Home Musik End of Beginning: Refleksi dan Nostalgia
Musik

End of Beginning: Refleksi dan Nostalgia

Share

Oleh: Aisyah Lubis

Suara USU, Medan. End of Beginning merupakan lagu yang dirilis pada tahun 2022 dalam album yang berjudul “DECIDE” oleh Djo. Lagu yang memiliki genre Indie Rock tersebut menjadi perhatian karena lirik-liriknya yang dianggap relate oleh sebagian orang.

Djo sendiri merupakan musisi dan juga aktor asal Amerika yang memiliki nama asli Joe Keery. Ia mulai dikenal dalam perannya sebagai Steve Harrington dalam serial TV ‘Stranger Things’ pada tahun 2015. Di tahun 2019 ia memulai debutnya dengan album ‘Twenty Twenty’ dan menggunakan nama panggungnya, Djo.

Dalam lagu End of Beginning, ia menceritakan bagaimana prosesnya untuk move on dari masa lalunya yang penuh dengan kenangan dan perubahan dalam hidupnya. Di awal lagu kita disuguhkan dengan lirik:

“Just one more tear to cry

One teardrop from my eye

You better save it for

The middle of the night”

Lirik tersebut menunjukkan bagaimana seseorang menahan kesedihannya untuk diluapkan saat ia merasa aman.

“And when i’m back in Chicago, i feel it

 Another version of me, I was in it”

Di bagian ini, penyanyi merasakan nostalgia dan keterikatan dengan kota Chicago, di mana ia memiliki versi dirinya yang lain sebelum di masa sekarang, ia berada disana. “Chicago” sendiri dapat dianggap sebagai tempat, rumah, dan impian seseorang.

“I wave goodbye to the end of beginning”

Penggalan lirik tersebut menyiratkan bahwa ia mengucapkan selamat tinggal pada fase permulaan kehidupannya dan untuk terus melanjutkan hidupnya.

“A major sacrifice, but clueless at the time

 Enter, Caroline

 “Just trust me, you’ll be fine””

Sementara itu, di bagian ini menceritakan bagaimana sang penyanyi mengambil pengorbanan yang besar, tanpa benar-benar mengetahui apa hasil dari pengorbanan yang diambilnya. Caroline, sebagai kakak perempuan sang penyanyi meyakinkannya bahwa ia akan baik-baik saja selama ia menjalani kehidupan perkuliahan.

“You take the man out of the city, not the city out the man”

Di bagian bridge pada lagu ini merupakan lirik repetitif yang diulang-ulang untuk menekankan bahwa identitas dan pengalaman seseorang akan terus bersama di dalam dirinya, dan identitas tersebut tidak bisa dikeluarkan di dalam diri the man atau seseorang tersebut. Esensi dari seseorang akan terus berada di dalam the city.

Lagu ini sebagai refleksi dan nostalgia akan hidup dari Djo di masa lalunya, bagaimana keputusan-keputusan yang dia ambil di masa lalu berdampak pada hidupnya di masa sekarang. Perubahan yang dialami sang penyanyi sepanjang perjalanan hidupnya.

Lirik-lirik dari lagu ini pasti juga relate di kamu ‘kan, Sobat SU? Apalagi kita sebagai mahasiswa menjalani perubahan seiring kita bertambah umur. Yuk dengerin segera di platform musik legal yang kamu punya!

Redaktur: Yuni Hikmah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.