Home Puisi Di Balik Wajah Keadilan yang Palsu
PuisiSastra

Di Balik Wajah Keadilan yang Palsu

Share
Sumber: https://iainutuban.ac.id/wp-content/uploads/2022/06/[email protected]

 

Oleh: Syafira Sari

Suara USU, Medan.

Hari yang menjadi sejarah bagi banyak pihak

Di sebuah mimbar kayu yang tinggi dan menjadi pusat perhatian

Ia lantangkan sumpah dan janji-janji manisnya

Berjubah kata, bersenjata pasal kokoh namun rapuh

Sepasang bola mata yang buta namun bukan karena tirai

Melainkan karena pilih kasih yang mengakar disegala pihak yang hanya menekan

 

Berat sebuah timbangan yang condong sebelum gugatan dibuka

Arti hukum yang halus dibisiki ditelingamu, dibengkokkan dengan lembaran licik

Jutaan rakyat kecil kau tipu kau jerat dalam senyuman kecilmu dasar penguasa

Sementara kejujuran kini telah gugur tak berarti tanpa nisan

 

Kehadirannya yang dinanti, dibutuhkan namun bukan untuk melindungi

Tapi menghakimi dari balik lapisan kaca satu arah

Dimana suara yang lantang pun diredam olehnya

Oleh ketukan palu yang hanya berdentum untuk yang berduit

 

Lalu kami…? Kami bagaimana tuan?

Lihatlah kami! Dengarlah kami!

 

Beginikah sekarang keadilan yang telah bewajah ganda

Satu tersenyum di baliho

Satu lagi menangis di sudut lorong pengadilan

Menggigil, menunggu keajaiban yang tak kunjung lahir

Harapan yang hanya bisa diterbangkan namun tak membuahkan apapun

 

Berapa nyawa lagi yang harus pergi dengan sia-sia dan runtuh dengan begitu saja?

Sesederhana agar nurani tak lagi dikurung pasal

Berapa goresan luka lagi yang harus ku sulam tuan?

Agar hukum bisa kembali berani menatap cermin

Ketahuilah bahwa kami selalu menanti keadilan itu

 

Bila hukum tak lagi adil

Maka kini biarlah rakyat yang jadi hakim

Dan biarlah sekarang pena waktu yang mengukir sejarah

Tentang semua wajah keadilan yang palsu

Dan tak pernah benar-benar tau malu.

 

Redaktur: Zahra Salsabilla

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.