Home Kuliner Clorot, Si Manis Legit yang Melorot dari Balutan Janur
Kuliner

Clorot, Si Manis Legit yang Melorot dari Balutan Janur

Share

Oleh: Adelia Jasmine Efendi

Suara USU, Medan. Clorot merupakan jajanan tradisional khas Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang dikenal melalui bentuk kerucutnya yang dibungkus janur muda. Kue berbahan tepung beras, gula merah, santan, garam, dan pandan ini memiliki rasa manis dan gurih dengan tekstur lembut serta kenyal, menyerupai dodol. Keunikannya tidak hanya terletak pada bentuk dan rasa, tetapi juga pada cara pembuatan dan penyajiannya.

Clorot dibuat dengan memasukkan adonan ke dalam selongsong janur yang telah dibentuk menyerupai kerucut, kemudian dikukus hingga matang. Janur tidak sekadar berfungsi sebagai pembungkus, tetapi menjadi bagian dari identitas clorot. Pembuatannya membutuhkan ketelitian karena janur harus digulung dan dianyam hingga mampu menahan adonan selama proses pengukusan.

Bahan-bahan yang digunakan menghasilkan karakter khas pada clorot. Tepung beras menjadi bahan utama, gula merah memberikan rasa manis sekaligus warna kecokelatan, sedangkan santan menambahkan cita rasa gurih. Pandan turut memberikan aroma pada adonan sehingga menghasilkan perpaduan rasa dan aroma yang khas.

Keunikan clorot juga terlihat dari cara menyantapnya. Berbeda dengan jajanan yang dibungkus daun dan harus dibuka terlebih dahulu, clorot dinikmati dengan menekan bagian bawah selongsong janur menggunakan jari. Tekanan tersebut membuat kue terdorong ke atas dan perlahan melorot keluar dari bungkusnya. Cara ini menjadi ciri khas clorot sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi orang yang baru pertama kali mencicipinya.

Sebutan untuk kue ini juga berbeda di sejumlah daerah. Di Bali dan Lombok, clorot dikenal sebagai cerorot, sedangkan di Brunei dan Sabah dikenal dengan nama jelurut. Meskipun memiliki sebutan berbeda, kue tersebut memiliki kemiripan dalam penggunaan selongsong janur berbentuk kerucut dan cara menyantapnya.

Sebagai jajanan pasar, clorot telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Purworejo. Kue ini dapat ditemukan di pasar tradisional dan turut hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Bagi sebagian orang, clorot bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari ingatan terhadap makanan tradisional yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Di balik bentuknya yang sederhana, proses pembuatan clorot memperlihatkan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun. Membentuk janur menjadi selongsong kerucut membutuhkan ketelitian, sedangkan konsistensi adonan turut menentukan tekstur kue setelah dikukus. Pengolahan yang tepat menghasilkan clorot yang lembut dan kenyal dengan bentuk yang tetap utuh.

Namun, keberadaan clorot menghadapi tantangan di tengah perkembangan kuliner modern. Jajanan dengan tampilan yang lebih beragam dan mudah ditemukan melalui berbagai platform membuat makanan tradisional perlu diperkenalkan secara lebih luas, terutama kepada generasi muda. Kajian mengenai clorot juga menunjukkan bahwa jajanan ini mulai kurang dikenal oleh generasi masa kini sehingga upaya pelestarian menjadi penting.

Pelestarian clorot dapat dilakukan dengan memperkenalkan sejarah, keunikan, dan cara menyantapnya melalui promosi kuliner, kegiatan budaya, serta inovasi produk tanpa menghilangkan karakter aslinya. Upaya tersebut dapat membantu memperluas pengenalan clorot sekaligus menjaga keberadaannya sebagai bagian dari kuliner tradisional.

Clorot menunjukkan bahwa bahan sederhana dapat menghasilkan pangan dengan identitas yang kuat. Perpaduan tepung beras, gula merah, santan, dan janur tidak hanya menghasilkan kudapan dengan cita rasa khas, tetapi juga menyimpan keterampilan dan kebiasaan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di tengah perkembangan kuliner modern, clorot menjadi salah satu warisan kuliner yang menarik untuk terus dikenalkan dan dilestarikan.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.