Home Kabar Kampus AC dan Kipas, Hanya Jadi Pajangan Ruang Kelas?
Kabar Kampus

AC dan Kipas, Hanya Jadi Pajangan Ruang Kelas?

Share

Reporter: Merry Gultom dan Grace Angelia

Suara USU, Medan. Saat ini wilayah Sumatera Utara khususnya kota Medan memasuki suhu terburuk yakni berada derajat 34,2˚. Dengan cuaca panas seperti saat ini, banyak mahasiswa harus menghadapi teriknya matahari saat menuju kampus untuk dapat hadir di kelas. Kondisi kelas yang juga panas selama bulan puasa dapat mempengaruhi konsentrasi dan aktifitas belajar mahasiswa yang sedang menjalani ibadah puasa. Penyebab dari kondisi panasnya ruangan kelas ini ialah karena kurangnya fasilitas pendingin udara atau ventilasi yang memadai, sehingga membuat suasana belajar di dalam kelas menjadi tidak nyaman bagi mahasiswa dan dosen.

Melihat hal tersebut, melalui penelurusan kru Suara USU mendapatkan beberapa fakta lapangan terkait adanya komentar dan keluhan mahasiswa dari berbagai jurusan yang ada di USU terkait kurangnya fasilitas pendingin udara (AC) dan kipas.

Salah satu Mahasiswa Fakultas Hukum USU membuka suaranya mengenai keluhan yang ia dan teman-temannya rasakan ketika belajar diruangan yang minim akan fasilitas tersebut. “Ruangan fakultas hukum emang dari awal itu panas banget. Bukan di tahun ini karna musim panas, emang dari dulu. Karna satu kelas itu 80 mahasiswa. Panas, sempit tercampur. AC diruangan itu ada, namun hanya pajangan, kipasnya juga ga 2, 1 per-kelas. Biasa juga kami hidupin make Hp, namun tetap ACnya tidak berfungsi dengan baik, karna sudah umurnya mungkin ya.” Ujar salah satu mahasiswa FH yang tidak ingin disebut identitasnya itu.

Beranjak ke Fakultas Teknik USU, Kru Suara Usu juga mendapatkan keluhan dari salah satu mahasiswa Teknik Sipil yang juga ingin dirahasiakan identitasnya. Dirinya memberikan keterangan bahwa “AC diruangan kami ada, tapi pajangan saja. kipas dikelas juga ada beberapa, namun hanya 1 saja yang hidup, itupun hanya di atas dosen. kami kebanyakan kelas siang, jadi kek kalo uda siang, terik tu bisa kek kebakar gitu. bahkan dosen-dosen yang masuk juga sering berkeringatan. Uda dari lama namun tidak dirombak-rombak. UKT Mandiri sendiri juga kenak Rp.9.500.000. Kami uda aduin untuk pasang AC, namun emang dari atasannya yang kurang respon”, jelas mahasiswa tersebut.

Kemudian, keluhan terakhir datang dari mahasiswa Fakultas Vokasi USU yang saat itu sedang menggunakan gedung FIB dan melangsungkan kelas MKWK. Mereka menerangkan “Baru minggu lalu hari kamis aku masuk kelas pas puasa tuh kan dan gatau kalo bakal di kelas yang di FIB karna biasanya kan kami sering dapet kelas di perpustakaan, jadi yaudahlah datang aja terus itu gabung kelas A sama B otomatis rame lah ya, kipas di ruangan 4, 1 mati 3 lagi mutarnya ga kencang kaya formalitas biar ada aja gitu karna beneran gaada rasanya sedikitpun, uda gitu itu gedung nya di tengah-tengah dan langsung di bawah matahari, jujur buat orang kaya aku yang ada aja sakitnya tiba-tiba buat pusing kepala si karna panas dan udaranya dikit sama buat cape aja tiba-tiba pas sampe rumah langsung lemes mungkin juga karna efek puasa sih, tapi asli pusingnya ga ilang-ilang”, ujar salah satu mahasiswa vokasi yang lagi-lagi tidak ingin disebutkan identitasnya.

Menyikapi banyaknya keluhan dari mahasiswa terkait panasnya ruangan kelas kerena AC yang tidak berfungsi, kasubag dari berbagai fakultas angkat bicara mengenai isu kurangnya fasilitas dari ruangan yang di bangunan setiap fakultas. Kasubag USU menerangkan bahwa fasilitas sudah disediakan, namun mahasiswalah yang kurang bisa menjaga fasilitas yang diberikan. Pihak Kasubag USU menyatakan sudah menyediakan remort yang harusnya digunakan untuk menghidupkan AC, tapi mahasiswa malah menggunakan HP untuk menghidupkannya, kemudian tindakan ini dinilai membuat fasilitas pendingin Udara (AC) didalam kelas jadi rusak.

” Untuk fasilitas yang ada sebenarnya sudah ada dari awal. Tapi kadang rusak, dan banyak yang rusak kadang biaya perbaikannya mahal, jadi harus banyak konfirmasi diantara bagian fakultas dan prodi. Semua pengeluaran untuk perlengkapan biasanya sudah dimintakan ke prodi dari awal tahun, supaya tahu dana setahun kedepan dibuat untuk apa. Tapi InsyaAllah, pelan-pelan dipenuhi semuanya. Keluhan-keluhan mahasiswa juga terdengar sampai kesini (bagian perlengkapan), semuanya masih dalam proses perbaikan.” Ujar Romi Fadillah Rahmat, B.Comp.Sc., M.Sc selaku petugas Kasubag USU dari Fakultas Teknik.

Dari Pernyataan-pernyataan mahasiswa terhadap keluhan pada pendingin udara (Ac) juga kemudian tanggapan dari Kasubag tiap fakultas ini dapat menjadi dasar untuk mengusulkan solusi agar setiap mahasiswa yang berada dikelas tetap nyaman, dan kondusif.

Harapan saya semoga cepat-cepat dipasang acnya lah, minimal tamba kipas, karna emang sepanas itu jika masuk kelas siang, apalagi sekarang puasa, tapi sebenarnya sebelum dari puasa juga udah mengganggu si.” Tegas salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebutkan identitasnya itu.

Redaktur: Khaira Nazira

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.