
Reporter: Chairani, Siti Aisyah
Suara USU, Medan. Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2025, Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (AKBAR SUMUT) menggelar konsolidasi akbar pada Minggu (28/4) di Sekretariat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Medan. Konsolidasi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa, seperti KontraS, Federasi Serikat Pekerja Multi Sektor (FSPMS), BEM Universitas Sumatera Utara (USU), GMNI Fakultas Hukum USU, serta organisasi sosial dan buruh lainnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan aksi besar yang akan digelar pada Hari Buruh. Pimpinan aksi dari Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR) menyampaikan bahwa gerakan ini bertujuan menuntut penghentian eksploitasi buruh dan perbaikan kesejahteraan pekerja.
“Urgensi dari aksi yang akan dilaksanakan adalah untuk menghancurkan sistem kapitalisme dan mewujudkan kesejahteraan buruh yang instruktif. Itulah poin utama dari gerakan ini,” ujarnya.
Pimpinan aksi juga menegaskan bahwa aksi Hari Buruh nantinya akan menjadi momentum penting untuk mengingatkan para pemimpin, baik di sektor swasta maupun pemerintahan, agar lebih memperhatikan nasib para pekerja.
“Banyak buruh yang masih dipaksa bekerja dengan jam kerja berlebih, lembur tanpa kompensasi layak, dan hak-hak normatif lainnya yang dilanggar. Kami menyebut para pemimpin yang menindas ini sebagai simbol kapitalisme yang zalim,” tambahnya.
Dari sisi bantuan hukum, AKBAR SUMUT mendapat dukungan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), serta Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (BAKUMSU), yang siap mengawal jalannya aksi agar berjalan sesuai hukum.
KPR menutup pernyataannya dengan harapan bahwa pemerintah dan pihak-pihak terkait mendengar dan merespons tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi mendatang.
“Harapannya supaya pemerintah melihat kita dan mengakui serta menyetujui apa keinginan yang telah kita tuangkan dalam tuntutan-tuntutan kita nanti,” tutup pimpinan aksi.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment