Reporter: Jesika Yusnita Laoly dan Grace Tondang
Suara USU, Medan. Pada tanggal 24 – 25 Februari 2024, tepatnya di Gelanggang Remaja Jl. Sutomo, Medan menjadi saksi dari ketangguhan para atlet dalam ajang perlombaan “The Winner Medan Taekwondo Championship”. Sebanyak 700 atlet dari 34 dojang turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini, untuk memperebutkan kehormatan dan prestasi di berbagai kategori.
Salah satu atlet yang meraih kesuksesan dalam kejuaraan ini adalah Muthia Sari, seorang mahasiswi dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara. Muthia berhasil meraih juara 3 pada kelas senior putri U-53, menunjukkan dedikasi dan kemampuannya dalam olahraga bela diri.
Dalam sebuah wawancara, Muthia pun berbagi pengalamannya selama mengikuti kompetisi. Dia menjelaskan bahwa penilaian dalam kejuaraan ini dilakukan melalui sistem DSS (Digital Scoring System) atau secara manual oleh wasit lapangan.
Setelah meraih kemenangan, Muthia menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yang Ia raih dan mengucapkan terima kasih kepada para pelatih yang telah membimbingnya. Namun, dia juga menyatakan bahwa langkahnya tidak berhenti di sini. Muthia bercita-cita untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasinya dengan tujuan mengikuti berbagai kompetisi baik di tingkat provinsi maupun internasional.
“Langkah saya setelah memenangkan kejuaraan ini, saya akan terus berlatih dan terus belajar dari kesalahan yang saya buat saat pertandingan sebelumnya. Saya memiiliki tujuan untuk mengikuti berbagai kejuaraan dari tingkat provinsi hingga internasional dan terus-menerus meningkatkan prestasi,” ungkapnya.
Muthia juga menjelaskan bahwa sebelum memasuki hari pertandingan, Ia melakukan persiapan secara mandiri di rumah dan memastikan bahwa tubuhnya dalam kondisi fisik yang prima untuk menghadapi kompetisi. Dia juga berbagi strategi untuk mengelola tekanan, termasuk menjaga fokus dan mengatur pernapasan dengan baik.
Dibalik kesuksesan yang diraih, Muthia juga menyoroti tantangan yang dihadapinya selama kompetisi terutama terkait dengan kemungkinan kecurangan. Namun, dia tetap optimis bahwa dengan semangat sportivitas, masa depan taekwondo di Indonesia akan terus berkembang dan menciptakan lebih banyak atlet berkualitas.
Semangat juang Muthia telah memberikan pesan kepada para pembimbing dan atlet muda untuk terus berlatih dan tidak sombong dengan segala pencapaian yang diterima. Muthia percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi tinggi, setiap orang bisa meraih kesuksesan dalam bidang yang mereka geluti.
Redaktur: Duwi Cahya
Leave a comment