Home Kabar Kampus Pemira USU di FK Berlangsung di Tengah Padatnya Praktikum dan Ujian
Kabar Kampus

Pemira USU di FK Berlangsung di Tengah Padatnya Praktikum dan Ujian

Share

Reporter: Suci Rahmawati Siregar dan Sinaga Tesalonika

Suara USU, Medan. Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Sumatera Utara (USU) 2026 di Fakultas Kedokteran (FK) berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 pada Kamis (16/4). Pelaksanaan Pemira ini terlaksana di tengah padatnya jadwal akademik mahasiswa, seperti skripsi, ujian, dan praktikum.

Salah satu panitia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) FK USU, Jonathan Quwanyu, menyampaikan bahwa kegiatan telah dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berjalan sesuai jadwal meskipun saksi dari tiga pasangan calon (paslon) belum hadir. Panitia bahkan telah melakukan persiapan sejak pukul 07.00 WIB. “Untuk mulainya itu dari jam 8 pagi, dan kami sudah datang sejak jam 7 untuk persiapan,” ujarnya.

Namun, partisipasi mahasiswa pada pagi hari masih tergolong rendah. Hal ini dipengaruhi oleh kesibukan mahasiswa yang harus mengikuti praktikum dan ujian di waktu yang bersamaan. “Kalau pagi itu mungkin masih belum terlalu banyak, mengingat ada yang sedang praktikum dan juga ujian hari ini,” jelas Jonathan.

Sejak sekitar pukul 08.00 hingga 11.17 WIB, jumlah mahasiswa yang telah menggunakan hak pilihnya masih sekitar 10 orang. Meskipun demikian, panitia tidak menetapkan target khusus terkait jumlah partisipasi, melainkan berharap sebanyak mungkin mahasiswa dapat berpartisipasi.

Jonathan menyebutkan bahwa sejauh ini pelaksanaan kegiatan berjalan lancar tanpa kendala teknis. Panitia turut berupaya meningkatkan partisipasi dengan mengajak rekan-rekan mahasiswa secara langsung.

Salah satu mahasiswa FK yang  mengikuti Pemira, FF, menilai bahwa pelaksanaan Pemira tahun ini masih memiliki kekurangan, terutama dalam hal komunikasi. Ia menyebut bahwa informasi terkait Pemira dirasakan cukup mendadak dan kurang tersosialisasi dengan baik.

“Menurut saya sebenarnya cukup kurang dalam komunikasi saja untuk Pemira tahun ini. Saya juga sempat mendengar beberapa cerita dari panitia Pemiranya. Mungkin karena dipegang sama pihak kampus langsung ya tahun ini, jadi terasa agak tiba-tiba, dan panitianya juga kurang bisa menjelaskan ke yang lainnya,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa lainnya, FM, juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemira tahun ini bertepatan dengan padatnya jadwal akademik, seperti praktikum dan ujian. Ia juga menyoroti bahwa informasi terkait tata cara Pemira baru disampaikan satu hari sebelum pelaksanaan, sehingga dinilai kurang memberikan waktu persiapan bagi mahasiswa. Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh mahasiswa lain, AM, yang menilai bahwa Pemira tahun ini justru lebih memudahkan dan menarik untuk diikuti.

Meski terdapat perbedaan pandangan, mereka sepakat bahwa menggunakan hak suara dalam Pemira merupakan hal yang penting sebagai bentuk demokrasi kampus yang akan berdampak pada kepentingan mahasiswa.

Mereka juga berharap agar paslon yang terpilih nantinya dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik serta mengemban amanah sesuai dengan visi dan misi yang telah disampaikan. Mereka juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak bersifat individualistik, melainkan berorientasi pada kepentingan bersama seluruh mahasiswa.

Sejalan dengan hal tersebut, Jonathan selaku panitia KPPS berharap agar paslon yang terpilih nantinya dapat benar-benar menjadi perwakilan suara mahasiswa. Ia juga berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kesadaran untuk menggunakan hak pilihnya, mengingat hasil Pemira akan berdampak pada kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus.

Redaktur: Muhassanah Nasution

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.