SUARA USU
Kabar Kampus

Gebrakan Baru! FORMILTAN FP USU Gelar GUFERMAS di Desa Ndeskati Kabupaten Karo

Reporter: Suranti Pratiwi

Suara USU, Medan. Forum Mahasiswa Muslim Ilmuwan Pertanian (FORMILTAN) FP USU untuk pertama kalinya mengadakan Gerakan Upgrading Formiltan Bersatu, Bersinergi dalam Pengabdian Masyarakat (GUFERMAS). Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yakni dari tanggal 12-14 juni dan diikuti oleh 40 pengurus FORMILTAN di Desa Ndeskati, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo.

Kegiatan GUFERMAS hadir sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menjembatani antara para pengurus FORMILTAN dengan masyarakat Ndeskati dalam menggali permasalahan pertanian di lapangan dan merumuskan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan ini pun disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat sehingga sukses dilaksanakan.

Ketika diwawancarai kru Suara USU pada Kamis (15/6), Muhammad Anas Hawari selaku ketua panitia mengungkapkan alasan mengapa pelaksanaan GUFERMAS diadakan di Desa Ndeskati.

“Desa Ndeskati merupakan salah satu target kebermanfaatan yang bisa diakses saat ini, dengan pertimbangan beragamnya komoditas yang ditanam di desa akan meningkatkan wawasan para peserta GUFERMAS saat belajar langsung kepada para petani disana. Satu hal yang didapatkan disana adalah desa itu memiliki peluang besar dalam pengembangan produksi pertanian nya, seperti cabai, tomat, kentang, dan kol, namun kendala mereka adalah tentang pemasaran yang masih belum stabil dan terkadang harga yang tidak stabil. Mereka juga terkendala tentang pengadaan pupuk untuk daerah tersebut,” ujar Anas.

GUFERMAS sendiri terdiri dari rangkaian kegiatan di antaranya edukasi pembuatan biosaka, mengajar ngaji, observasi dan wawancara para petani setempat, gotong royong dan sebagainya. Adapun tujuan diadakannya kegiatan edukasi pembuatan biosaka adalah untuk memberikan informasi kepada para petani untuk dapat memanfaatkan gulma sebagai elisiator pada tanaman pangan dan hortikultura sehingga dapat meminimalisir penggunaan pupuk kimia dan mengurangi biaya budidaya.

Para pengurus FORMILTAN juga turut terjun langsung ke lahan pertanian dengan berbagai macam komoditi di Ndeskati sebagai pendekatan kepada para petani untuk dapat berdiskusi tentang masalah yang kerap mereka alami. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dan memiliki kesan tersendiri bagi para peserta GUFERMAS, salah satunya adalah Maudia Raihanah.

“Yang aku rasain tuh seru dan excited banget karena pengalaman ketemu langsung dengan petani bertanya tentang masalah di lahannya membuat aku sebagai mahasiswa pertanian sedikit kecewa karena kurang tepatnya penggunaan pupuk kimia pada tanaman mereka. Sehingga aku merasa memang harus memberikan penyuluhan atau memberikan solusi dari apa yang aku dapat dari dunia perkuliahan,” ungkapnya.

Selain itu, diadakan pula kegiatan mengajar ngaji untuk meningkatkan pemahaman agama islam bagi masyarakat Desa Ndeskati yang diketahui memiliki pengetahuan dan kemampuan membaca Al-Qur’an yang masih minim. Kegiatan ini selaras dengan visi misi FORMILTAN sebagai unit kegiatan mahasiswa yang mewadahi para muslim dan muslimah di Fakultas Pertanian untuk dapat berdakwah.

Tidak hanya berfokus pada pertanian saja, pengurus FORMILTAN FP USU juga berupaya mengatasi masalah sampah plastik yang cukup memprihatinkan dengan melaksanakan kegiatan gotong royong. Kegiatan tersebut dilakukan dengan membersihkan dan mengutip sampah plastik di sekitar desa serta memasang plang informasi sebagai upaya menanamkan kesadaran masyarakat setempat untuk membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Beberapa kegiatan utama seperti pembelajaran dan mendalami permasalahan langsung dengan petani dari beberapa komoditas tanaman disana untuk membantu petani menyampaikan kendala dan mencoba memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Terdapat juga gotong royong yang dilakukan dan merupakan kolaborasi antara peserta gufermas dan warga setempat. Berbagai kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa agar lebih peka dengan lingkungan sekitar, terkhusus di sektor pertanian, sekaligus sebagai wadah menampung permasalahan para petani dan mencari solusi terbaik di masa yang akan datang,” ungkap Anas.

Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan bermain games dan gotong royong membersihkan masjid sehingga dapat mempererat ukhuwah pengurus FORMILTAN, memperkuat kerjasama tim dan komunikasi antar sesama pengurus FORMILTAN. Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan dengan tujuan mengenalkan potensi kekayaan dan keelokan alam di Desa Ndeskati kepada masyarakat luas dengan bantuan sosial media.

Di akhir wawancara, Anas turut menyematkan harapannya, “harapan itu harus disesuaikan dengan realita kemampuan sumber daya mahasiswa yang ada. Optimis mahasiswa di tahun tahun berikutnya akan meneruskan kegiatan positif ini agar petani itu sejahtera adalah harapan untuk perkembangan sektor pertanian di Indonesia nantinya,” pungkasnya.

Redaktur: Anna Fauziah Pane

 

 

Related posts

Bersama Olimpiade Indonesia, UKMI Al-Falak FMIPA USU Adakan National Biology Competition 2022

redaksi

ITOPH Ciptakan wawasan Bagi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

suarausu

Delegasi FH USU Sukses Raih Juara 1 dan “Best Speaker” dalam Civic Law Debate Competition di Universitas Pendidikan Ganesha

redaksi