda pelestarian budaya khususnya budaya Jawa.
“Topik besar pembahasan kita dengan Rektor kemarin adalah Agenda Festival Kebudayaan yang Insya Allah bukan hanya melibatkan kami sendiri sebagai Organisasi Primordial Jawa, tapi nggak menutup kemungkinan akan melibatkan kawan-kawan Mahasiswa Organisasi Kedaerahan dan Primordial lainnya nanti,” jelas Rahman.
Rahman merasa bersyukur karena mendapat kepercayaan dan kesempatan untuk menjadi Ketua Umum GEMA Pujakesuma USU. Pada Visi serta Misi dalam periode kepemimpinannya, Rahman memastikan bahwa Gema Pujakesuma akan menjadi wadah bagi Kader dan Mahasiswa USU dalam membentuk karakter yang berlandaskan pada moral, etika dan mengedepankan Sense of Crisis.
“Visi ini Insya Allah akan terwujud melalui serangkaian misi dalam bentuk agenda diskusi, pertunjukan kebudayaan, penyediaan social space dan agenda-agenda yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam satu tahun ke depan,” ungkap Rahman.
Terakhir, Rahman menaruh harapan pada kepemimpinannya di GEMA Pujakesuma USU, “Harapannya pasti di hadapan era globalisasi yang kian hari kian ekstrem, GEMA Pujakesuma USU bersama dengan Organisasi Kedaerahan dan Organisasi Primordial lainnya harus menjaga semangat untuk berinovasi agar mampu menjadi fondasi utama pelestarian budaya dan nilai-nilai kebangsaan di kalangan Masyarakat terkhusus Mahasiswa,” pungkasnya.
Redaktur: Yuni Hikmah
Leave a comment