Reporter: Syafira Sari & Axfeba Saragih
Suara USU, Medan. Healthy Centre merupakan fasilitas kebugaran yang dibangun pada tahun 2016 dan terletak di Gedung B lantai 3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), Jl. Universitas, Medan. Fasilitas ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin menerapkan gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik dan olahraga
Berbagai alat kebugaran tersedia di Healthy Centre FKM USU, seperti treadmill, cross trainer, bench press, lat pulldown machine, dumbbell, hula hoop, skipping rope, spinning bike, dan alat lainnya. Fasilitas ini dimanfaatkan tidak hanya untuk latihan mandiri seperti senam, yoga, dan latihan kebugaran, tetapi juga sebagai ruang kelas mata kuliah Seni dan Kebugaran Kesehatan Masyarakat.
Namun, sejumlah mahasiswa mempertanyakan kejelasan regulasi penggunaannya, terutama terkait jam operasional, tarif masuk, dan sistem pengelolaannya. Dimas Aditya, selaku admin pengelola Healthy Centre, menjelaskan bahwa tidak ada regulasi resmi dari pihak fakultas. “Pengelolaan tarif dan waktu penggunaan diserahkan langsung kepada saya. Untuk penetapan tarif, saya sudah berdiskusi dengan bagian perlengkapan dan Wakil Dekan II, Ibu Ir. Indra Chahaya S., M.Si. Hasilnya, tarif masuk ditetapkan sebesar Rp5.000 agar tetap terjangkau bagi mahasiswa,” ujarnya.
Tarif tersebut digunakan untuk perawatan alat olahraga seperti pembelian pelumas, katrol, sling, hingga penambahan alat baru jika memungkinkan. Sayangnya, karena pengawasan tidak selalu optimal—terutama saat jam perkuliahan berlangsung—terjadi kehilangan alat seperti dua skipping rope dan satu hula hoop.
Penggunaan Healthy Centre juga menyesuaikan jadwal mata kuliah. Pada semester genap, kelas Seni dan Kebugaran dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis, sehingga Healthy Centre hanya dibuka untuk umum pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.
Menurut Dimas, tarif sebesar Rp5.000 berlaku merata untuk seluruh mahasiswa, tanpa pengecualian. Namun, hal ini dibantah oleh Sonia, mahasiswa yang sebelumnya memiliki akses kunci. Sonia menyebutkan bahwa mahasiswa FKM USU tidak dikenakan tarif, sedangkan mahasiswa dari fakultas lain dikenai biaya Rp5.000, dan mahasiswa dari luar USU dikenai Rp10.000.
“Awalnya, tarifnya disamaratakan: Rp5.000 per jam dan Rp10.000 per hari, dibuka dari pukul 14.00–17.00. Tidak ada yang gratis, kecuali seperti saya atau Dimas yang membawa teman sambil memantau kondisi. Setiap pengguna diminta mencatat nama, NIM, dan fakultas saat masuk,” jelas Sonia.
Untuk mempermudah akses informasi, pihak pengelola sempat merencanakan pembuatan akun media sosial resmi Healthy Centre. Namun, karena keterbatasan waktu dan personel, hal ini belum terwujud. Sebagai alternatif, nomor kontak Dimas dicantumkan di lokasi Healthy Centre. Jika Dimas sedang tidak berada di kampus, koordinasi akan dialihkan ke Sonia.
Akses Healthy Centre dibatasi hanya untuk sivitas akademika USU. Pengguna dari luar hanya diperbolehkan masuk jika didampingi oleh mahasiswa aktif USU. Hal ini bertujuan agar tanggung jawab dapat dialihkan kepada pendamping bila terjadi sesuatu.
Saat ini, kunci ruangan tidak lagi dipegang oleh Dimas atau Sonia, melainkan diserahkan kepada petugas kebersihan. Prosedur penggunaan diawali dengan konfirmasi kepada Dimas, yang kemudian mengoordinasikannya dengan bagian perlengkapan, lalu diteruskan ke petugas kebersihan untuk membuka ruangan sesuai jadwal.
Kejelasan regulasi dan alur penggunaan semakin terstruktur, diharapkan Healthy Centre FKM USU dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa demi menunjang gaya hidup sehat. Jadi, tak ada alasan lagi untuk bermalas-malasan. Yuk, manfaatkan Healthy Centre sebagai langkah awal menuju tubuh bugar dan jiwa yang sehat!
Redaktur: Khairani
Leave a comment