Oleh: Dinda Sri Aulia
Suara USU, Medan. Sebanyak 82 mahasiswa angkatan 2025 Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB), Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (USU), mengunjungi perkebunan dan pabrik kelapa sawit PTPN IV Regional II Unit Adolina pada Sabtu (17/10/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Tanaman Perkebunan 1 untuk mengenal proses budidaya hingga pengolahan kelapa sawit secara langsung.
Kegiatan ini didampingi oleh tiga dosen, yakni Vira Irma Sari, S.P., M.Si., Nursa’adah, S.ST., M.Agr., dan Rouzatul Nafisah, S.P., M.Si., serta tiga asisten laboratorium Tanaman Perkebunan 1.
Dosen pendamping, Vira Irma Sari, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan menghubungkan materi perkuliahan dengan praktik di lapangan. Sebelumnya, mahasiswa telah mempelajari budidaya kelapa sawit selama tujuh pertemuan di kelas.
“Dengan field trip ini diharapkan mahasiswa dapat melihat langsung rangkaian kegiatan teknis budidaya tersebut dan lebih mudah memahaminya,” jelas Vira.
Di area perkebunan, mahasiswa mendapat penjelasan dari M. Kevin Bramantyo selaku asisten kepala mengenai pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta pemanenan. Mahasiswa juga mempelajari perhitungan angka kerapatan panen (AKP), kebutuhan tenaga kerja, dan pengangkutan hasil panen. Sementara itu, Pindo Prasetio selaku asisten afdeling 2 menjelaskan peran serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus dalam mendukung penyerbukan kelapa sawit.
Kunjungan dilanjutkan ke pabrik kelapa sawit (PKS) Adolina. Setelah disambut oleh Jealsohn Nico Sinulingga selaku manajer pabrik, mahasiswa didampingi Dyo Fauzan selaku asisten PKS untuk mengamati tahapan pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO) dan inti sawit (palm kernel). Mereka juga mendapat penjelasan mengenai penggunaan mesin dan peralatan dalam proses produksi.
Salah seorang mahasiswa, Muhammad Ikank Rivaldi, mengatakan bahwa kunjungan tersebut membantunya memahami proses pengolahan kelapa sawit secara lebih nyata, terutama melalui pengamatan langsung terhadap mesin-mesin di pabrik.
“Kegiatan field trip ini sangat membantu karena kita bisa melihat langsung. Meskipun materi memang dapat dipahami, dengan melihat langsung kita akan menjadi lebih ingat,” ungkap Ikank.
Vira berharap pengalaman tersebut dapat menambah pengetahuan dan kompetensi mahasiswa sekaligus menumbuhkan minat untuk berkarier di sektor perkebunan kelapa sawit. Ia menyebut kunjungan ini sebagai pengalaman lapangan pertama bagi mahasiswa TPB angkatan 2025.
“Generasi muda inilah yang sangat diharapkan dapat memajukan bidang perkebunan kelapa sawit Indonesia,” tutup Vira.
Redaktur: Siti Farhatun Nafis Azhari
Leave a comment