Home Kabar SUMUT Festival Ngobrol Buku 2026 Luncurkan Antologi Cerpen Sastra
Kabar SUMUT

Festival Ngobrol Buku 2026 Luncurkan Antologi Cerpen Sastra

Share

Reporter: Rifatul Suaidah

Suara USU, Medan. Komunitas Ngobrol Buku Indonesia sukses menggelar acara “Festival Ngobrol Buku 2026” yang dirangkai dengan Peluncuran Buku Antologi Cerpen & Ngobrol Buku pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan ini dihadiri oleh akademisi, mahasiswa, pelajar, serta penggiat literasi Sumatera Utara.

Festival ini diselenggarakan untuk meluncurkan buku antologi cerpen bertema cerita rakyat sekaligus membedah karya sastra lokal berbasis pendekatan kritis. Melalui peluncuran ini, pihak penyelenggara membagi karya antologi ke dalam tiga kategori utama, yaitu Kategori Umum (Legenda Jarum Keramat di Rimba Kawah Siluman), Kategori Mahasiswa (Begu Ganjang, Siteupang, dan Putri Hijau), serta Kategori Pelajar (Sigale-Gale, Sampuraga, dan Cerita yang Tak Pernah Mati).

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ketua Ngobrol Buku Indonesia, Eka Dalanta Tarigan, dalam kata sambutannya menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan cerita rakyat di era modern. “Kita tidak sedang sekadar membuat acara ngobrol buku, kita sedang membuat jembatan, jembatan antara cerita yang diwariskan dengan pembaca yang baru mengenalnya, jembatan antara masa lalu dan hari ini, dan mudah-mudahan jembatan antara generasi satu dengan generasi selanjutnya,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi UNPRI, Dr. Dian Syahfitri, M.Hum. Beliau menegaskan pentingnya aktivitas menulis bagi generasi muda. “Melalui antologi cerpen dan ngobrol buku ini, kita akan belajar bahwa menulis adalah cara melawan tindakan, menyuarakan gagasan, dan membangun empati,” ungkapnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Asrif, M.Hum. Dalam sambutannya, Dr. Asrif menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keaktifan Komunitas Ngobrol Buku dalam mengembangkan ekosistem literasi dan sastra di Sumatera Utara. Ia berharap kolaborasi komunitas literasi ini terus berlanjut agar alokasi program dan bantuan dana dari kementerian dapat diserap dengan baik oleh berbagai kelompok masyarakat.

Usai sambutan Kepala Balai Bahasa, acara dilanjutkan dengan pertunjukan kreatif dari mahasiswa UNPRI Kreatif FBK, penyerahan plakat, serta peluncuran buku antologi cerpen secara resmi. Suasana kegiatan semakin meriah dengan adanya penampilan dari Teater Iqro’ Medan.

Selanjutnya, memasuki sesi diskusi ngobrol buku yang dipandu oleh moderator Juhendri Chaniago dari Ngobrol Buku. Sesi ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu sastrawan dan jurnalis T. Agus Khaidir, serta Dekan Fakultas Bahasa dan Komunikasi UNPRI, Dr. Dian Syahfitri.

Dalam pemaparannya, Dr. Dian Syahfitri membedah cerpen Si Biru Nadangol karya Wage Siahaan menggunakan pendekatan sosiologis dan semantik. Ia mengulas bagaimana karya tersebut memotret sistem patriarki dan hukum adat Batak yang menyingkirkan hak waris perempuan, konflik antara modernitas dan tradisi, serta fungsi sosial sastra dalam menyuarakan ketimpangan gender. Sementara itu, T. Agus Khaidir mengulas cerpen kategori umum serta karya Kutukan Layar Kaca yang ditulis oleh pelajar bernama Claudia Permata Salfa.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif, pemberian cenderamata kepada para narasumber, serta penampilan pertunjukan cerpen BDJ. Festival ini ditutup secara resmi dengan pengumuman naskah cerpen terbaik yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Alda Muhsi.

Redaktur: Muhassanah Nasution

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.