SUARA USU
Kabar Kampus

Adakan Webinar, HMI FE USU Dorong Jiwa Entrepreneur Mahasiswa di Masa Pandemi

Oleh: Azka Zere

Suara USU, Medan. Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ekonomi USU telah menyelenggarakan Webinar Entrepreneur and Digital Marketing. Webinar yang bertemakan “Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Mahasiswa pada Masa Pandemi” ini diadakan via zoom meeting, pada Sabtu (18/9).

HMI menghadirkan dua pemateri dalam webinar ini, yakni Sekretaris Program Studi S1 Kewirausahaan FEB USU, Arif Qaedi Hutagalung dan Qonitah Azzahra, Trainer Market Place, Founder Halo Mentors, sekaligus Owner Qonitah Project. Tidak hanya dari USU saja, peserta dari universitas lain pun turut memeriahkan webinar kali ini, seperti UGM, UI, UII, USK, UINIB, UINSU, UMSU, dan masih banyak lagi.

Qonitah Azzahra berkesempatan membawakan materi pertama dengan pembahasan seputar entrepreneurship. Di awal materi, Qonitah menjelaskan untuk menjadi seorang pebisnis, terlebih dahulu kita harus memiliki mindset sebagai entrepreneur. Dimulai dengan dapat memilih mana kegiatan yang menjadi prioritas, selalu berpikir positif, memiliki tujuan hidup yang jelas, berani mengambil risiko dan dapat mengatasi risiko tersebut, keinginan untuk terus belajar, mendorong diri untuk selalu disiplin, tetap fokus dan konsisten, serta memiliki jiwa kreatif dan inovatif.

“Jadi sebenarnya temen-temen, jenis apa pun usaha kamu, tetap harus bisa kreatif dan inovatif baik dari segi produknya maupun dari segi marketing­-nya,” jelas Qonitah.

Alumni Universitas Indonesia ini juga menuturkan beberapa tips untuk berbisnis di usia muda. Yang pertama dan yang paling utama adalah harus memiliki niat dan tekad yang kuat. Lalu, melakukan riset pasar dan berani mengambil peluang. Setelah melakukan riset, kita dapat membuat business plan yang tentunya dimulai dari hal kecil. Dilanjutkan dengan membangun relasi bisnis dan membangun brand untuk mendorong harga jual yang tinggi.

Materi kedua dibawakan oleh Arif, yang berfokus pada pembahasan mengenai membangun dan mempertahankan bisnis di era pandemi. Dalam mempertahankan bisnis, kita perlu mengubah posisi bisnis dari potential loser menjadi potential winner. Salah satunya dengan mengubah business process dengan tetap memperhatikan core business.

“Ingat pada saat membangun bisnis, jangan yang macam-macam. Kadang kita mahasiswa ya ‘wih aku banyak kali nih ide bisnisnya’, ‘aku mau buat ini’, ‘aku mau buat itu’, langsung jualan semua, tapi lupa inti dan fokus bisnisnya ngapain,” ujar Arif.

Selanjutnya, Arif mengenalkan konsep SPA untuk dapat mempertahankan bisnis di tengah masa krisis, yaitu surviving/serving, preparing, dan actualization.

Tahap surving atau serving adalah strategi perusahaan yang ditekankan dalam jangka pendek. Strategi marketing tersebut dibagi menjadi dua. Pertama, customer management, yaitu memfokuskan bahwa brand mereka responsive terhadap kebutuhan konsumen dan menunjukkan reliability produk. Kedua, product management, yaitu di mana membuat produk baru sangat tidak disarankan saat masa kritis, tetapi lebih ditekankan pada tahap promosi.

Preparing, yaitu tahap selanjutnya untuk mempersiapkan ide atau rencana jangka panjang setelah bisnis mampu bertahan di masa krisis. Arif menjelaskan, dalam hal ini kita perlu menyesuaikan quality, cost, delivery, dan service (QCDS). Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan kualitas produk dan menekan harga, memaksimalkan kualitas produk dan meminimalkan biaya, dan lain lain.

Terakhir, actualization, yaitu merealisasikan segala hal yang sudah direncanakan, baik sebelum masa krisis ataupun setelah masa krisis. Semua bisnis akan terus maju untuk bersaing.

“Pada saat selesai pandemi, semuanya langsung gas pol. Gak ada lagi cerita tunggu-tungguan, mau melakukann riset atau pengembangan. Istilahnya semuanya kejar setoran. Ya, siapa duluan, dia yang dapat,” pungkas Arif.

Redaktur: Yessica Irene

Related posts

Kemeriahan Malam Puncak Duta Mahasiswa 2019 USU

suarausu

Kegagalan Dan Pantang Menyerah Jadi Penguat Diri Secarik Kisah Sang Executive Producer Beritasatu TV

suarausu

Penghujung 2020, Bantuan Kuota Masih Tak Merata

redaksi