Home Kabar SUMUT Anggota DPRD Sumut Temui Massa Aksi, Janji Tindaklanjuti Tuntutan
Kabar SUMUT

Anggota DPRD Sumut Temui Massa Aksi, Janji Tindaklanjuti Tuntutan

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Nikolas Supriyanto, Rizqi Permono, Latifah R H

Suara USU, Medan. Ratusan buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara sejak pukul 13.00 WIB (1/5). Aksi ini merupakan bagian dari perjuangan untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh dan menanggapi berbagai isu ketenagakerjaan.

Anggota DPRD Sumut, Hefriansyah, hadir menemui massa aksi di depan gerbang DPRD Sumut. Dalam pertemuan tersebut, Hefriansyah mengapresiasi aksi buruh yang digelar pada hari itu. Ia mengungkapkan bahwa tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi telah diterima, namun menegaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan kapasitas pihaknya untuk menanganinya.

“Kami juga menerima aspirasi dari buruh perwakilan Asahan yang melaporkan adanya tindakan sewenang-wenang dari perusahaan. Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani oleh pemerintah daerah, meskipun mungkin belum selesai,” tambahnya.

Hefriansyah juga menyatakan kesediaannya untuk membantu menyelesaikan permasalahan antara buruh dan perusahaan. “Saya siap membantu advokasi, hubungi saja nomor saya,” ujarnya.

Namun, Hefriansyah menolak untuk menandatangani surat tuntutan yang diberikan massa aksi dengan alasan bahwa dirinya bukan ketua fraksi, ketua DPRD, atau ketua komisi. “Kita tidak perlu berdebat lagi. Tuntutan dan harapan adinda-adinda tadi akan kami buatkan resumenya dan dibahas secara kelembagaan,” tegasnya.

Perwakilan Federasi Perjuangan Buruh Sumatera Utara, Dedi Harianto, menyatakan bahwa mereka akan melakukan tindak lanjut terhadap pernyataan Hefriansyah.

“Aksi buruh ini berlangsung selama dua hari, termasuk besok, yang juga bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Kami akan melakukan follow up besok, karena anggota dewan pasti masuk karena hari kerja. Kami akan menghubungi nomornya untuk meminta kelanjutan dari pernyataan yang diberikan,” ujarnya.

Sebelum pertemuan antara anggota DPRD Sumut dan massa aksi, sempat terjadi ketegangan antara massa aksi dan pihak kepolisian. Massa aksi merasa tidak terima karena personel kepolisian diduga menambah jumlah anggota di tengah-tengah aksi. Ketidakjelasan tanggapan dari kepolisian memicu pertanyaan dari massa aksi, yang menilai hal tersebut sebagai bentuk intimidasi.

“Hari buruh bukan perayaan, tapi peringatan. Hari buruh tidak akan ada jika buruh sudah sejahtera,” teriak peserta aksi.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.