SUARA USU
Uncategorized

Peningkatan Minat Belajar Siswa dengan Variasi Belajar Audio Visual dan Interaktif di SDN 060890 Medan Polonia

Penulis: Nadila Ardhia Garini

Suara USU, Medan. Seorang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara mengikuti program Kampus Mengajar MBKM Mitra USU yang kegiatannya dilaksanakan mulai tanggal 13 Maret 2023 sampai dengan 30 Juni 2023 di UPT SDN 060890 Medan Polonia yang berada di Jl. Pendidikan No. 218, Medan Polonia.

Program kampus mengajar sendiri merupakan suatu program dari MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang dimana merupakan bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar biasa oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan mahasiswi untuk mengasah kemampuan sesuai minat dan bakat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier di masa depan.

Mitra sendiri merupakan Organisasi atau Industri yang terdaftar pada program Kampus Merdeka dengan menawarkan program untuk meningkatkan akselerasi pengembangan Ekosistem Pembelajaran Bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi.

Universitas sumatera utara sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri turut ikut serta mensukseskan program kerja Kemdikbud Ristek dengan membuja program yang sama dengan cakupan local untuk membuka kesempatan sebesar – besarnya bagi Mahasiswa dan Mitra untuk membangun dan meralisasikan program terbaik.

Menurut hasil observasi mahasiswa, SDN 060890 Medan Polonia masih terdapat siswa siswi yang kurang dalam kemampuan berhitung dan membaca, bahkan minat belajar siswa siswi masih dikategorikan kurang. Selain itu, rasa kepercayaan diri siswa siswi di sekolah tersebut masih sangat rendah. Hal tersebut dapat dilihat ketika dilakukannya interaksi antara siswa dengan guru saat proses belajar berlangsung. Mereka sering kali merasa tidak percaya diri, malu bahkan takut jika disuruh untuk berbicara di depan.

Proses pembelajaran di sekolah tersebut masih menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswa. Hal ini yang mungkin menjadikan proses pembelajaran kurang interaktif. Padahal, banyak variasi yang dapat digunakan oleh para guru yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa siswi dalam proses pembelajaran. Banyak variasi yang dapat diterapkan seperti variasi dalam gaya mengajar, variasi berinteraksi antara siswa dan guru serta variasi dalam menggunakan media pembelajaran yang inovatif.

Di sekolah ini juga terdapat proyektor dan jaringan internet yang dapat digunakan untuk meningkatkan kwalitas pembelajaran. Namun guru guru tidak memiliki waktu banyak serta kemampuan dalam mengembangkan inovasi belajar menggunakan media tersebut terutama pada guru senior. Oleh sebab itu, kehadiran mahasiswa Kampus Mengajar Mitra USU membantu memaksimalkan proses pembelajaran agar terjadi output dalam peningkatan kemampuan literasi dan numerasi yang merupakan tujuan utama dari program Kampus Mengajar.

Nadila Ardhia Garini, mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Sumatera Utara yang mengikuti program Kampus Mengajar Mitra USU menyebutkan bahwa upaya dalam peningkatan kemampuan Literasi dan Numerasi diawali dengan kemauan dari dalam diri siswa itu sendiri. Dimana dari kemauan itulah timbul adanya daya Tarik siswa yang semakin meningkat dalam mengikuti proses pembelajaran.

Disini mahasiswa tersebut memberikan pengajaran dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah dengan cukup maksimal. “Saya terkadang memanfaatkan sarana dan prasana sekolah dalam melakukan program saya dengan menggunakan sarana seperti proyektor dan speaker dalam pemberian dan penampilan hiburan untuk siswa siswi sekolah tersebut. Hal ini saya lakukan untuk memberikan hiburan yang juga memiliki pengajaran sebagai upaya meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran. Selain hiburan, dalam proses belajar yang serius pun tetap saya maksimalkan pada penciptaan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa siswi.” Ucapnya.

Terdapat beberapa tahapan yang dilakukan dalam mencapai tujuan pembelajaran dan peningkatan rasa percaya diri bagi siswa.

  1. Tahap Engagament, Intake, Contract

Awal mula mahasiswa terhubung dengan sekolah ini untuk melakukan program Kampus Mengajar. Mahasiswa mendatangi dan mengobservasi sekolah untuk menjelaskan tujuan kedatangan dan mengetahui kondisi sekolah agar mendapatkan gambaran program yang akan dibuat dan dilaksanakan. Kedatangan mahasiswa tersebut juga dilanjutkan dengan pemberian Kontrak Praktik di SDN 060890 Medan Polonia. Kontrak tersebut diterima dan disetujui oleh Kepla Sekolah tersebut dan langsung memilih guru Pamong sebagai pendamping Mahasiswa dalam melakukan kegiatan Kampus Mengajar di sekolah tersebut.

  1. Tahap Assesment

Pada tahap ini, mahasiswa melakukan pendekatan kepada beberapa siswa siswi dengan tujuan untuk mengetahui kendala ataupun masalah apa yang menjadi kendala dalam proses belajar di sekolah tersebut.  Setelah mereka bercerita mengenai hal tersebut, hasil dari pendekatan ini mahasiswa kaitkan dengan observasi awal. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat kendala dimana siswa kurang dapat menangkap pembelajaran dengan cepat dan pembelajaran yang monoton yang pada akhirnya membuat minat belajar siswa siswi rendah. Selain itu, metode pembelajaran yang monoton dimana banyak menggunakan metode ceramah dan tidak interaktif membuat rasa percaya diri siswa siswi rendah dalam berinteraksi dan mengekspresikan diri.

  1. Tahap Planning

Mahasiswa membuat rancangan Program untuk membantu menyelesaikan kendala yang menjadi penghambat proses pembelajaran. Rencangan program ini awalnya dilakukan diskusi terlebih dahulu dengan Kepala Sekolah tentang apa – apa saja yang akan dilakukan guna menyelesaikan kendala tersebut. Lalu rencangan Program mendapatkan persetujuan dari Kepala Sekolah beserta guru pamong. Rencana yang akan dilakukan adalah menerapkan Variasi belajar Audio – Visual yang diharapkan akan meningkatkan minat belajar siswa siswi. Dan Variasi belajar berpola Interaksi (Guru – Murid, Murid – Guru, Murid – Murid).

  1. Tahap Intervensi

Pada tahap ini merupakan tahap dalam melaksanakan Praktik. Dilaksanakan-lah kedua rancangan tersebut secara bersama – sama dimana Planning penerapan Variasi Belajar Audio Visual dilakukan dengan melaksanakan proses belajar menggunakan Proyektir beserta Speaker yang menampilkan materi belajar dengan Visual yang menarik. Lalu di sela sela materi disampaikan, dilakukanlah planning Variasi Belajar Berpola Interaksi (Guru – Murid, Murid – Guru, Murid – Murid). Variasi ini awal awal memang sangat sulit dilakukan karena siswa siswi masih sangat tidak percya diri untuk melakukan interaksi terutama untuk berbicara di depan kelas. Namun secara bertahap, siswa siswi makin semangat dan berani berbicara, menjawab pertanyaan dan bericara di depan kelas. Sehingga dengan dilaksanakannya kedua Program tersebut menghasilkan rasa minat belajar siswa siswi yang meningkat dan melahirkan rasa kepercayaan diri siswa siswi dalam menyampaikan jawaban dan pendapat.

  1. Tahap Monitoring

Tahap ini melihat keberhasilan atau tidaknya program. Setelah dilakukan tahap intervensi, program yang direncanakan di tahap planning dapat dikatakan berhasil. Kedua program tersebut membuat kendala dalam proses belajar lambat laun berkurang.

  1. Tahap Evaluasi

Di tahap ini dilakukan evaluasi terhadap program yang dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya terdapat permasalahan dimana guru – guru terutama guru senior kurang dapat mengikuti dan melanjutkan Program ketika mahasiswa sudah selesai ber-praktik.

  1. Tahap Terminasi

Pada tahap ini dilakukan pemutusan hubungan antara mahasiswa dengan siswa. Pemutusan hubungan juga merupakan bukti dari keberhasilan program yang mahasiswa lakukan di SDN 060890 Medan Polonia.

Seiring berjalannya program, mahasiswa melihat respon yang sangat baik yang diberikan oleh siswa siswi ketika mahasiswa memulai proses pembelajaran. Mereka sangat bersemangat dan menjadi lebih berani serta percaya diri dalam berinteraksi serta menyampaikan gagasan. Interaksi di kelas menjadi meningkat dan pembelajaranpun menjadi lebih mudai tersampaikan. Mahasiswa berharap pembelajaran yang interaktif ini dapat terus dilakukan dan berjalan di sekolah ini. Hal ini agar SDN 163080 Medan Polonia dapat terus berkembang dalam menebarkan pembelajaran dan memberikan menfaat bagi peserta didik di sekolah tersebut.

Artikel ini adalah publikasi mata kuliah PKL 1 dengan Dosen Pengampu: Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos.

Redaktur: Anna Fauziah Pane


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Urgensi Rasa Nasionalisme di Kalangan Mahasiswa

redaksi

Menuju Era Transformasi Digital Perpustakaan di Abad 21

redaksi

Mahasiswa Magang MSIB Kesejahteraan Sosial USU Lakukan Investigasi Kontak Sebagai Solusi Meminimalisir Penularan TBC di Masyarakat Bersama Yayasan Mentari Meraki Asa

redaksi