Home Kabar Kampus 15 Mahasiswa USU Lolos Seleksi IISMA 2024
Kabar Kampus

15 Mahasiswa USU Lolos Seleksi IISMA 2024

Share

Reporter :  Merry Gultom,  Zahra Salsabila  

Suara USU, Medan. Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) adalah salah satu program flagship di bawah kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia. Program ini memberikan kesempatan bagi para mahasiswa semester 4 s.d. 6 untuk menempuh perkuliahan di perguruan tinggi terkemuka di luar negeri yang menjalin mitra dengan Kemendikbud Ristek dalam bentuk beasiswa.

USU sendiri telah beberapa kali mengirim mahasiswanya untuk mengikuti program IISMA. Pada tahun 2024 ini, USU berhasil mengirim beberapa mahasiswanya untuk mengikuti program bergengsi tersebut. Mahasiswa yang lolos berasal dari berbagai fakultas dan jurusan yang beragam.

Ada total 15 mahasiswa yang lolos seleksi IISMA di tahun 2024 ini:

  1. Tiara Putri Hardini (FMIPA USU jurusan Matematika) lolos ke Mahidol University, Thailand;
  2. Hilmi Muthahhari Situmorang (FEB USU jurusan Manajemen) lolos ke Singapore Management University, Singapura;
  3. Aisah Fahrani (FIB USU jurusan Bahasa Mandarin) lolos ke National Taiwan Univeristy of Science and Technology, Taiwan;
  4. Valerin Veny (FISIP USU jurusan Ilmu Komunikasi) lolos ke Universiti Sains Malaysia, Malaysia;
  5. Calvan (FIB USU jurusan Sastra Inggris) lolos ke National Taiwan University of Science and Technology, Taiwan;
  6. Lydia N (FH USU) lolos ke University of Liverpool, Inggris;
  7. Edbert Nathaniel (FEB USU jurusan Manajemen) lolos ke Univeristy of Queensland, Australia;
  8. Harry Hamara (Fasilkom-TI jurusan Ilmu Komputer) lolos ke Universiti Sains Malaysia, Malaysia;
  9. Nicholas Hansen (Fasilkom-TI jurusan Ilmu Komputer) lolso ke Universiti Malaya, Malaysia;
  10. Erick Lorus (Fasilkom-TI jurusan Ilmu Komputer) lolos ke Aix-Marseille University, Prancis;
  11. Sabrina Marisi Siahaan (Fasilkom-TI jurusan Teknologi Informasi) lolos ke Charles University, Eropa;
  12. Vanness Cantona (FIB USU jurusan Sastra Inggris) lolos ke Michigan State University, Amerika Serikat;
  13. Stefanny Vinchent (FEB USU jurusan Akuntansi) lolos ke Palacky University, Republik Czech;
  14. Ridwan Firmansyah (FEB USU jurusan Manajemen) lolos ke National Cheng Kung University, Taiwan;
  15. Risky Ramadhan (FMIPA USU jurusan Kimia) lolos ke University of Galway, Irlandia.

Beberapa dari mahasiswa yang lolos IISMA mengakui mengalami banyak rintangan kala mengikuti tes-tes yang ada. Ada yang memiliki keterbatasan biaya untuk mengikuti tes TOEFl, IELTS, atau Duolingo. Salah satu awardee juga mengatakan kesulitannya tidak hanya di tesnya saja, tetapi juga di tes yang terkadang invalid dikarenakan ketatnya peraturan.

“Tantangan terbesarnya adalah aku pakai Duolingo dan english tesnya itu banyak peraturan. Bahkan teman seperjuangan IISMA-ku ada yang gagal sampai tiga kali. Jadi harus bayar ekstra untuk tes itu,” ujar Aisah.

“Pantangan terbesar saya dalam mengikuti IISMA ini, yaitu keterbatasan biaya. Karena di dalam tes IISMA ini membutuhkan sertifikat Bahasa Inggris yang dimana harganya sangat mahal. Paling murah itu Rp.900.000. Belum lagi kita harus mengeluarkan uang lebih untuk TOEFL dan itu merupakan kendala saya dari tahun lalu,” ucap Vannes Antona.

Para mahasiswa juga harus membuat essay yang bagus dan juga relevan dengan alasan mereka untuk mengambil program tersebut. Dengan esai yang sesuai dapat membawa mereka untuk lolos seleksi tahap pertama.

“Capek banget sih. Mulai dari siapin EPT dan buat essay. Itu butuh waktu sebulanan untuk aku prepare dan itu draining banget. Buat ngatasin capeknya itu dengan balance sama entertainment,” ucap Lydia.

Rangkaian tes yang kompleks ini sama sekali tidak menjadi alasan bagi mereka untuk mundur. Mereka telah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari untuk mengikuti tes-tes yang ada agar dapat lolos di IISMA 2024.

“Secara akademis saya berusaha untuk mendapatkan hasil nilai yang memuaskan dan secara non-akademis saya kemarin mengikuti kegiatan P2MW sebagai salah satu selling point dari experience saya,” ucap Hilmi.

“Terkait akademis dan nonakademis, menurut saya kedua hal ini perlu diperjuangkan sedari kita masuk perkuliahan dalam bentuk menjaga hasil akademis yang baik setiap semester hingga turut aktif dalam kegiatan organisasi ataupun lomba yang sesuai dengan minat kita,” jelas Edbert.

Banyak dari para awardee menyampaikan pesan kepada para awardee di tahun 2025 agar mempersiapkan diri mereka dengan baik. Tidak hanya itu, para awardee  juga memiliki tujuan-tujuannya sendiri ketika kembali dari program IISMA yang mereka jalani. Tentunya tujuan mereka itu pastinya diharapkan akan memberikan buah manis kepada diri mereka sendiri, Universitas, dan tentunya Indonesia.

“Untuk para awardee IISMA tahun 2025, siapin dana buat tes bahasa Inggris dan lain-lain, tingkatin bahasa Inggris kamu, pertahanin IPK tetap di atas 3.0, enriching your CV dengan ngambil big role di organisasi, dan pilih universitas dengan bijaksana,” ucap Ridwan.

“Untuk para future awardee IISMA 2025, manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, belajar dan melatih diri untuk bisa mendapatkan skor EPT yang mumpuni dan jangan menunda-nunda untuk menulis esai,” jawab Risky.

Selamat kepada para awardee yang telah berjuang untuk menggapai impian serta tujuan kalian. Semoga dengan prestasi ini, mahasiswa lain juga dapat termotivasi untuk menjadi lebih aktif dalam mengeksplor diri mereka masing-masing.

Redaktur : Grace Pandora Sitorus

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.