Oleh: Nelly Nadezda Berzanti Novna
Suara USU, Medan. Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT), Universitas Sumatera Utara (USU), Hernan March Keanu Pasaribu, meraih dua medali perunggu dalam Kejuaraan Nasional Karate Piala Rektor UNAND 2026. Ia berhasil menempati posisi juara tiga pada kategori Kumite Perorangan Senior Putra +84 g dan Kumite Perorangan Mahasiswa Putra +84 kg. Kejuaraan tersebut digelar pada 29 Agustus 2026 di Gedung Olahraga (GOR) FIK Universitas Negeri Padang (UNP), Padang.
Kejuaraan yang merupakan kolaborasi The Arena of Maestro x Andalas University Open Karate Championship 2026 tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Hernan sebagai atlet karate. Setelah mengikuti kejuaraan itu, Hernan memutuskan untuk pensiun dari dunia karate dan berfokus menyelesaikan pendidikan di bidang Teknik Sipil.
Keikutsertaan Hernan dalam kejuaraan tersebut bukan didorong oleh motivasi khusus. Ia mengikuti pertandingan sebagai bagian dari perjalanannya sebagai seorang atlet. Selain menjadi atlet karate Sumatera Utara, Hernan merupakan mahasiswa USU penerima beasiswa berprestasi.
Persiapan menghadapi kejuaraan dilakukan sejak masa libur semester. Latihan kemudian dilanjutkan setelah Hernan mengikuti Kejuaraan Karate Kapolda Cup pada Juli 2026. Setelah itu, ia menjalani pemusatan latihan (TC) selama dua bulan sebagai persiapan menghadapi kejuaraan di Padang.
Dalam membagi waktu antara latihan dan perkuliahan, Hernan mengaku tidak mengalami kesulitan berarti. Kondisi perkuliahan saat itu masih cukup ringan karena dirinya baru kembali memasuki masa perkuliahan sekitar satu minggu sebelum keberangkatan menuju pertandingan. Dengan demikian, aktivitas perkuliahan belum sepenuhnya aktif.
Hernan telah menekuni karate sejak sekolah dasar. Ia mengaku mulai mengenal karate karena sejak kecil gemar berkelahi. Keseriusannya untuk menjadi atlet mulai tumbuh sekitar 2015–2016 ketika prestasinya mulai meningkat dan dirinya mulai meraih sejumlah juara.
Dalam perjalanan sebagai atlet, Hernan mengaku tidak memiliki sosok tertentu yang menjadi inspirasi utamanya. Menurutnya, tantangan terbesar dalam persiapan maupun pertandingan justru berasal dari dirinya sendiri.
“Karena lawan terbesar setiap bertanding itu adalah diri sendiri, kalahkan rasa takut dengan mental yang bagus,” ujar Hernan.
Setelah mengikuti kejuaraan tersebut, Hernan tidak memiliki target baru dalam dunia karate. Mahasiswa semester tujuh tersebut memilih untuk pensiun dan berfokus menyelesaikan pendidikan serta membangun karier sesuai bidang yang ditekuninya, yakni Teknik Sipil.
Menurut Hernan, perjalanan panjang sebagai atlet sudah cukup. Selama menjadi atlet, dirinya telah beberapa kali membawa nama USU dalam kompetisi tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Kini, Hernan ingin mengejar cita-citanya dengan berfokus pada bidang Teknik Sipil yang ditekuninya. Ia memilih untuk menyelesaikan pendidikan dan membangun karier sesuai dengan bidang tersebut.
Redaktur: Debora Gracia Nauli
Leave a comment