Reporter : Axfeba Saragih/Nazirotun Nikmah
Suara USU, Medan. Berbeda dengan tahun lalu, Ikatan Mahasiswa Sastra Inggris (IMSI) kembali menyelenggarakan perayaan Anniversarynya yang ke-43 pada Kamis (28/11). Berlokasi di bahu jalan depan gedung fakultas, acara yang bertajuk “A Majestic Revival” menggambarkan suasana negeri dongeng dengan berbagai kegiatan, seperti lomba vokal solo, tari, dan kompetisi lainnya.
Fabian selaku ketua panitia turut menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai simbol kebangkitan Program Studi Sastra Inggris. “Kami berharap acara ini menjadi momentum revitalisasi IMSI sekaligus memperkenalkan IMSI ke masyarakat, termasuk sekolah-sekolah sekitar,” ungkapnya.
Fabian juga menyoroti perbedaan IMSI Anniversary tahun ini dibandingkan tahun lalu. “Perbedaan utama terletak pada lokasi dan jangkauan acara yang kami targetkan. Tahun lalu mengusung tema prom night, sedangkan tahun ini kami memilih tema fairytale. Selain itu, rangkaian kegiatan kami jauh lebih padat, dengan banyak aktivitas yang harus diselesaikan dalam satu hari,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa meskipun visi dan misi IMSI Anniversary tetap sama, pelaksanaan acara tahun ini jauh lebih besar dalam hal skala dan eksekusi. “Kami menyesuaikan dengan target dan tantangan yang ada, sehingga pengalaman tahun ini terasa lebih baru dan bermakna,” tambahnya.
Menachem, salah satu peserta dance performance, turut memuji keberhasilan acara ini. “Acara ini seru, keren, dan sangat menarik. Tema fairytale-nya sangat menggambarkan identitas Sastra Inggris,” ujarnya.
Rangkaian acara mencakup sambutan oleh ketua prodi, alumni, dan Konsulat Amerika, dilanjutkan dengan penampilan vokal solo, tari formal fairytale ballroom, coswalk competition, beauty class by Emina, dance performance, hingga pembacaan puisi. Walaupun hujan terus mengguyur, sorak-sorai pengunjung tetap mewarnai rangkaian pertunjukan, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap setiap penampilan.
Fabian juga mengungkapkan bahwa persiapan acara dilakukan sejak awal tahun dengan tantangan terbesar berupa pendanaan dan waktu mahasiswa yang terbatas. “Kami menargetkan 400-500 orang, namun antusiasme tetap tinggi meski hujan deras,” tambahnya.
IMSI Anniversary ke-43 berhasil menjadi ajang kreativitas dan solidaritas mahasiswa, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.
Redaktur: Afrahul Fadhillah Parinduri
Leave a comment