Home Opini Bayar UKT, Materi Kuliah Hanya Berputar di Presentasi Tema
Opini

Bayar UKT, Materi Kuliah Hanya Berputar di Presentasi Tema

Share

Oleh: Dewi Putri

Suara USU, Medan. Sebagai generasi muda sekaligus sebagai kelompok masyarakat terdidik, mahasiswa memikul banyak harapan yakni salah satunya adalah menjadi agen perubahan untuk meneruskan sekaligus memperbaiki bangsa. Namun, apakah pembelajaran yang mereka terima di kelas sudah sebanding atau sekiranya cukup sebagai bekal mereka untuk mewujudkan harapan-harapan tersebut?

Mahasiswa memiliki kewajiban untuk membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal) untuk bisa melanjutkan pembelajaran mereka pada setiap semesternya. Terlepas itu berasal dari dana pribadi, bantuan beasiswa, ataupun subsidi pemerintah, mahasiswa tentu memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas atas apa yang telah dibayarkan.  Sayangnya, realitas di lapangan sering kali tidak sesuai dengan harapan.

Hak yang seharusnya didapatkan mahasiswa berupa ilmu yang harapannya bisa didapatkan langsung dari dosen belum sepenuhnya terpenuhi. Kerap sekali materi yang seharusnya diajarkan oleh dosen malah dilemparkan ke mahasiswa dalam bentuk tugas presentasi. Akibatnya, terjadi pembelajaran yang kurang mendalam atau bahkan belum bisa dipastikan kebenarannya karena sering kali mahasiswa hanya bisa mengutip dari sumber ‘sana-sini’ tanpa benar-benar bisa memahami apa yang sedang mereka presentasikan dan mereka bagikan kepada mahasiswa lain.

Tentu presentasi memiliki sisi positif, yaitu dengan presentasi, mahasiswa dilatih untuk berbicara di depan umum, mengasah keterampilan bekerja dalam tim, serta meningkatkan kemampuan analisis. Namun, bukan berarti presentasi bisa dijadikan sebagai pengganti peran seorang dosen untuk menyampaikan ilmu di dunia perkuliahan. Meskipun mahasiswa mungkin bisa mendapatkan pembelajaran dari apa yang mereka presentasikan atau dari presentasi yang mereka saksikan, tentu ada beberapa materi yang masih memerlukan pembahasan lebih dalam dari sudut pandang akademis yang hanya bisa diberikan oleh dosen.

Keseimbangan peran antara dosen dan mahasiswa sangat diperlukan tanpa ada yang mendominasi. Dosen, sebagai fasilitator pembelajaran sekaligus sebagai sumber ilmu dalam perkuliahan diharapkan bisa mengambil peran aktif dengan memberikan pemahaman serta arahan terkait materi kuliah, agar mahasiswa bisa mendapatkan manfaat maksimal dari pendidikan tinggi yang sedang mereka tempuh. Di sisi lain mahasiswa sebagai pelajar diharapkan bisa berperan aktif dalam pembelajaran dengan menerapkan ilmu yang sudah didapatkan pada tugas-tugas yang diberikan.

Pendidikan tinggi adalah investasi masa depan, dan mahasiswa dengan pendidikan tinggi merupakan harapan masa depan bangsa. Maka untuk mewujudkan harapan tersebut dibutuhkan bekal yang cukup bagi mahasiswa dengan memberikan kualitas pendidikan yang baik melalui keseimbangan peran antara dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran.

Redaktur: Balqis Aurora

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.