Home Kuliner Pakkat : Kuliner Unik Khas Sumatera Utara Menggugah Selera
Kuliner

Pakkat : Kuliner Unik Khas Sumatera Utara Menggugah Selera

Share

Reporter : Putri Aisyah

Suara USU, Medan. Saat memasuki bulan Ramadhan, Indonesia dipenuhi dengan keberagaman makanan dan takjil yang khas dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Pakkat, sebuah hidangan khas dari Mandailing dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang sangat diminati oleh masyarakat. Pakkat terbuat dari pucuk batang rotan muda menjadi bukti nyata akan kekayaan kuliner nusantara. Hampir di setiap sudut Sumatera Utara, terutama saat bulan Ramadhan, pedagang-pedagang menjajakan Pakkat di pinggir jalan. Salah satu tempat yang terkenal dengan penjual Pakkat adalah daerah Medan Tembung tepatnya dekat Pintu keluar gerbang tol bandar selamat, yang buka mulai dari jam 12 siang dengan harga sekitar Rp10.000/bungkus, serta sambal yang dijual terpisah.

Dibuat dari pucuk batang rotan muda, Pakkat memiliki cita rasa yang unik dan menggugah selera. Berbeda dengan makanan-makanan manis dan asin lainnya yang biasanya dijumpai saat Ramadhan, Pakkat memiliki rasa pahit yang pas di lidah dan dikatakan dapat meningkatkan selera makan, rasa pahitnya tidak membekas di lidah, menjadikannya pilihan yang segar dan menyenangkan untuk dinikmati.

Dalam menyantap Pakkat, seringkali juga disajikan dengan pelengkap berupa ikan sale, menciptakan harmoni cita rasa yang khas. Khususnya bagi warga Tapanuli Selatan, perpaduan Pakkat dan ikan sale memberikan pengalaman kuliner yang memuaskan. Tak heran jika menu ini juga menjadi kegemaran bagi warga suku Batak Angkola dan Mandailing.

Proses pengolahan Pakkat memerlukan keahlian khusus dan kesabaran. Proses memasaknya hingga matang membutuhkan waktu sekitar empat jam. Kulit Pakkat harus benar-benar sampai hitam agar bagian dalamnya memiliki warna yang tepat, karena jika tidak, bagian dalamnya akan berwarna kuning yang membuatnya kurang enak saat disantap. Hanya dengan menggunakan pucuk batang rotan muda yang berkualitas, Pakkat dapat disajikan dengan cita rasa yang autentik. Kemudian, disantap bersama sambal sebagai pelengkap, Pakkat menjadi pilihan yang tepat untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Selain dipanggang, Pakkat juga dapat disajikan dalam berbagai variasi, seperti direbus atau digulai. Tidak hanya sebagai hidangan berbuka puasa, Pakkat juga dipercaya dapat memulihkan tenaga setelah seharian berpuasa. Bagi mereka yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari hidangan manis atau asin saat berbuka puasa, Pakkat merupakan pilihan yang menarik dan memuaskan. Dengan cita rasa yang unik dan proses pembuatannya yang membutuhkan kesabaran, Pakkat menjadi salah satu kuliner khas yang patut dicoba saat berada di Sumatera Utara, terutama saat bulan Ramadhan. Jadi Sobat Suara USU, yuk mencoba Pakkat dan rasakan pengalaman kuliner yang berbeda!

Redaktur : Khalda Mahirah Panggabean

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.