
Oleh: Muhammad Ilham Azhar, Rifael Damanik, Elsa Amelia Marpaung, Anjeli Br. Manurung, Nazmi Nur Izzati, dan Mulyanton Pardede
Suara USU, Medan. Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama dengan hadirnya media sosial sebagai sarana komunikasi, hiburan, dan berbagi informasi. Media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama bagi generasi muda. Namun, di balik berbagai manfaatnya, penggunaan media sosial yang berlebihan juga menimbulkan dampak negatif, salah satunya terhadap kesehatan mental.
Kecenderungan penggunaan media sosial secara berlebihan sering kali menimbulkan berbagai masalah psikologis seperti stres, kecemasan, hingga perasaan terisolasi. Mahasiswa dan remaja, yang merupakan pengguna aktif media sosial, menjadi kelompok yang cukup rentan terhadap dampak negatif ini. Ketergantungan pada media sosial dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, mulai dari pola tidur, produktivitas belajar, hingga hubungan sosial.
Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, khususnya bagi kalangan mahasiswa dan remaja. Kehadirannya memberikan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi, memperoleh informasi, serta mengekspresikan diri. Namun, di balik manfaat tersebut, penggunaan media sosial yang berlebihan tanpa kontrol dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental.
Fenomena kecanduan media sosial menjadi isu yang semakin sering dibahas. Ketika seseorang terlalu sering terhubung dengan platform digital, ia berisiko mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan, stres, gangguan tidur, hingga menurunnya kemampuan untuk fokus dan bersosialisasi secara nyata. Kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan mental secara keseluruhan, terutama pada kelompok usia muda yang sedang berada pada fase perkembangan emosional.
Mahasiswa dan remaja berada dalam masa transisi yang penuh tekanan, baik dari segi akademik, sosial, maupun pribadi. Di tengah tuntutan tersebut, media sosial kerap menjadi pelarian, yang jika tidak dikendalikan justru memperburuk kondisi mental.
Salah satu media sosial yang paling banyak diminati oleh remaja yaitu TikTok. Hal itu didukung data dari We Are Social, bahwa penggunaan media sosial TikTok tahun 2024 sebanyak 73,5% dan didominasi oleh remaja terutama Gen-Z sebanyak 54,1% (Wearesocial.com, 2024). TikTok yaitu sebuah platform media sosial, memungkinkan orang untuk membuat video pendek berdurasi hingga tiga menit yang memiliki fitur kreatif seperti musik, filter, dan banyak lagi. Banyak sekali konten yang dimuat dalam aplikasi TikTok, seperti konten pendidikan, hiburan, berita, game dan lainnya. Namun, media sosial juga banyak disalahgunakan oleh orang-orang tertentu yang dimana akan berdampak pada kesehatan mental pelajar. Hal ini disebabkan karena adanya daya tarik sendiri yang dapat memicu kesenangan penggunanya. Dengan penggunaan media sosial yang berlebih terutama pada pelajar inilah yang akan berdampak pada menurunnya minat belajar, tidak fokus pada pelajaran, sehingga menyebabkan turunnya prestasi pelajar.
Media sosial memiliki banyak jenis yang dikategorikan berdasarkan fungsi dan tujuan penggunaannya. Berikut adalah beberapa jenis media sosial yang umum digunakan:
a) Jejaring Sosial (Social Networking). Jejaring sosial merupakan platform yang dirancang untuk membangun hubungan personal dan profesional. Contohnya adalah Facebook, LinkedIn, dan X.
b) Media Berbagi Konten (Content Sharing Platforms). Platform ini memungkinkan pengguna untuk berbagi foto, video, atau dokumen, seperti Instagram, YouTube, dan TikTok.
c) Blog dan Microblogging. Blog dan microblogging digunakan untuk menyampaikan opini atau informasi secara personal maupun profesional. Contohnya adalah WordPress, Blogger, dan X.
d) Forum Diskusi (Discussion Forums). Forum diskusi adalah media sosial yang menyediakan ruang untuk berbagi ide dan informasi berdasarkan topik tertentu, seperti Kaskus dan Reddit.
e) Media Kolaborasi (Collaboration Platforms). Jenis ini memungkinkan pengguna untuk berkolaborasi secara real-time, seperti Google Drive dan Trello.
f) Marketplace atau Media Sosial Bisnis. Marketplace adalah platform yang menggabungkan media sosial dengan fitur perdagangan daring, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.
g) Media Sosial Berbasis Game. Jenis ini menggabungkan elemen sosial dengan hiburan dalam bentuk permainan, seperti Mobile Legends dan PUBG.
Penggunaan media sosial memiliki dampak pengunaannya. Berikut adalah dampak dari penggunaan sosial media:
- Dampak positif:
a) Memudahkan berinteraksi
b) Kreativitas
c) Kesadaran sosial tentang apa yang terjadi di kalangan masyarakat - Dampak negatif:
a) Ketergantungan dan kecanduan
b) Penurunan produktivitas
c) Gangguan tidur
d) Konsumsi konten negatif
Media sosial juga memiliki dampak yang kompleks terhadap kesehatan mental baik pada remaja maupun orang dewasa. Adapun dampak positif dan negatif yang ada:
Dampak Positif
- Media sosial memungkinkan orang untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas atau tinggal jauh
- Grup online dan komunitas dapat memberikan dukungan bagi usaha online pada saat ini seperti orang yang baru memulai usaha kecil atau UMKM
- Media sosial menyediakan informasi politik, self-care, serta edukasi yang membantu individu memahami dan mengelola kondisi mereka
- Platform seperti yang banyak dipakai saat ini seperti TikTok dan Instagram memungkinkan remaja dan dewasa untuk mengekspresikan diri mereka melalui seni, tulisan atau video yang bisa meningkatkan rasa percaya diri
Dampak Negatif
- Saat melihat kehidupan orang lain yang tampak “sempurna” di media sosial dapat memicu perasaan tidak puas, rendah diri atau kecemasan sosial
- Remaja dan dewasa juga dapat mengalami perundungan online, yang berdampak buruk pada kesehatan mental dan harga diri
- Terlalu sering menggunakan media sosial sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur dan meningkatkan risiko stres serta kecemasan
- Penggunaan berlebihan bisa menyebabkan kecanduan, mengurangi produktivitas, dan meningkatkan perasaan kesepian atau depresi
- Adanya rasa takut ketinggalan informasi atau acara sosial dapat menyebabkan kecemasan dan stres berlebih (FOMO)
Penggunaan media sosial bisa berdampak baik atau buruk tergantung pada bagaimana penggunaannya. Penting bagi individu untuk memiliki kontrol diri, membatasi waktu penggunaan, serta menggunakan media sosial secara positif untuk mendukung kesehatan mental.
Sebagai remaja dan mahasiswa kita harus lebih baik lagi dalam memanfaatkan media sosial jangan sampai media sosial mengganggu kesehatan mental kita. Berikut adalah beberapa cara untuk mengurangi kemungkinan gangguan mental pada remaja dan mahasiswa:
- Penggunaan Media Sosial yang Bijak
- Penyuluhan dan Edukasi
- Pengembangan Keterampilan Menghadapi Tekanan
- Pengawasan Orang Tua dan Institusi
- Penelitian Lanjutan
- Kolaborasi dengan Profesional Kesehatan Mental
Dengan demikian, diharapkan generasi muda dapat menggunakan media sosial secara lebih sehat dan bijak, serta meminimalkan risiko negatif yang terkait dengan kecanduan media sosial.
Kesimpulannya, media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan mental mahasiswa dan remaja. Oleh karena itu, dibutuhkan pendidikan yang menekankan pada pengembangan karakter, kesadaran sosial, dan tanggung jawab digital sebagai bagian dari pendidikan kewarganegaraan yang relevan dengan tantangan zaman modern.
Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan dosen pengampu Bapak Onan Marakali Siregar S.S.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment