Home Musik Menyelami Harapan Dan Tetap Bertahan Melalui Lagu Teramini
Musik

Menyelami Harapan Dan Tetap Bertahan Melalui Lagu Teramini

Share

Reporter : Betania Manullang

Suara USU, Medan. Ghea Indrawari baru saja merilis album perdananya yang berjudul “Berdamai”. Dari sepuluh lagu yang dirilis, salah satunya adalah lagu “Teramini”. Lagu ini berhasil memiliki banyak pendengar karena memiliki makna yang dalam melalui liriknya. Lagu ini juga menceritakan bahwa hendaknya kita tidak menyerah dengan apa yang terjadi karena pasti ada waktunya segala hal yang kita inginkan akan terwujud.

Saat mendengar lagu Teramini, tidak dapat dipungkiri bahwa perasaan akan tersentuh ketika mendengarnya. Melalui suara indah Ghea yang turut menambah makna indah dalam lagu ini, membuat yang mendengar ikut merasakan perasaan lagu tersebut.

Lirik dalam lagu ini memang sangatlah menyentuh. Saat kita sedang merasa lelah dan ingin menyerah, mempertanyakan apakah doa kita selama ini didengar, tentu saja membuat air mata dapat jatuh ketika mendengar lagu ini. Lirik dalam lagu ini juga mengatakan bahwa saat ingin menyerah, dalam hati kecil kita hendak bertahan karena telah berjuang sampai sejauh ini.

Jatuh bangun dan berdarah-darah

Terbawa arus tak tentu arah

Tuhan, benarkah Kau mendengarku?

Ke mana pergi doa-doaku?

 

Ingin menyerah

Namun, hati kecilku terus berbisik

Bertahanlah

Ingat, kau sudah sampai sejauh ini

 

Lagu ini juga mengatakan saat kita belum mendapatkan hal yang kita inginkan, bukan berarti kita tidak akan mendapatkannya. Namun, kita harus meyakini bahwa akan ada waktunya hal itu akan terwujud di waktu yang tepat.

Rela, relakanlah

Yang bukan untukmu bukanlah untukmu

Tenang, tenangkanlah

Yang harus terjadi pastilah terjadi

Mungkin belum saatnya

Bahkan selepas badai terbitlah pelangi

Akan tiba masanya

Segala yang kauingini akan teramini

Buat teman-teman yang sedang merasa lelah dan merasa banyak hal yang belum bisa tercapai, cobalah mendengarkan lagu ini. Semoga setelah mendengarnya, kita bisa bangkit kembali dan meyakini bahwa semua hal buruk yang terjadi tidak akan selamanya terjadi.

Redaktur : Khalda Mahirah Panggabean

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.