Home Musik Mengabadikan Momen Berharga Lewat Lagu Photograph Karya Ed Sheeran 
Musik

Mengabadikan Momen Berharga Lewat Lagu Photograph Karya Ed Sheeran 

Share

Oleh: Ruth Jelita Laia

Ed Sheeran merilis lagu Photograph sebagai bagian dari album X (Multiply) pada Mei 2014 hingga menjadi salah satu karya paling ikonik dalam kariernya. Lagu yang ditulis bersama John McDaid dari band Snow Patrol ini menonjolkan tema kenangan indah yang diabadikan melalui foto bersama orang-orang tercinta, mulai dari keluarga, sahabat, hingga kekasih. Dengan aransemen akustik sederhana dan lirik yang penuh makna, Photograph berhasil menyentuh hati jutaan pendengar secara global, bahkan mencapai posisi puncak di berbagai tangga lagu internasional, termasuk Billboard Hot 100.

Inspirasi utama lagu ini berasal dari pengalaman pribadi Ed Sheeran selama tur dunia yang intensif pasca-keberhasilan album debutnya. Di tengah kesibukan yang memisahkannya dari orang-orang terdekat, ia sering menemukan kenyamanan dalam polaroid dan foto-foto lama yang dimilikinya. Foto-foto tersebut, seperti potret masa kecil bersama orang tua di pantai Suffolk atau momen santai dengan sahabat, berfungsi sebagai ikatan emosional bagi dirinya.

Melansir laman Radio Republik Indonesia (RRI), saat diwawancarai oleh Capital FM, Ed Sheeran mengakui bahwa karya ini adalah lagu paling emosional yang pernah ia tulis. Ia menciptakan lirik tersebut di dalam kamar hotel sebagai cara untuk mengatasi rasa sepi yang melanda saat berada jauh dari rumah.

We keep this love in a photograph 

We made these memories for ourselves 

Where our eyes are never closing 

Our hearts were never broken 

And time’s forever frozen, still

Penggalan lirik pembuka tersebut menggambarkan secara puitis dan penuh nostalgia tentang bagaimana sebuah foto mampu mengabadikan momen cinta serta kebersamaan dalam keadaan sempurna, tanpa luka, tanpa mata yang terpejam, dan dengan waktu yang terhenti selamanya. Proses penulisan Photograph mencerminkan refleksi Ed Sheeran terhadap nilai sebuah kenangan. Ia menggambarkan bagaimana foto-foto itu membantunya melawan rasa sepi di kamar hotel yang asing setelah penampilan panggung. Ia percaya bahwa meskipun fisiknya berada jauh di ujung dunia, orang-orang terdekatnya tetap terasa dekat melalui kenangan yang diabadikan. Lirik-lirik selanjutnya juga semakin memperkuat pesan universal ini:

So you can keep me 

Inside the pocket of your ripped jeans 

Holding me close until our eyes meet 

You won’t ever be alone, wait for me to come home

Dalam lagu ini, Ed Sheeran meyakini bahwa cinta bukan sekadar perihal kebahagiaan. Cinta bisa menyakitkan pada beberapa keadaan, tetapi juga dapat menyembuhkan. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa itulah hakikat cinta, satu-satunya hal yang kita kenal dan yang membuat kita belajar serta bertumbuh dalam kehidupan.

Hingga tahun 2026, Photograph tetap populer dan relevan sebagai pengingat akan pentingnya mendokumentasikan momen bersama orang-orang yang disayangi. Lagu ini mendorong pendengar untuk lebih menghargai ikatan keluarga dan persahabatan dengan menyimpan kenangan dalam bentuk visual yang bertahan lama. Dari sebuah polaroid sederhana, Ed Sheeran telah menciptakan karya yang tidak hanya abadi secara artistik, tetapi juga menjadi jembatan emosional bagi jutaan orang di seluruh dunia.

Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.