Oleh: Dinda Sri Aulia
Suara USU, Medan. Kerinduan terhadap rumah menjadi tema utama yang dihadirkan Mahalini bersama Nosstress melalui lagu Rindu Ku Rindu. Lagu ini tidak hanya menggambarkan kerinduan terhadap seseorang, tetapi juga terhadap tempat dan kenangan yang memberikan kedamaian. Perasaan tersebut dekat dengan kehidupan para perantau yang harus meninggalkan keluarga demi pendidikan, pekerjaan, maupun mengejar impian.
Dirilis pada 30 Oktober 2025, Rindu Ku Rindu menjadi salah satu lagu dalam album kedua Mahalini, KOMA. Berkolaborasi dengan grup musik asal Bali, Nosstress, Mahalini memadukan warna pop dengan sentuhan folk yang kental dengan nuansa budaya Bali. Aransemen yang lembut dan vokal Mahalini yang khas menciptakan suasana hangat dan menenangkan, sekaligus memperkuat pesan tentang kerinduan dan keinginan untuk kembali.
Lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang yang mencoba memahami kehidupan di tengah berbagai perubahan. Kerinduan yang muncul bukan sekadar keinginan untuk kembali ke suatu tempat, tetapi juga pencarian terhadap ketenangan yang mungkin terasa hilang selama menjalani kehidupan jauh dari rumah.
Ribuan malam kulewati, riuh pikiran kuhadapi
Cemaskan hal yang terkadang tak kupahami
Potongan tersebut menggambarkan kegelisahan seseorang dalam menghadapi hari-hari yang dipenuhi pikiran dan kecemasan. Bagi perantau, suasana tersebut dapat menjadi gambaran ketika harus menjalani berbagai persoalan tanpa keluarga di dekatnya.
Meski telah jauh melangkah, selalu ada tempat yang terasa tidak tergantikan. Rumah dalam lagu ini tidak hanya dimaknai sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai ruang yang menyimpan kehangatan, kenangan, dan rasa aman.
Meski telah jauh ku berlari, ada hal yang takkan terganti
Tenang yang kudambakan, tempat ku kembali
Penggalan tersebut menegaskan bahwa perjalanan sejauh apa pun tidak selalu menghilangkan keinginan untuk kembali. Rumah menjadi tempat seseorang dapat beristirahat dari berbagai tuntutan dan menemukan ketenangan tanpa harus menyembunyikan beban yang dipikul.
Kerinduan itu kemudian mencapai puncaknya ketika lagu secara langsung menyuarakan keinginan untuk pulang.
Rindu, ku rindu
Ramai suara, banyak cerita
Kala bersama
Rindu, ku rindu pulang ke rumah
Ruang ‘tuk ku mengadu
Kesederhanaan penggalan tersebut justru memperkuat emosi yang dibangun sepanjang lagu. Keinginan pulang tidak hanya berarti kembali secara fisik, tetapi juga bertemu dengan orang-orang tercinta, berbagi cerita, dan menemukan kembali ruang untuk mengadu.
Makna tersebut semakin terasa melalui gambaran rumah sebagai tempat yang menerima seseorang tanpa syarat. Di tengah kehidupan yang terus berubah, rumah menjadi simbol dari keterikatan emosional terhadap keluarga, masa lalu, dan pengalaman yang membentuk diri.
Meski dunia berubah
Rumah kurasakan sama
Ke mana pun melangkah
Rindu ‘kan tuntunku pulang
Waktu boleh berjalan dan keadaan dapat berubah, tetapi rasa nyaman yang melekat pada rumah tetap menjadi sesuatu yang dirindukan. Pada titik ini, lagu tidak hanya berbicara tentang perpisahan, tetapi juga tentang menemukan makna pulang kepada orang tercinta, kenangan, bahkan kepada diri sendiri yang mungkin sempat hilang dalam perjalanan hidup.
Kehadiran Nosstress turut memperkuat nuansa tersebut melalui warna musik yang sederhana dan hangat. Perpaduan karakter Mahalini dengan sentuhan folk khas Nosstress membuat Rindu Ku Rindu terasa intim sekaligus dekat dengan pengalaman pendengar, terutama mereka yang sedang menjalani kehidupan jauh dari rumah.
Pada akhirnya, Rindu Ku Rindu menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun seseorang melangkah, selalu ada tempat yang menyimpan ketenangan dan kasih yang sulit tergantikan. Bagi mahasiswa dan perantau, lagu ini dapat menjadi teman untuk mengingat rumah di tengah kesibukan dan perubahan hidup. Sebab, pulang bukan hanya tentang kembali ke suatu tempat, tetapi juga tentang menemukan kembali rasa tenang dan diri sendiri yang selalu menunggu di sana.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment