
Reporter: Jesika Yusnita Laoly/ Jerri Sihaloho
Suara USU, Medan. (10/12) Perayaan Natal Program Studi Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara sukses digelar di Gelanggang Mahasiswa USU pada pukul 17.00WIB hingga selesai. Dengan tema “Gift For The Lord”, acara ini menghadirkan kombinasi ibadah yang berbalut seni budaya dan musik yang mengesankan.
Perayaan Natal ini berhasil menarik ribuan jemaat, termasuk mahasiswa, civitas akademik USU, dan tamu undangan dari luar USU. Acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dari komunitas dan individu, seperti Black Canal Community, Komunal Primitif, Benny Tambak, Kristina Samosir, Roni Sihite, serta CBD. Tidak hanya itu, persembahan tari-tarian tradisional seperti Tari Perang Nias, Lompat Batu, dan persembahan tarian dari berbagai daerah berhasil menjadi daya tarik utama dalam perayaan ini. Selain itu, penampilan musik yang memukau dari para guest star juga turut melengkapi kemeriahan suasana Natal Etnomusikologi USU 2024.
Hubari Gulo, S.Sn., M.Sn., dosen program studi Etnomusikologi USU, dalam sambutannya menyampaikan pesan yang mendalam kepada mahasiswa. “Tanggung jawab utama seorang mahasiswa adalah menyelesaikan studi dengan gemilang. Dan tanggung jawab kita sebagai anak-anak Tuhan adalah untuk tetap percaya dan melayani Tuhan dengan segenap hati,” ujarnya.
Sementara itu, ketua panitia natal, Dede Naibaho, dalam wawancaranya menjelaskan filosofi di balik tema “Gift For The Lord.“ Tema “Gift For The Lord” terinspirasi dari kisah kelahiran Yesus, di mana tiga orang majus mempersembahkan emas, mur, dan kemenyan. Kami, mahasiswa Etnomusikologi, ingin mempersembahkan pertunjukan seni budaya sebagai bentuk hadiah kepada Sang Juru Selamat,” kata Dede.
Ia menambahkan bahwa konsep acara ini dirancang untuk memadukan unsur budaya dan musik yang menjadi bidang keahlian mereka. “Kami ingin memberikan persembahan terbaik melalui ilmu yang telah kami pelajari, baik dalam musik maupun tarian. Ini adalah bentuk penghormatan kami kepada kelahiran Sang Juru Selamat sekaligus upaya melestarikan warisan budaya Nusantara,” tambahnya.
Selain itu, Dede juga menyampaikan harapannya agar perayaan natal ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara mahasiswa, alumni, dan civitas akademik Etnomusikologi. Ia juga berharap nilai-nilai kekeluargaan dan persaudaraan dapat semakin kokoh di masa mendatang.
Perayaan natal Etnomusikologi USU tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga sarana memperkuat kecintaan pada seni budaya. Semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap tradisi yang ditampilkan dalam acara ini sejalan dengan nilai-nilai iman yang tertuang dalam tema “Gift For The Lord”.
Redaktur: Hanna Letare
Leave a comment