SUARA USU
Musik

Memaknai Lagu “Don’t Tell My Mom”, Tentang Anak yang Tidak Ingin Orang Tuanya Khawatir

Oleh: Nadira Arfan

Suara USU, Medan. Don’t Tell My Mom adalah sebuah lagu karya Reneé Rapp yang dirilis pada September 2022. Lagu ini merupakan bagian dari album Everything for Everyone yang mengisahkan tentang hubungan rumit antara seorang anak dan orang tua, terutama ibunya. Pada liriknya, Reneé sang penyanyi menggambarkan perasaan seorang anak yang kerap menyembunyikan hal-hal sulit dalam hidupnya karena tidak ingin orang tuanya merasa khawatir.

Daddy just cut your hair today, didn’t he?

Yeah

Do you like it?

No, I cried

You did cry a little bit

I cried

Lagu ini dimulai dengan rekaman suara asli dari masa kecil Reneé yang menambah kesan hangat dan manis.

Sweetie, will you come home?

We’re tracking your car

Who are you with? What are you on?

Pick up the phone

When I was young

My problems were her problems

Now, I don’t wanna ’cause trouble at all

Pada masa awal remaja, sering kali orang tua mengkhawatirkan hal-hal kecil yang sebenarnya sepele. Seperti pulang sedikit malam atau pergi ke tempat yang jauh dari rumah. Kekhawatiran ini terkadang dianggap sebagai sesuatu yang tidak penting bahkan tak jarang pula membuat anak merasa kesal. Namun seiring bertambahnya usia, ketika anak mulai beranjak dewasa, muncul kesadaran bahwa segala kekhawatiran orang tua merupakan bukti nyata kepedulian dan rasa sayang tulus untuk anaknya

I don’t want the call

Sayin’, “We’re worried about you, we’re worried about you”

Don’t worry about me, just worry about you

Kenyataannya walaupun anak telah tumbuh dewasa, rasa khawatir tetap ada di hati orang tua. Disibukkan dengan kehidupan yang terasa berjalan cepat, tidak jarang kita lupa menyisihkan waktu untuk sekedar bertukar kabar dengan orang tua.

So, don’t tell my mom, I’m fallin’ apart

She hurts when I hurt, my scars are her scars

She’ll talk to her friends, impress all of them

At least in her mind, hеr daughter is fine

Sejak pertama kali kita hadir di dunia, orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Seorang ibu akan selalu terikat dengan buah hatinya, maka segala perasaan senang dan sakit yang dialami anak juga turut dialami ibunya.

Oh, pleasе don’t let her hear

I’m dyin’ inside

‘Cause she’s dealt with this for years

I got it this time

Baik pencapaian kecil hingga pencapaian besar, orang tua dengan bangga menyuarakan kepada dunia tentang kesuksesan anaknya. Walaupun dibalik kesuksesan tersebut terdapat banyak kesulitan, tetap saja kita sekeras mungkin berusaha agar orang tua tidak melihat itu semua.

I wait ’til I’m home

Cry in the shower for two to three hours

‘Til the tears are gone

Then pick up the phone

What you don’t know won’t hurt you

Mama, I’ll lie, just for you, no

What you don’t know won’t hurt you, oh

Mama, I’ll lie, just for you

Penulis menjelaskan bahwa seberapa buruk pun hari yang dialaminya, ia tetap menyimpannya sendiri. Melampiaskan kesedihan yang dirasakan dengan menangis, lalu menelpon ibunya dan berbohong seolah-olah semua baik-baik saja agar ibu tidak khawatir tentang masalah-masalah yang dialaminya.

Reneé berhasil membawakan lagu ini dengan lirik yang relatable. Perasaan bagaimana kita hanya ingin orang tua bangga tanpa mengkhawatirkan hal lainnya. Hidup memanglah penuh dengan kesusahan, tetapi masih ada orang yang peduli kepada kita. Tidak hanya orang tua, tetapi juga teman-teman disekitar kita.

Lewat lagu ini kita juga diajarkan untuk menjaga hubungan erat dengan orang tua terutama bagi anak rantau yang jauh dari rumah dengan selalu bertukar kabar dengan orang tua dan keluarga.

Redaktur: Duwi Cahya Aleida


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

“Life is Worth Living”, Kehidupan Layak untuk Dijalani, Lagu Inspiratif dari Justin Bieber

redaksi

“Dream” oleh Taeyeon Tentang Cerminan Kerinduan Anak Rantau Terhadap Kampung Halaman

redaksi

Merelakan Masa Kecil dalam Lagu Older

redaksi