Oleh: Anastasyia Dwi T Sitinjak
Suara USU, Medan. Merenungkan perjalanan hidup dan meyakini bahwa selalu ada secercah cahaya di tengah keterpurukan tergambar melalui lagu “Masih Ada Cahaya” karya Idgitaf. Dirilis pada 15 Mei 2026, lagu ini merupakan kolaborasi Idgitaf dengan penyanyi Hindia dan menjadi bagian dari album keduanya yang berjudul Berusaha di Bawah Hujan. Melalui perpaduan lirik puitis dan aransemen sederhana yang emosional, lagu ini menghadirkan pengalaman mendengarkan yang menyentuh sekaligus mengajak pendengar untuk kembali bangkit dari keterpurukannya.
Secara musikal, lagu ini diaransemen oleh Rama Harto dan Luthfi Adianto dengan membangun melodi magis dan emosional. Karakter vokal Idgitaf yang lembut dan penuh perasaan berpadu sempurna dengan vokal Hindia yang berat dan khas. Perbandingan karakter vokal tersebut justru memperkuat narasi lagu, seolah-olah mewakili dialog antara sisi rapuh dan sisi kuat di dalam diri manusia. Selain itu, melodi lagu ini diawali secara minimalis untuk memberikan ruang pada lirik agar terdengar sangat personal. Dengan dominasi piano yang lembut, secara perlahan lagu ini memberi kesan intim, sunyi dan emosional.
Lahir dari bola api
Dan air mata yang dihindari
Bukan ranahku tuk hakimi
Mungkin caramu bertahan hidup sejak dini
Bunyi lirik tersebut menjadi bagian yang paling membekas dalam lagu ini. Melalui rangkaian lirik tersebut, Idgitaf dan Hindia menghadirkan gambaran tentang perjalanan hidup yang tidak selalu mudah. Frasa “lahir dari bola api” dapat dimaknai sebagai metafora seseorang yang tumbuh di tengah berbagai kesulitan, konflik, atau pengalaman menyakitkan sejak lama. Sementara frasa “air mata yang dihindari” menggambarkan luka batin yang sengaja dipendam karena terlalu berat untuk dihadapi atau diungkapkan.
Makna lagu semakin terasa dibagian lirik “bukan ranahku tuk hakimi”. Lirik ini seolah mengajak pendengar untuk tidak mudah menilai seseorang hanya dari apa yang terlihat dipermukaan. Setiap individu memiliki cerita dan pengalaman hidup yang berbeda-beda.
Di balik mendung hatimu
Kulihat sesuatu di situ
Masih ada cahaya
Bagian lirik tersebut, pendengar seolah diingatkan bahwa di balik setiap masa sulit, selalu ada secercah harapan. Cahaya menjadi simbol bahwa seberat apapun masalah, masih ada jalan untuk terus melangkah maju.
Selain maknanya yang mendalam, kekuatan lagu ini juga terletak pada pemilihan kata yang tidak menggunakan bahasa yang rumit, tetapi mampu menyampaikan emosi secara kuat dan sarat makna. Kesederhanaan diksi justru membuat pesan lagu terasa lebih dekat dengan pengalaman banyak orang sehingga pendengar dapat menafsirkan maknanya sesuai perjalanan hidup masing-masing.
Lagu ini juga mengandung pesan spiritual melalui lirik.
Tapi terang bercahaya dalam gelap
Dan gelap tak dapat menguasainya
Demikianlah sabda-Nya.
Melalui penggalan lirik tersebut, pendengar diajak untuk merenungkan bahwa harapan akan selalu ada bahkan dalam situasi yang paling kelam sekalipun. Pesan spiritual yang disampaikan tidak terasa menggurui melainkan menjadi penenang bagi siapa yang mendengarnya.
Secara keseluruhan, “Masih Ada Cahaya” merupakan lagu yang tidak hanya memberikan kesan indah dari sisi musikal, melainkan menghadirkan pesan dan refleksi yang nyata mengenai kehidupan dan pengharapan. Kolaborasi antara Idgitaf degan Hindia ini akhirnya mampu menciptakan karya yang tidak hanya indah untuk didengar, tetapi juga mampu menyentuh sisi kehidupan manusia.
Dengan demikian, kehadiran lagu “Masih Ada Cahaya” terasa sangat relevan sebagai penyeimbang di tengah ritme masyarakat modern yang serba cepat. Pesan reflektif dalam lagu tersebut menjadikan karya ini layak diapresiasi oleh seluruh kalangan pendengar.
Redaktur: Muhassanah Nasution
Leave a comment