Sumber foto : wordpress.com
Oleh: Raisha Pauline/Ghyta Dwi Aulia/ Renova Natalia Sihotang/Annajwa/ Mawar Saktiani Hutapea/Andre Aditya/Kevin Roberto Gultom
Suara USU, Medan. Budaya dapat diartikan sebagai suatu cara hidup yang terdapat pada sekelompok manusia yang telah berkembang dan diturunkan dari generasi ke generasi oleh kelompok tersebut. Nilai budaya dan nilai keagamaan yang telah ada pada pemikiran setiap warga Indonesia jauh sebelum Indonesia dibentuk dengan demikian semua nilai-nilai diambil dari pemikiran hidup warga Indonesia sendiri.
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima butir prinsip yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Namun, implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sering kali mengalami tantangan, terutama di tengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang ada.
Pancasila merupakan ideologi bangsa yang sudah final sebagai pandangan hidup dan pemersatu jiwa dan rakyat Indonesia. Oleh karena itu Pancasila menjadi sumber segala sumber di mana akhir-akhir ini hampir pudar dalam jiwa. Kebudayaan merupakan unsur yang kompleks di mana di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah suatu cara hidup yang menyeluruh yang berkembang dan dimiliki oleh suatu kelompok yang bersifat turun temurun. Semakin menekan proses akulturasi budaya terutama pengaruh budaya Barat. kehadiran budaya Barat akan mendominasi dan selalu menjadi trend-centre masyarakat. Kebiasaan dan pola hidup orang barat seakan menjadi cermin modern kehadiran budaya Barat akan mendominasi dan selalu menjadi trend-centre masyarakat. Keadaan ini terus mengikis budaya dan kearifan lokal yang merupakan warisan nusantara. Dari sinilah juga nilai tradisional secara perlahan mengalami kepunahan karena tidak mampu bersaing dengan budaya modern dalam bentuk pergaulan masyarakat.
Pudarnya nasionalitas atau gaya hidup karena pengaruh budaya Barat bisa terjadi karena berbagai faktor, termasuk globalisasi media massa, perkembangan teknologi informasi, dan penetrasi budaya populer Barat yang kuat. Hal ini dapat menyebabkan orang lebih cenderung mengadopsi nilai-nilai, gaya hidup, dan norma-norma yang lebih sering dipromosikan oleh budaya Barat daripada nilai-nilai lokal atau nasional.
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima butir prinsip yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Namun, implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari seringkali mengalami tantangan, terutama di tengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang ada.
Pancasila sebagai rumusan dan pedoman yang harus dipegang teguh guna untuk melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Sekarang ini banyak warga negara Indonesia yang tidak percaya dengan pancasila. Implementasi Pancasila dapat menjadi sarana yang efisien dan efektif untuk pengkayaan pandangan dan pemikiran. Tidak dapat dipungkiri bahwa sila yang terdapat dalam Pancasila belum sepenuhnya mencakup seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara dan justru malah ada keraguan dengan kemungkinannya antara sebagian warga negara yang tidak dapat menangkap atau memahami hal tersebut.
Pengamalan pancasila ini dapat dilakukan dimanapun dari mulai lingkungan keluarga hingga ke lingkungan masyarakat. Dalam pengimplemantasian pancasila di kehidupan berbangsa dan bernegara, kuncinya yaitu harus ada integrasi nilai pancasila dalam semua aspek kehidupan terutama di masyarakat mulai dari sistem pendidikan lalu sistem politik, pertahanan dan ekonomi.
Masuknya budaya barat ke Indonesia melalui melalui teknologi, budaya,dan sosial (dari kebiasaan-kebiasaan), perkembangan pesat era globalisasi saat ini semakin menekan proses akulturasi budaya terutama pengaruh budaya Barat. kehadiran budaya Barat akan mendominasi dan selalu menjadi trend-centre masyarakat. Kebiasaan dan pola hidup orang barat seakan menjadi cermin modern kehadiran budaya Barat akan mendominasi dan selalu menjadi trend-centre masyarakat. Keadaan ini terus mengikis budaya dan kearifan lokal yang merupakan warisan nusantara. Dari sinilah juga nilai tradisional secara perlahan mengalami kepunahan karena tidak mampu bersaing dengan budaya modern dalam bentuk pergaulan masyarakat. Pancasila sebagai rumusan dan pedoman yang harus dipegang teguh guna untuk melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.Menegakkan budaya bangsa Indonesia merupakan hal yang sama sekali tidak mudah. Pada salah satu workshop nasional yang diadakan oleh Kemendiknas yang membahas tentang “Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa” untuk gerakan nasionalisme. Tema ini diambil karena kondisi negara ini yang hari ke hari semakin memperlihatkan akhlak yang kurang baik dan kurang menghormati budaya bangsa.
Adapun dampak negatif yang dihasillan dari budaya/gaya hidup barat yang masuk ke Indonesia Lunturnya Nilai-Nilai Kebudayaan. Masuknya kebudayaan asing akan berpengaruh terhadap mulai lunturnya nilai-nilai kebudayaan lokal yang ada di tengah masyarakat.
Menurunkan Rasa Nasionalisme
- Kebudayaan Indonesia makin hilang
- Meningkatkan sifat individualisme
- Muncul kesenjangan sosial
- Lunturnya implementasi butir butir Pancasila
Masuknya budaya barat atau gaya hidup barat membawa dampak positif juga seperti:
- Peningkatan pengetahuan
- Kreativitas
- Toleransi terhadap perbedaan budaya
Dari beberapa pemaparan diatas dapat diambil dan ditarik kesimpulan budaya barat/gaya hidup barat yang masuk ke indonesia,tidak hanya berdampak negatif tapi ada juga dampak positif yang menyebabkan kita sebagai masyarakat kaya akan pengetahuan berbagai budaya yang ada didunia,namun tetap saja jika kita tidak bisa beradaptasi dan menyesuaikan dengan budaya asli bangsa sendiri,kita akan mudah terbawa arus dan mengakibatkan lunturnya nilai nilai dari pandangan hidup kita,serta pedoman hidup kita dalam berbangsa dan bernegara yaitu pancasila.
Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dengan Dosen Pengampu Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si.
Redaktur : Balqis Aurora
Leave a comment