Home Tulisan Perpustakaan sebagai Sumber Belajar dan Tempat Rekreasi
Tulisan

Perpustakaan sebagai Sumber Belajar dan Tempat Rekreasi

Share

Penulis: Hanif Ar-Rifa’i

Suara USU, Medan. Suksesnya sebuah pendidikan ditentukan oleh sumber daya yang ada di dalamnya. Di antara sumber daya tersebut perpustakaan merupakan media yang sangat penting bagi penunjang sebuah proses pembelajaran sebagaimana juga yang di jelaskan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa sumber. Pendidikan adalah segala sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidikan, masyarakat, dana, sarana dan prasarana. Perpustakaan, khususnya perpustakaan sekolah merupakan salah satu sumber belajar yang berpengaruh besar dalam dunia pendidikan.

Perpustakaan sekolah berperan meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan perpustakaan siswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan mencari informasi secara mandiri bagi keperluan mereka. Peningkatan prestasi belajar dan keterampilan mencari informasi ini tentunya diperoleh dengan memanfaatkan perpustakaan semaksimal mungkin, seperti membaca dan memahami buku-buku yang tersedia, baik itu buku pelajaran, keagamaan maupun buku-buku umum. Demikianlah semakin jelas bahwa perpustakaan sangat mempengaruhi hasil pendidikan. Inilah alasan utama mengapa perpustakaan harus memungkinkan para tenaga kependidikan dan peserta didik mempunyai kesempatan sebanyak-banyaknya untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan dengan membaca demi memperoleh ilmu pengetahuan yang di perlukan.

Maka dari itu perpustakaan diharapkan dapat menunjang kelancaran proses belajar mengajar untuk mencapai dengan baik tujuan yang diharapkan. Alasan lain dari sangat pentingnya keberadaan perpustakaan di sekolah adalah karena kegiatan belajar di kelas pada umumnya bersifat terbatas, kurang tuntas karena hanya cenderung menyampaikan materi yang sudah ditentukan sesuai dengan tema dan hanya demi mencapai target kurikulum. Salah satu usaha untuk menunjang proses belajar mengajar yang belum tuntas tadi adalah dengan menyediakan informasi yang mudah diperoleh siswa sebagai sumber belajarnya . Penyediaan sumber belajar ini dapat berupa buku-buku yang dapat menunjang proses pembelajaran dan juga meningkatkan hasil belajar siswa. Perpustakaan ini menjadi semakin mendesak karena buku-buku pelajaran yang dimiliki oleh para siswa sebagai sarana pengembangan Ilmu pengetahuan yang dibutuhkan masih sangat minim. Agar mengatasi masalah tersebut usaha peningkatan aktivitas siswa untuk mengoptimalkan. Pelayanan pada perpustakaan yang ada di sekolah agar perpustakaan tadi bisa menjadi sumber belajar.

Perpustakaan sekolah merupakan bagian penting dari sebuah sekolah yang menyediakan berbagai ilmu pengetahuan dan informasi. Perpustakaan menjadi sumber ilmu pengetahuan dan informasi yang berada di sekolah, baik tingkat dasar sampai dengan tingkat menengah. Begitu pentingnya peran perpustakaan sekolah di lembaga pendidikan menjadikan perpustakaan disebut sebagai jantungnya pendidikan, yang ikut menentukan keberhasilan proses penyampaian ilmu pengetahuan di sekolah.

Perpustakaan merupakan pusat sarana akademisi. Perpustakaan menyediakan bahan-bahan pustaka berupa barang cetakan seperti buku, majalah/jurnal ilmiah,peta, surat kabar, karya-karya tulis berupa monograf yang belum diterbitkan, serta bahanbahan non cetakan seperti microfish, micro film, dan lain-lain. Oleh karena itu, perpustakaan dapat dimanfaatkaan oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat pada umumnya untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang keilmuan baik untuk tujuan akademisi. Sumber belajar pada hakikatnya merupakan komponen sistem intruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan, yang mana hal itu dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.

Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang dan memungkinkan terjadinya proses belajar. Untuk menjamin bahwa sumber belajar tersebut adalah sebagai sumber belajar yang cocok, sumber tersebut harus memenuhi ketiga persyaratan, yaitu:

  1. Harus dapat tersedia dengan cepat

  2. Harus memungkinkan siswa untuk memicu diri sendiri

  3. Harus bersifat individual, misalnya harus dapat memenuhi berbagai kebutuhan para siswa dalam belajar mandiri.

Sumber belajar dapat berasal dari berbagai bentuk misalnya orang juga dapat menjadi sumber belajar, yakni ketika staf pengajar menyediakan diri sebagai manusia sumber yang dapat tersedia setiap saat sehingga dapat memecahkan berbagai kesulitan siswa secara individual. Begitu juga tempat tertentu dapat dijadikan sumber belajar, contohnya adalah perpustakaan yang bisa digunakan. Setiap saat saperti yang diuraikan sebelumnya. Hal ini juga berlaku pada pembelajaran bahasa arab, perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar karena menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung dalam proses pembelajaran bahasa Arab.

Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan keterampilan, yaitu:

  1. Keterampilan mengumpulkan informasi, yang meliputi keterampilan:

  1. Mengenal sumber informasi dan pengetahuan

  2. Menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indeks

  3. Menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti kamus, buku tahunan dan lainlain.

  1.  Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah, mendokumentasikan informasi dan sumbernya, keterampilan menganalisis, serta menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi.

Perpustakaan merupakan tempat yang sudah dikenal oleh masyarakat. Namun, pandangan sebagaian masyarakat terhadap perpustakaan masih sebatas sebagai tempat menyimpan buku atau sebagai gudangnya buku saja. Saat ini pemahaman perpustakaan seperti itu sudah tidak relevan lagi. Perpustakaan semakin berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga layanan dan koleksi yang ada juga terus berkembang sesuai kebutuhan pemustaka.

Pada perguruan tinggi perpustakaan mempunyai peran sangat penting dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. Menurut Sugeng Wahyuntini (2021: 6), intensitas pemanfaatan koleksi perpustakaan akan mempengaruhi tingkat pemahaman mahasiswa, di mana semakin sering memanfaatkan informasi maka akan semakin meningkat pengetahuannya. Saat ini, perpustakaan bukan saja tempat menyimpan dan mencari buku untuk keperluan studi, tetapi telah menjadi gudang informasi yang bisa dikunjungi dan dijadikan tempat untuk mencari hiburan.

Pengertian perpustakaan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan zaman. Perpustakaan saat ini sebagai tempat untuk menyimpan bahan pustaka yang berbentuk tercetak maupun bahan pustaka yang tidak tercetak. Perpustakaan dikenal sebagai tempat untuk menyimpan bahan pustaka, akan tetapi tidak semua gedung yang menyimpan bahan pustaka disebut sebagai perpustakaan.

Menurut Saleh (2011: 15), suatu gedung dikatakan sebagai perpustakaan harus memenuhi persyaratan yaitu: mempunyai koleksi bahan pustaka dalam jumlah tertentu, bahan pustaka itu tercetak maupun dalam bentuk digital, koleksi bahan pustaka ditempatkan berdasarkan sistem yang berlaku, diolah dan diproses dalam pendataan baik berbentuk manual maupun dengan cara otomasi, seperti memberi nomor inventaris, memberi nomor klasifikasi, melakukan katalogisasi, dan dimasukkan dalam data dengan baik, bahan pustaka yang telah diproses harus ditempatkan di ruangan tertentu, perputaran bahan pustaka harus dikelola oleh petugas yang profesional, ada pemustaka yang memanfaatkan koleksi bahan pustaka untuk kepentingan ilmu pengetahuan, penelitian, observasi, rekreasi, dan hal lainnya.

Perpustakaan dapat memberikan dorongan untuk kemajuan Tridarma Perguruan Tinggi, universitas,maupun lembaga, dan sebagai mitra kerja institusi atau unit kerja lainnya.

Perpustakaan memiliki fungsi sebagai sarana dan media yang bisa memberikan hiburan bagi pemustaka. Interior perpustakaan dibuat sedemikan rupa sehingga pemustaka betah dan nyaman membaca di perpustakaan. Komputer serta jaringan internet yang baik yang di tempatkan di perpustakaan akan membantu pemustaka untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa berpindah tempat untuk berselancar mencari informasi lain yang dibutuhkan.

Fungsi perpustakaan selanjutnya yaitu fungsi kebudayaan. Fungsi kebudayaan berkaitan dengan penyediaan berbagai macam informasi, baik yang tercetak, terekam, maupun koleksi lainnya yang bermanfaat untuk menumbuhkembangkan budaya baca pemustaka. Perpustakaan dengan koleksi-koleksi yang dimiliki bisa menumbuhkan daya kreativitas dan imajinasi pemustaka dalam bidang seni. Berbagai informasi yang ada di perpustakaan merupakan rekaman berbagai budaya yang ada. Koleksi bahan pustaka di perpustakaan jenisnya ada buku-buku fiksi dan nonfiksi. Buku fiksi, menurut Yusup (2016: 222), merupakan buku yang berisi cerita rekaan dan tidak berdasarkan kenyataan. Walaupun demikian, buku fiksi mengandung fakta-fakta nama tokoh dan latar (setting) yang kemudian dikembangkan dengan memberi tambahan rekaan-rekaan oleh penulis. Contoh buku fiksi adalah novel, cerita bergambar (cergam), dan kumpulan cerpen. Keberadaan koleksi buku fiksi di perpustakaan menjadi penting karena berbagai tingkat usia bisa menikmati bukubuku ini. Buku fiksi yang ditujukan anak-anak biasanya dilengkapi dengan berbagai lukisan dan bermacam-macam corak warna yang menarik perhatian anak. Buku fiksi untuk kalangan remaja yang biasa disebut dengan TeenLit (teen literature) disebut juga dengan literatur remaja.

Perpustakaan merupakan bagian penting dari sebuah sekolah yang menyediakan berbagai ilmu pengetahuan dan informasi. Perpustakaan menjadi sumber ilmu pengetahuan dan informasi yang berada di sekolah, baik tingkat dasar sampai dengan tingkat menengah. Begitu pentingnya peran perpustakaan sekolah di lembaga pendidikan menjadikan perpustakaan disebut sebagai jantungnya pendidikan, yang ikut menentukan keberhasilan proses penyampaian ilmu pengetahuan di sekolah. Selain bagian penting dari sekolahan, perpustakaan juga dapat digunakan untuk refleksi seperti dapat membaca buku komik, novel, cerita, dan lain-lain. Dengan demikian perpustakaan pada zaman sekarang tentunya akan dibuat lebih menarik agar para siswa bisa belajar atau bahkan bermain di perpustakaan dengan adanya beragam buku yang disediakan.

Artikel ini merupakan publikasi untuk tugas mata kuliah Manajemen Perpustakaan dengan dosen pengampu: Zainal Arifin

Redaktur: Balqis Aurora

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.