Reporter: Tania Renata Panjaitan
Suara USU, Medan. Dua mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Juara II ganda campuran cabang badminton pada ajang 25th Indonesia, Malaysia, dan Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Varsity Carnival 2026 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sumatera Barat, pada 23–28 Agustus 2026.
Prestasi tersebut diraih oleh Fransiska Pray Adventri Sitopu, mahasiswi Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Muhammad Haykal, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik (FT).
25th IMT-GT Varsity Carnival 2026 merupakan ajang pertemuan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang diselenggarakan sebagai bagian dari kerja sama kawasan. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berkompetisi sekaligus memperluas pengalaman dan jejaring dengan mahasiswa dari negara lain.
Salah satu anggota tim, Fransiska Pray Adventri Sitopu, mengaku tertarik mengikuti kompetisi tersebut karena memiliki minat terhadap bulu tangkis.
“Motivasi saya mengikuti pertandingan ini karena memang memiliki ketertarikan terhadap bulu tangkis. Saya juga ingin membanggakan dan membawa nama baik kampus. Selain itu, saya ingin mendapatkan pengalaman dan menjalin relasi dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain,” ungkapnya.
Untuk menghadapi pertandingan, keduanya melakukan persiapan melalui latihan, menjaga kondisi fisik, dan mempersiapkan strategi permainan. Dukungan dari teman-teman dan pendamping kegiatan juga membantu mereka selama proses persiapan.
“Sebelum pertandingan, kami melakukan latihan untuk meningkatkan kemampuan bermain, menjaga kondisi fisik, serta mempersiapkan strategi,” ujarnya.
Dalam pertandingan, keduanya membagi peran sesuai kemampuan masing-masing dan mengutamakan komunikasi serta kerja sama.
“Kami membagi peran sesuai dengan kemampuan kami masing-masing. Yang paling penting itu adalah komunikasi dan saling menutupi ketika bermain,” jelas Fransiska.
Selain itu, keduanya menghadapi lawan dengan kemampuan yang beragam serta harus menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap fokus selama pertandingan.
“Tantangan terbesar adalah menghadapi lawan yang memiliki kemampuan berbeda-beda. Selain itu, kami harus menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap fokus, terutama ketika pertandingan berlangsung dengan sangat ketat,” paparnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Fransiska dan Haykal berusaha tetap tenang dan menjaga komunikasi selama pertandingan. Mereka juga mengevaluasi kesalahan pada pertandingan sebelumnya agar tidak terulang.
Menurut Fransiska, kekompakan menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka dalam meraih Juara II. Kepercayaan terhadap pasangan dan kemampuan untuk tetap fokus turut membantu keduanya menghadapi tekanan selama pertandingan.
“Kuncinya adalah kekompakan, komunikasi, kerja sama, fokus, dan tidak mudah menyerah. Walaupun ada tekanan selama pertandingan, kami berusaha tetap percaya kepada pasangan,” tuturnya.
Bagi keduanya, pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan dan membangun jejaring melalui kompetisi. Pengalaman menghadapi lawan dari latar belakang yang berbeda menjadi bagian penting dari perjalanan mereka selama mengikuti ajang tersebut.
Fransiska berpesan agar mahasiswa tidak ragu mengikuti kompetisi dan menjadikannya sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri.
“Jangan takut untuk mencoba mengikuti perlombaan. Tidak harus langsung berpikir tentang menang, karena dari perlombaan kita bisa mendapatkan pengalaman, meningkatkan kemampuan, dan bertemu dengan orang-orang baru. Yang paling penting adalah mempersiapkan diri dengan baik dan memberikan yang terbaik,” tutupnya.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment