SUARA USU
Kabar Kampus

Mahasiswi FKM USU Ajak Siswa SD Al-Washliyah 30 Medan Labuhan Cegah Diare dengan Terapkan PHBS

Penulis: Nayla Luthfia Zalfa / Nadhimah Rahmah Ito Nst. / Nazwa Rahmadhina / Azrah Riyani Santoso / Naila Aulia Syahdina

Suara USU, Medan. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Stambuk 2022, Universitas Sumatera Utara, melakukan kegiatan Project Based Learning dengan topik Penyakit Tropis pada Daerah Pesisir. Project Based Learning adalah sebuah metode pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Metode ini menuntut mahasiswa untuk dapat melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Penyakit diare menjadi masalah global di berbagai negara terutama di negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO), diare adalah penyakit kedua yang menyebabkan kematian pada anak-anak

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak, terutama anak diusia Sekolah Dasar. Untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan anak-anak terkait diare, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) bekerja sama dengan Sekolah Dasar Al-Washliyah 30 mengadakan sosialisasi diare yang bertujuan memberikan informasi dan edukasi kepada anak-anak mengenai penyebab, pencegahan, dan penanganan diare.

Kegiatan sosialisasi diare telah sukses diadakan di kelas Sekolah Dasar Al Washliyah 30 Medan Labuhan pada hari Selasa, (30/05), yang dihadiri oleh siswa-siswi perwakilan dari kelas 3 hingga 5 dengan jumlah 25 orang. Dalam sosialisasi tersebut, sejumlah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat dari Universitas Sumatera Utara memberikan pemaparan materi yang interaktif dan menarik kepada anak-anak tentang diare.

Sosialisasi diare ini difokuskan pada tiga hal penting, yaitu:

1. Penyebab diare: 

Para mahasiswi menjelaskan kepada anak-anak bahwa diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

2. Gejala Diare:

Mengenalkan tentang gejala-gejala diare kepada anak-anak, seperti perut kembung, mual, muntah, dan frekuensi buang air besar yang meningkat. Mereka menekankan pentingnya memberitahu orang dewasa jika mengalami gejala tersebut, sehingga anak-anak dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Cara mencegah diare:

Mereka juga diperkenalkan konsep perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan mengajarkan anak-anak cara menjaga kebersihan diri dan makanan untuk mencegah kontaminasi dengan melakukan demonstrasi bersama tentang 7 langkah mencuci tangan dengan dengan benar pada saat setelah melakukan aktivitas dan sebelum makan, setelah menggunakan toilet.

Para siswa juga dihimbau untuk meminum air yang bersih dengan membawa botol minum sendiri sedari rumah untuk menghindari makanan atau minuman yang tidak higienis, menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi dan menggunting kuku seminggu sekali, serta pentingnya mengkonsumsi makanan gizi seimbang guna meningkatkan daya tahan tubuh sehingga akan menjaga tubuh dari serangan bakteri ataupun virus yang ada seperti, memakan sayur-sayuran, buah-buahan, mengkonsumsi protein seperti tahu,telur dan tempe.

Pada saat pelaksanaan sosialisasi respon para siswa sangat tertarik dengan pembahasan dan rangkaian acara yang dibawakan. Mereka sangat antusias mengikuti alur dari kegiatan dan ikut berdiskusi dalam setiap kesempatan. Mereka juga ikut membagi pengalaman mereka saat terkena diare dan bagaimana mereka mengalami gejalanya serta cara mereka untuk sembuh dari diare tersebut.

Kami bersama-sama mempraktikkan secara langsung penerapan pola hidup bersih dan sehat tersebut, yaitu dengan 7 langkah dalam mencuci tangan yang benar dan juga melakukan quiz seputar PHBS ini.

Kami berharap dengan dilakukannya sosialisasi di SD Al – Washliyah dapat menambah pengetahuan para siswa tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan benar dan cara mencegah penyakit diare. Project Based Learning ini sangat membantu kami dalam melatih bersosialisasi dengan masyarakat dalam menyampaikan sosialisasi di bidang kesehatan sebagai upaya preventif serta melatih kemampuan tim dalam berkomunikasi dengan baik.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Higiene Tropis dengan Dosen Pengampu: Winni R. E. Tumanggor, S.K.M., M.P.H.

Redaktur: Tania A. Putri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Perpustakaan USU Selenggarakan Training Penelusuran Database JSTOR

redaksi

Bersiap Adakan Perkuliahan Tatap Muka, USU Adakan Vaksinasi Serentak

redaksi

KPS FH USU Berhasil Bawa Pulang Piala Runner Up II Pada Kompetisi NMCC AHT II Universitas Lampung

redaksi