Home Kuliner Wingko Babat, Kuliner Khas Jawa Timur
Kuliner

Wingko Babat, Kuliner Khas Jawa Timur

Share
Sumber foto: Kompasiana.com

Oleh: Christy Cherina

Suara USU, Medan. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Sebagian besar wilayah Indonesia memiliki makanan khas daerah yang tidak akan ditemukan di wilayah lain. Salah satu daerah yang memiliki kekayaan kuliner di Indonesia adalah wilayah Jawa Timur. Jawa Timur memiliki berbagai kuliner khas yang sangat dikenal seperti dari rawon dan soto lamongan. Namun, ternyata dari wilayah Jawa Timur ada makanan khas yang mungkin luput dari perhatian banyak orang yaitu wingko babat.

Wingko babat adalah salah satu kuliner khas Jawa Timur yang berasal dari Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur dan sudah diproduksi sejak tahun 1946 setahun setelah proklamasi kemerdekan. Namun, sebagian besar masyarakat Indonesia mengira bahwa Wingko Babat merupakan makanan khas dari wilayah Semarang, Jawa Tengah. Hal ini terjadi karena sebagian besar wingko babat yang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia diproduksi dari wilayah Semarang.  

Wingko babat adalah makanan tradisional yang diolah dengan memadukan kelapa muda, beras ketan, gula pasir, telur dan air kelapa yang dimasak dengan cara dipanggang. Sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang manis dan gurih. Wingko babat memiliki rasa yang khas yaitu kelapa dan aroma pandan. Wingko Babat biasanya berbentuk bundar dan dipotong-potong saat penyajiannya dalam keadaan hangat. Sebagian besar wingko babat dijual dengan berbagai ukuran dan biasanya dikemas dengan kertas.

Meskipun makanan khas ini sudah ada sejak dulu, Wingko Babat tetap populer di masa kini. Seiring berjalannya waktu, wingko babat memiliki berbagai macam rasa yang membuat jajanan tersebut menjadi lebih populer. Berbagai wingko babat saat ini memiliki beberapa varian rasa ada rasa cokelat, pandan, durian, pisang, hingga nangka. Perubahan inilah yang membuat wingko babat tetap eksis ditengah banyaknya camilan dari berbagai daerah baik didalam dan diluar negeri. 

Selain karena inovasi atau perubahan varian yang dilakukan dalam mengembangkan wingko babat, makanan ini  juga bisa tetap eksis dikarenakan manfaatnya yang sangat luar biasa. Wingko babat memiliki manfaat seperti memperlancar pencernaan karena memiliki kandungan serat yang cukup tinggi dengan kandungan dari wingko babat setiap 100 gram mengandung 2,4 gram serat dan 355 kkal energi.

Wingko babat sering dijadikan sebagai makanan khas di berbagai tradisi Jawa seperti acara pernikahan dan hajatan. Selain itu, wingko babat juga bisa dijadikan cemilan sembari minum teh bersama keluarga. Karena rasanya yang khas, Wingko Babat juga sering dijual di berbagai tempat seperti stasiun kereta api, stasiun bus dan juga di berbagai toko-toko kue untuk oleh-oleh keluarga.

Ternyata, Wingko Babat memiliki sejarah panjang bermula di Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur, beberapa tahun setelah proklamasi kemerdekaan. Wingko Babat ini merupakan hasil adaptasi kue tradisional Bingka. Wingko babat pertama kali dibuat oleh pasangan perantau Tionghoa, Loe Soe Siang dan istrinya Djoa Kiet Nio, yang menetap di Babat,  Lamongan, Jawa Timur. Namun, kekalahan Jepang pada tahun 1944 membuat mereka pindah ke Semarang dan disanalah mereka memproduksi dan memasarkan wingko babat. Hal tersebutlah yang membuat hingga saat ini sebagian besar produksi wingko babat berasal dari wilayah semarang, Jawa Tengah. 

Dibalik rasanya yang manis dan gurih ternyata wingko babat juga memiliki arti yang sama manisnya dengan rasanya. Wingko babat menyimbolkan adanya tekad yang bulat, dimana untuk meraih impian diperlukan pengorbanan dan usaha yang tidak mengenal putus asa untuk meraih impian ataupun cita-cita kita. 

Hingga saat ini, wingko babat masih kerap menjadi oleh-oleh khas dari wilayah lamongan dan dijual di berbagai gerai UMKM. Dengan cita rasa legit dan aroma kelapa yang khasnya yang diwariskan dari masa ke masa, apakah teman-teman tertarik untuk mencobanya suatu saat nanti?

Redaktur: Katrin Alina

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.