Oleh: Muthia El Istiqomah Siregar
Suara USU, Medan. Delegasi Universitas Sumatera Utara (USU) menorehkan prestasi dalam ajang IMT-GT Varsity Carnival 2026 melalui penelitian mengenai kesiapan dan pengembangan kompetensi mahasiswa dengan memanfaatkan prototipe kecerdasan buatan (AI) sebagai alat pendukung refleksi dan pengembangan diri.
Delegasi yang terdiri atas Fikri Tamimi dan Siti Nur Salsabila dari Program Studi Ilmu Komputer serta T.M. Rifky Azhar dari Program Studi Agribisnis tersebut berhasil meraih Gold Best Paper dan Gold Best Presentation. Fikri juga meraih Gold Best Mix Group dan Silver Best Creative Video, Siti meraih Gold Best Effort, sementara Rifky meraih Bronze Best Effort.
Paper yang dibawakan mengangkat tema lifelong learning mahasiswa dalam menghadapi kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity). Penelitian tersebut menyoroti kesiapan mahasiswa untuk terus belajar, termasuk kemampuan memahami pengalaman, menerapkannya, mengidentifikasi skill gap, serta menentukan langkah pengembangan diri sesuai tujuan karier.
Penelitian melibatkan 102 mahasiswa USU melalui survei Lifelong Learning Readiness dan wawancara dengan mahasiswa, dosen, kepala program studi, serta praktisi industri. Responden terbagi ke dalam empat kategori berdasarkan bidang studi dan keikutsertaan dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dinilai mampu menyelesaikan tugas, tetapi masih mengalami kesulitan menjelaskan alasan di balik tindakan yang dilakukan serta menentukan langkah lanjutan dari pengalaman tersebut. Mahasiswa soshum juga menunjukkan tingkat pengaruh MBKM yang sedikit lebih tinggi dibandingkan mahasiswa saintek. Salah satu kemungkinan yang ditemukan adalah pengalaman MBKM pada bidang soshum lebih banyak bersinggungan dengan dunia sosial dan kebutuhan dunia kerja.
Menjawab kekhawatiran tersebut, penelitian ini menawarkan sebuah prototype pembelajaran berbasis AI yang dirancang untuk membantu mahasiswa melakukan refleksi. Mahasiswa memasukkan tujuan karier, pengalaman belajar yang relevan, tantangan yang pernah dihadapi beserta cara mengatasinya, serta penilaian terhadap kompetensi yang dimiliki. Data tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan rangkuman keterampilan, pemetaan skill gap, penilaian kesadaran diri, dan action plan yang berkaitan dengan tujuan karier mahasiswa.
Fikri mengatakan tantangan yang dialami tim selama persiapan kompetisi adalah manajemen waktu. “Karena kami semua memiliki kesibukan pribadi sehingga susah menemukan waktu yang pas. Selain itu, dalam penyusunan paper, kami belajar bahwa topik yang diangkat perlu dipersempit. Tema yang terlalu luas atau general akan membuat pembahasan kurang terarah sehingga scope penelitian harus dibuat lebih spesifik,” jelasnya.
Selain itu, Fikri mengatakan terdapat momen yang berkesan selama mempersiapkan presentasi. “Hal yang paling berkesan di aku itu ketika kami latihan presentasi, mulai dari laptop sama HP aku ada isi baterai hingga habis semua. Di situ kami benar-benar latihan bagaimana movement-nya, slidenya, movement mic-nya. Pokoknya capek tapi seru buat aku,” ungkapnya.
Fikri juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak menjadikan hadiah sebagai orientasi utama ketika mengikuti perlombaan. Menurutnya, mahasiswa sebaiknya melihat proses dan pengalaman yang didapatkan dari kompetisi.
“Menurutku lomba apa pun yang kalian lihat, coba aja ikut. Jangan orientasinya ke menang, tapi prosesnya. Apa yang bisa dipelajari dari lomba ini? Enggak apa-apa kok enggak menang, yang penting kan sudah ikut. Enggak harus bagus-bagus banget, yang penting bisa aja. Ada pepatah, ‘A closed mouth doesn’t get fed,’ jadi kalau kalian diam aja kan enggak bakal dapat apa-apa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, “It’s okay to not win. Many people don’t even start.” Menurutnya, banyak orang belum berani memulai karena takut gagal sebelum mencoba. Karena itu, mahasiswa perlu berani mengambil kesempatan, mencoba hal baru, dan menjadikan proses perlombaan sebagai pengalaman untuk belajar.
Redaktur: Siti Farhatun Nafis Azhari
Leave a comment