Reporter: Nelly Nadezda Berzanti Novna
Suara USU, Medan. Paduan Suara El Shaddai Universitas Sumatera Utara berhasil meraih tiga penghargaan pada kategori berbeda dalam ajang internasional Korea International Choir Competition yang diselenggarakan pada 26 Februari hingga 1 Maret 2026 di Incheon National University, Incheon, Korea Selatan.
Korea International Choir Competition merupakan kompetisi paduan suara internasional yang menyediakan platform bagi para pecinta musik dari berbagai negara untuk berkumpul melalui seni paduan suara. Ajang ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah pertukaran artistik dan pertemuan berbagai budaya melalui musik.
Dalam kompetisi tersebut, Paduan Suara El Shaddai USU mengikuti tiga kategori lomba, yaitu Equal Voice Category, Folklore Category, dan Sacred Music Category. Tim berhasil meraih Winner of Category (1st Place Gold Medal) pada Equal Voice Category, 2nd Place Gold Medal pada Folklore Category, serta 3rd Place Gold Medal pada Sacred Music Category.
Rachel Amelia Sidabutar, salah satu anggota tim, mengatakan bahwa kompetisi ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi peserta untuk berlomba, tetapi juga membuka peluang untuk mengenal budaya serta lingkungan negara lain. Ia menyebutkan bahwa sejumlah negara turut berpartisipasi dalam ajang tersebut, di antaranya Korea Selatan, Rusia, Filipina, Amerika Serikat, dan Indonesia.
Tim Paduan Suara El Shaddai yang berjumlah 23 anggota mengikuti kompetisi ini sebagai bagian dari upaya untuk menguji kualitas kemampuan bernyanyi sekaligus menambah pengalaman tampil di panggung internasional. Melalui kompetisi ini, para anggota tim dapat mengukur kemampuan mereka sekaligus memperluas wawasan dalam dunia paduan suara.
Salah satu anggota tim, Feniati Nazara, menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti kompetisi dipilih melalui proses seleksi yang cukup panjang. “Seleksi dilakukan sekitar satu tahun sebelum pelaksanaan kompetisi untuk memastikan kesiapan anggota yang akan tampil. Pemilihan peserta juga disesuaikan dengan kebutuhan lagu serta kategori lomba yang diikuti, yaitu Equal Voice atau suara sejenis,” ujarnya.
Selama proses persiapan hingga penampilan di panggung kompetisi, tim El Shaddai dipimpin oleh Rudolf Aristeus Nababan sebagai konduktor. Rudolf merupakan alumni Universitas Sumatera Utara yang sebelumnya juga pernah menjadi anggota Paduan Suara El Shaddai.
Di balik pencapaian tersebut, tim El Shaddai juga menghadapi berbagai tantangan selama proses persiapan. Salah satu tantangan terbesar adalah dinamika antar anggota tim serta upaya penggalangan dana untuk kebutuhan keberangkatan mengikuti kompetisi.
Theresia Batubara, anggota tim, menjelaskan bahwa persiapan kompetisi telah dilakukan sekitar satu tahun sebelumnya. Selama masa persiapan, para anggota melakukan berbagai kegiatan penggalangan dana untuk mendukung keberangkatan mereka. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain mengadakan bazar setiap minggu, menjual merchandise, menawarkan pengisian acara, serta mengadakan konser di dalam maupun di luar kota Medan.
Selain usaha dari internal tim, dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Universitas Sumatera Utara serta para alumni Paduan Suara El Shaddai yang memberikan dukungan moral maupun bantuan lainnya.
Bagi para anggota tim, pengalaman mengikuti kompetisi internasional ini memberikan banyak pelajaran berharga, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan bermusik tetapi juga dalam menjalani proses serta membangun kerja sama tim. “Bagi kami, proses persiapan menuju kompetisi sebenarnya sudah menjadi bagian dari kompetisi itu sendiri. Pelajaran paling berharga yang kami dapatkan adalah belajar bersabar dalam menjalani proses serta terus berusaha menjadi lebih baik setiap hari,” ujar Theresia.
Paduan Suara El Shaddai USU berharap pengalaman dari kompetisi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas di masa mendatang. Pengalaman berada di Korea Selatan juga memberikan inspirasi tersendiri bagi tim, terutama dalam melihat budaya kerja masyarakat yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan keteraturan.
Redaktur: Debora Gracia Nauli
Leave a comment