Reporter: Muhammad Ar Rofi Nasution dan Naisya Husna Hafizahtul Salwa Anshari
Suara USU, Medan. Nutrifood melalui program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) 2026 menggelar Festival Gaya Hidup Sehat di Nutrihub Medan, Jalan Sei Besitang Nomor 16, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan pukul 08.00-12.00 WIB ini diikuti guru PJOK dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Acara bertujuan memperkuat peran pendidik dalam membangun kebiasaan hidup sehat peserta didik melalui edukasi gizi, berbagi pengalaman, dan praktik olahraga.
Kegiatan diawali pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sesi ice breaking, sebelum masuk ke rangkaian pemaparan pengalaman serta praktik langsung yang menempatkan guru sebagai penggerak perubahan di sekolah.
Perwakilan Nutrifood, Reni Suriyana, mengatakan guru PJOK memiliki posisi penting sebagai ujung tombak dalam membentuk generasi yang aktif. Program ini lahir dari keresahan terhadap pola hidup generasi muda yang cenderung malas bergerak, gemar bermain gawai, serta mengonsumsi makanan berkadar gula berlebih. Melalui NPET, Nutrifood menggandeng guru PJOK agar tidak hanya menerima edukasi kesehatan, tetapi juga meneruskannya kepada para siswa.
Visi besar Nutrifood melalui program ini adalah menginspirasi masyarakat Indonesia untuk hidup sehat lebih lama. Reni menekankan pentingnya edukasi batas konsumsi gula harian yang disarankan, yakni sebesar 50 gram atau sekitar empat sendok makan. Program NPET berjalan rutin setiap tahun selama lima bulan, mencakup tahap orientasi, pendaftaran, seleksi, hingga pembelajaran langsung. Pada periode 2026, NPET mencatat 348 peserta lulusan, 258 cerita perubahan, dan 30 tulisan cerita perubahan.
Peserta asal SMP Negeri 1 Aek Kuo, Julafrigandi Sinaga, S.Pd., M.Pd., membagikan pengalamannya. Ia menyebut tantangan utama ada pada rendahnya minat siswa sarapan pagi. Untuk mengatasinya, ia merancang permainan edukatif “kartu sehat” agar siswa dapat memilah makanan sehat dan tidak sehat. “Hidup sehat adalah maraton, bukan lari cepat. Perubahan kecil selalu mengalahkan niat besar yang bertahan sementara,” ujarnya.
Hari Juwono, S.Pd., dari SMK Negeri 1 Bintang Bayu, mengapresiasi dampak positif kegiatan ini. Sebagai aksi nyata, Hari mengajak siswanya membawa bekal sehat berupa dua butir telur, buah, dan air mineral setiap pagi. Langkah ini menggeser kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Ia juga berharap pendekatan ini menjauhkan anak muda dari narkoba, tawuran, serta perundungan demi mendukung target Generasi Emas 2045.
Sementara itu, Andika Putranto H., S.Pd., M.Or., Gr., guru PJOK UPT SMP Negeri 3 Medan, menilai materi Nutrifood sangat membantu pembelajaran fisik di sekolah. Ia menegaskan guru PJOK harus menjadi garda terdepan dan role model pola hidup sehat, baik dari segi nutrisi, aktivitas fisik, maupun waktu istirahat.
Erika, pelatih program NPET, mengedukasi peserta mengenai pola makan, jam tidur, dan aktivitas fisik. Dengan prinsip “sehat itu mahal”, ia menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Ia mengapresiasi semangat para guru dari luar Kota Medan yang hadir demi menimba ilmu untuk disebarkan kepada para siswa.
Sem Sem Ginting, S.Pd., M.M., menambahkan bahwa PJOK tidak boleh berhenti pada penilaian fisik semata, tetapi harus menanamkan budaya hidup sehat dan panjang umur (long life). Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyematan pin dan pembacaan ikrar komitmen peserta untuk meneruskan praktik hidup sehat di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Redaktur: Rifatul Suaidah
Leave a comment