Reporter: Ghefira Mannawa Salwa
Suara USU, Medan. Dua mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam tim “Juara Aamiin” berhasil meraih Juara 2 Lomba Poster Infografis tingkat nasional pada ajang Intelligentia Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Nasional Pergerakan Anggota Muda Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (PN PAMI-IAKMI). Pemenang kompetisi tersebut diumumkan pada 9 Agustus 2026.
Tim “Juara Aamiin” beranggotakan Isabela Sitorus, mahasiswa Program Studi D4 Administrasi Perkantoran Digital angkatan 2025, dan Riki Candra, mahasiswa S1 Ekonomi Pembangunan angkatan 2023.
Mengusung tema “Health-Tech Innovation: Manifestasi Nalar Saintifik dan Kreativitas Visual Mahasiswa untuk Masa Depan Kesehatan Indonesia”, Intelligentia Fest 2026 berfokus pada bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Peserta diberikan kebebasan untuk menentukan isu atau permasalahan K3 yang ingin diangkat melalui karya masing-masing.
Berangkat dari isu keselamatan dan kesehatan kerja tersebut, tim “Juara Aamiin” mengembangkan karya berjudul “K3SAFETY: Sistem Manajemen Keselamatan Kerja Berbasis NFC & Sensor-Fusion”.
Karya K3SAFETY mengangkat persoalan kecelakaan kerja yang berkaitan dengan perilaku tidak aman (unsafe behavior) serta lemahnya pengawasan penggunaan alat pelindung diri (APD).
Sebagai solusi atas persoalan tersebut, tim merancang sistem manajemen keselamatan kerja berbasis teknologi yang memanfaatkan Near Field Communication (NFC), Sensor-Fusion, Internet of Things (IoT), Cloud, dan Blockchain. Teknologi tersebut dipadukan dengan sistem penghargaan atau insentif untuk mendorong terciptanya budaya Zero Accident.
Proses pengerjaan dimulai dengan mengumpulkan data mengenai permasalahan K3 dan mencari referensi yang relevan. Tim juga membandingkan gagasan tersebut dengan ide serupa dari luar negeri agar konsep yang dikembangkan lebih matang dan relevan.
“Kami juga membandingkannya dengan ide sejenis dari luar negeri sehingga ide kami bisa lebih matang dan lebih relevan,” jelas Isabela.
Di tengah proses pengerjaannya, tim menghadapi kendala dalam membagi waktu dan mencari referensi yang relevan dengan gagasan yang dikembangkan.
“Prosesnya tentu tidak mudah karena kami harus membagi waktu untuk mengerjakan tugas masing-masing. Kendala lainnya adalah mencari referensi yang relevan serta membaca jurnal dan berita agar teknologi yang digunakan sesuai dengan ide yang kami usulkan. Kami juga bekerja sama dalam menyusun seluruh tugas,” ungkap Isabela.
Menurut Isabela, kekuatan K3SAFETY terletak pada kemampuannya membantu meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja dengan memantau pekerja di tempat-tempat berisiko sehingga potensi bahaya dapat dideteksi lebih awal.
“Kekuatan ide kami terletak pada keunikan kami dalam membantu pekerja dalam keselamatan dan kesehatan kerja, di mana ide ini dapat memonitor pekerja yang berada di tempat-tempat rentan sehingga deteksi dini dapat dilakukan dan tindak lanjut bisa segera diberikan,” jelas Isabela.
Bagi tim pencapaian tersebut menjadi pengalaman untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan gagasan baru. Isabela berpesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi agar tidak menganggap keberhasilan sebagai sesuatu yang instan, tetapi menjadikan setiap perlombaan sebagai proses untuk belajar dan berkembang.
“Proses juara dalam lomba tidak instan, jadi tetap terus belajar dari pengalaman yang sudah dilalui. Tentunya berdoa dan berusaha yang terbaik sekaligus mencari tim yang cocok untuk diri kita,” tutup Isabela.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment