SUARA USU
Uncategorized

Pengaruh Status Sosial Berdasarkan Gaya Hidup Melalui Pakaian Sehari-hari di Kalangan Mahasiswa/I UMSU Sesuai Sila ke-5 Pancasila

Penulis: Muhammad Shadiq Shabri / Franciska Natali / Dwy Aprianti Sianturi / Glady Harianja / Nabil Rifqy Pranoto / Nayla Deris Manik / Dea Syahir / Dinda Natalia Sihombing

Suara USU, Medan. Status sosial adalah posisi seseorang dalam suatu hubungan sosial yang menempatkan individu dalam hubungannya dengan orang lain dan menentukan perannya dalam masyarakat. Status sosial biasanya didasarkan pada berbagai unsur kepentingan manusia dalam kehidupan sosial, seperti pekerjaan, kekerabatan, jabatan, dan agama. Ada dua aspek dari status sosial yaitu aspek hirarkis, yang melibatkan perbandingan relatif dengan status lainnya, dan aspek fungsional, yang berhubungan dengan peran sosial yang terkait dengan status tertentu.

Gaya hidup mengacu pada cara hidup seseorang, termasuk kebiasaan, perilaku, dan pola konsumsi mereka. Gaya hidup dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status sosial, status ekonomi, dan latar belakang budaya. Gaya hidup juga dapat digunakan untuk menandakan status sosial dan latar belakang budaya. Lebih lanjut, gaya hidup juga mampu mempengaruhi perilaku konsumen dan keputusan pembelian.

Nilai-nilai Pancasila terutama sila ke-5 berpengaruh pada status sosial serta gaya berpakaian pada kalangan mahasiswa. Banyaknya timbul konflik Masyarakat dalam memenuhi kebutuhan tersier untuk memenuhi hasrat dunawi manusia. Selain itu, standarisasi untuk mengikuti kehidupan hedonisme tersebut juga dapat melemahkan nilai-nilai Pancasila di masyarakat. Sila ke-5 Pancasila memberikan landasan bagi gaya berpakaian yang menghormati kesetaraan, menghindari diskriminasi, mendorong pemenuhan hak dasar, dan memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang memerlukan dukungan.

Kedudukan Pancasila bagi Bangsa Indonesia

  • Sumber dari segala sumber hukum atau sebagai sumber hukum dasar nasional di dalam tata hukum di Indonesia.
  • Pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara.
  • Mencerminkan kepribadian khas bangsa Indonesia dan memberikan corak bangsa Indonesia serta menjadi pembeda dengan bangsa lain.
  • Mengandung norma yang mengharuskan UUD mengundangkan isi yang mewajibkan pemerintah dan penyelenggara memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.
  • Merupakan semnagat UUD 1945 untuk penyelenggaraan serta pelaksanaan pemerintahan.
  • Kedudukan ini jelas menyatakan bahwa Pancasila merupakan pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitas kehidupan bernegara. Pancasila adalah petunjuk dalam kehidupan bernegara bagi masyarakat.

Fungsi Pancasila bagi Bangsa Indonesia

  • Memberikan visi atau pandangan tentang sistem kenegaraan dan kemasyarakatan yang diinginkan oleh bangsa Indonesia.
  • Berperan sebagai norma dasar yang wajib muncul dalam setiap peraturan perundang-undangan di Indonesia.
  • Kesepakatan para pendiri negara untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang harus dilaksanakan, dipelihara, dan dilestarikan.
  • Gambaran ideal atau harapan bangsa Indonesia yang ingin dicapai melalui perjuangan Bersama.
  • Landasan atau fondasi yang menentukan arah dan tujuan negara Indonesia.
  • Memberikan corak bagi bangsa Indonesia dan dapat menjadi pembeda dengan bangsa lain.
  • Menciptakan masyarakat yang adil dan Makmur.
  • Pancasila sebagai jiwa bangsa yang berfungsi agar Indonesia tetap hidup dalam jiwa Pancasila.

Jenis-jenis Status Sosial Berdasarkan Gaya Hidup

Gaya Hidup Berstatus Tinggi

Orang dengan status sosial tinggi mungkin memiliki gaya hidup yang melibatkan barang-barang mewah, fashion kelas atas, dan hobi yang mahal. Mereka mungkin juga memiliki lebih banyak waktu luang dan kesempatan untuk melakukan perjalanan dan pengalaman budaya.

Gaya Hidup Status Menengah

Orang dengan status sosial menengah mungkin memiliki gaya hidup yang lebih sederhana yang melibatkan barang dan jasa yang praktis dan terjangkau. Mereka mungkin juga memiliki keseimbangan antara waktu kerja dan waktu luang.

Gaya Hidup Berstatus Rendah

Orang dengan status sosial rendah mungkin memiliki gaya hidup yang melibatkan kebutuhan dasar dan akses terbatas ke barang dan jasa. Mereka mungkin juga memiliki kesempatan terbatas untuk pendidikan dan peningkatan karier.

Dampak Positif dan Negatif Status Sosial Berdasarkan Gaya Hidup

Dampak Positif

Orang dengan status sosial yang tinggi mungkin memiliki akses ke pendidikan, perawatan kesehatan, dan peluang kerja yang lebih baik, yang dapat mengarah pada kualitas hidup yang lebih tinggi.

  • Orang dengan status sosial yang tinggi mungkin memiliki lebih banyak waktu luang dan kesempatan untuk melakukan perjalanan dan pengalaman budaya.
  • Orang dengan status sosial tinggi mungkin memiliki akses ke barang-barang mewah dan mode kelas atas, yang dapat meningkatkan gaya hidup mereka.

Dampak Negatif

Gaya hidup berstatus tinggi dapat menyebabkan konsumsi dan materialisme yang berlebihan, yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial.

  • Orang dengan status sosial rendah mungkin mengalami keterbatasan akses terhadap sumber daya dan peluang, yang dapat menyebabkan kualitas hidup yang lebih rendah.
  • Status sosial dapat menciptakan perpecahan dan ketidaksetaraan sosial, yang dapat menyebabkan ketegangan dan konflik sosial.
  • Tumbuhnya sikap hedonisme dan konsumtif.
  • Terjadinya kejahatan demi memenuhi kebutuhan hidup terutama bagi masyarakat yang memilih hidup dengan standar yang tidak seharusnya.
  • Lebih mementingkan diri sendiri dan hilangnya rasa empati dan simpati.
  • Munculnya rasa iri diantara masyarakat dan dapat menimbulkan perundungan.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Pancasila dengan Dosen Pengampu: Onan Markali Siregar S.Sos., M.Si

Redaktur: Anna Fauziah Pane

Related posts

Menambah Ketertarikan Belajar Murid SD Negeri 064988, Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Hadirkan Metode Belajar Asyik

redaksi

Kepemimpinan dan Peran Pemimpin dalam Perusahaan (Penelitian Terhadap PT. Mestika Sakti)

redaksi

Menilik Budaya dalam UKM U.L.O.S

redaksi