Home Kabar Kampus Antusiasme Mahasiswa FISIP USU Warnai Pemira 2026
Kabar Kampus

Antusiasme Mahasiswa FISIP USU Warnai Pemira 2026

Share


Reporter: Suci Lestari, Danisha Ozza

Suara USU, Medan. Pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2026 mengalami perubahan jadwal. Penyesuaian ini dilakukan panitia untuk mengakomodasi kebutuhan teknis terkait penerapan sistem pemungutan suara berbasis komputer yang baru.

Pemungutan suara yang semula direncanakan lebih awal baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. “Penerapan sistem baru ini memerlukan penyesuaian teknis, terutama pada perangkat komputer yang digunakan,” ujar salah satu panitia dalam wawancara. Ia menambahkan, langkah tersebut diambil untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan lancar serta meminimalisasi kendala teknis selama pelaksanaan.

Dalam pelaksanaannya, panitia hanya menyediakan empat unit komputer aktif yang digunakan mahasiswa untuk memberikan suara. Sistem pemilihan dilakukan secara bertahap, di mana hanya empat mahasiswa yang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan secara bersamaan. Sementara itu, mahasiswa lainnya diminta mengantre di luar ruangan guna menjaga ketertiban dan kelancaran proses.

Meski sempat mengalami keterlambatan, kondisi di lapangan tetap kondusif. Proses pemungutan suara berlangsung stabil, teratur, dan rapi berkat koordinasi antara panitia, pihak fakultas, serta himpunan mahasiswa. Selain itu, penyebaran informasi yang merata ke setiap program studi turut mendukung kelancaran pelaksanaan.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari ramainya antrean di lokasi pemungutan suara. Hal ini menunjukkan tingginya partisipasi mahasiswa dalam menentukan kepemimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ke depan.

Salah satu mahasiswa FISIP, Maulida, mengungkapkan bahwa dirinya mempertimbangkan beberapa aspek sebelum menentukan pilihan. Menurutnya, profil kandidat menjadi faktor penting, termasuk latar belakang fakultas, program studi, serta rekam jejak yang dimiliki. “Dilihat dari jejak masa lalu kandidatnya, apakah dia memang layak atau tidak untuk memimpin,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Imelda Sitorus, mahasiswi Ilmu Administrasi Publik angkatan 2024. Ia menilai pengalaman kandidat menjadi pertimbangan utama dalam memilih. “Kami lebih mempertimbangkan yang sudah punya pengalaman, misalnya dari angkatan 2023, tetapi bukan berarti merendahkan yang lain,” ujarnya.

Selain itu, visi dan misi kandidat juga menjadi perhatian. Keduanya berharap kandidat terpilih mampu menjalankan program kerja yang telah dijanjikan secara konsisten selama masa kepengurusan.

Panitia berharap pelaksanaan Pemira tahun ini dapat menghasilkan kepengurusan BEM yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa. Dengan penerapan sistem digital, Pemira FISIP USU 2026 diharapkan menjadi langkah awal menuju proses demokrasi kampus yang lebih transparan dan efisien, meskipun masih memerlukan evaluasi untuk penyempurnaan di masa mendatang.

Redaktur: Lucy Kezia Simarmata

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.