Home Kabar Kampus BEM FMIPA USU Vakum, Mahasiswa Soroti Minimnya Wadah Aspirasi
Kabar Kampus

BEM FMIPA USU Vakum, Mahasiswa Soroti Minimnya Wadah Aspirasi

Share

Reporter: Muthia El Istiqomah Siregar, Nazwa Rizalina, Khaira Nikita, dan Suci L.

Suara USU, Medan. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (BEM FMIPA USU) kembali vakum setelah sempat aktif pada tahun 2024. Kondisi ini menyebabkan kegiatan organisasi mahasiswa di tingkat fakultas tidak lagi berjalan secara langsung. Alhasil, mahasiswa terpaksa mengandalkan himpunan, program studi, hingga pihak fakultas untuk menyelesaikan berbagai persoalan akademik maupun birokrasi. Sejumlah mahasiswa FMIPA menilai keberadaan BEM tetap dibutuhkan sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa kepada pihak fakultas.

Nadia Putri Zulida, mahasiswa angkatan 2023 dari program studi Matematika, menyayangkan vakumnya BEM FMIPA karena menurutnya BEM dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi. “Sebenarnya menurut saya sangat disayangkan, karena kalau ada keluhan atau aspirasi mahasiswa terkait kampus, penyaluran informasi dan aspirasi tersebut terasa kurang karena tidak ada relasi ke BEM USU,” jelasnya.

Mahasiswa angkatan 2024 dari program studi Fisika, Achmad Rifqi Febriatmo, juga menyampaikan kurangnya kejelasan ketika ingin menyampaikan aspirasi, walaupun ia tidak merasakan dampak yang besar. “Dampak yang saya rasakan sendiri mungkin tidak terlalu besar, Kak, karena saya juga belum pernah banyak menggunakan bantuan BEM. Tapi menurut saya, mahasiswa jadi tidak punya wadah yang jelas kalau ingin menyampaikan aspirasi atau masalah secara bersama-sama. Kalau ada masalah akademik atau birokrasi, mahasiswa akan langsung mencari pihak prodi atau fakultas, Kak,” ungkapnya.

Juan Prihanda Nainggolan dari program studi Matematika angkatan 2023 tidak terlalu merasakan dampak langsung, tetapi dampaknya terasa pada dana kegiatan dalam himpunannya. Meskipun demikian, Juan masih merasa bisa mengatasi hal tersebut. “Kalau untuk dampak, tidak terlalu terlihat karena himpunan kami bersifat independen, jadi tidak bergantung pada BEM atau organisasi lainnya. Mungkin dampaknya lebih terasa dalam hal dana kegiatan. Karena biasanya ada bantuan dari BEM, jadi agak terhambat di situ. Namun, kami tetap bisa langsung bergerak ke fakultas tanpa perlu melalui BEM,” jelasnya.

Menurut Juan, ada tiga pihak utama yang bertanggung jawab atas vakumnya BEM FMIPA. Pertama, pengurus BEM terdahulu yang dinilai kurang mempersiapkan proses regenerasi dan merancang program kerja menarik. Kedua, kesibukan akademik serta praktikum mahasiswa MIPA yang membatasi waktu berorganisasi. Ketiga, pihak fakultas yang seharusnya turut membina dan mematuhi ketentuan Ditmawa mengenai keberadaan BEM di setiap fakultas.

Enrico Simanungkalit, mahasiswa program studi Matematika angkatan 2024, merasa pihak yang bertanggung jawab seharusnya memiliki komitmen. “Menurut saya, ada dua pihak yang bertanggung jawab, yaitu kepengurusan BEM periode sebelumnya dan pihak fakultas. Saya tidak mengetahui periode terakhir BEM karena sejak kami masuk, organisasi tersebut sudah vakum. Kepengurusan sebelumnya seharusnya menyelesaikan tanggung jawab mereka. Di sisi lain, fakultas juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung mahasiswa agar memiliki wadah berorganisasi dan menyampaikan aspirasi seperti BEM. Kami sebagai mahasiswa tidak mengetahui secara jelas mengapa BEM tiba-tiba vakum. Mungkin penyebabnya adalah dampak COVID-19 atau kurangnya komitmen pengurus untuk menyelesaikan masa jabatan, ditambah kurangnya perhatian dari pihak fakultas. Menurut saya, persoalan ini sebenarnya dapat diselesaikan jika salah satu pihak memiliki komitmen,” ungkapnya.

Di tengah kondisi vakum ini, para mahasiswa berharap BEM FMIPA USU dapat segera dibentuk kembali dengan kepengurusan yang memiliki komitmen jelas serta mampu menjalankan perannya secara nyata sebagai wadah penyalur aspirasi mahasiswa.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.