Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Bermodalkan Patah Hati, Mahasiswi Teknik USU Ini Lulus Beasiswa XL Future Leaders dari 17.000 Kandidat!

Penulis: Harsimren Kaur dan Atika Larasati

Suara USU, MEDAN. Rifa Salsabila, mahasiswi asal Medan ini sedang menempuh Pendidikan semester 8 Program Studi Teknik Lingkungan di Universitas Sumatera Utara, sekaligus penerima beasiswa XL Future Leaders tahun 2018.

Mengenal lebih jauh tentang XL Future Leaders, beasiswa ini merupakan program corporate social responsibility (CSR) untuk mahasiswa tingkat 1-2 (semester 1-4) yang diselenggarakan oleh XL Axiata. Program ini bertujuan melatih soft skill kepemimpinan para mahasiswa, dengan menarapkan tiga kurikulum, yaitu Komunikasi Efektif, Jiwa Kewirausahaan dan Inovasi, serta Mengelola Perubahan. Beasiswa ini berupa pelatihan MBA, untuk menjadi profesional dan ilmu public speaking, selama 2 tahun dengan 12 kali pertemuan, serta difasilitasi gadget dan pulsa selama pelatihan.

Pada kami melalui zoom meeting, Rifa Salsabila selaku penerima beasiswa pada tahun 2018 itu bercerita bahwa pada awalnya, dia sendiri belum paham mengenai beasiswa Xl Future. Dia telah mempersiapkan diri untuk beasiswa yang menjadi incarannya sejak SMA. Namun keadaan tak berpihak padanya, ia tidak lulus pada beasiswa incarannya tersebut. Bermodalkan patah hati karena ketidaklulusannya, ia pun mulai mencari seluruh beasiswa yang ada pada saat itu dan mendaftarkan diri, tanpa tahu pasti seperti apa program beasiswa tersebut.

Ia pun menjelaskan, mendapat informasi beasiswa ini dari senior satu fakultasnya yang sudah lebih dulu mengikuti program beasiswa ini di batch 5, sedangkan dirinya mengikuti jejak sang senior pada batch 7, dengan kuota penerimaan pada saat itu 150 dan 17.000 peminat. Ia juga mengaku, tidak banyak berharap dengan program beasiswa ini. Namun kelulusannya di tahap pertama hingga kedua, membuatnya yakin untuk terus melanjutkan ke tahap berikutnya.

“Awalnya tidak terlalu berharap juga, mau lulus atau tidak ya sudahlah, tapi ketika lulus di tahap pertama, kemudian tahap kedua, membuat saya yakin untuk lebih mempersiapkan diri ke tahap berikutnya yang pasti lebih sulit,” kata Rifa kepada Suara USU.

Rifa juga tak luput memaparkan proses panjang dari tahap seleksi beasiswa ini, yang menurutnya memakan waktu sekitar hampir satu tahun. Mulai dari seleksi berkas, GMAT dan tes bahasa Inggris yang hampir serupa TPA dan TOEFL, virtual case yangmana menjawab 1 case telekomunikasi beserta alasan dan kebijakan. Selanjutnya, ia juga menjelaskan mengenai tahap 4, FGD dan Presentasi yang menurutnya paling menantang.

“Menantang yang dimaksudkan di sini ialah selain pemberian judul yang on the spot dan waktu presentasi yang hanya diberi dua menit, tahap ini juga penentu lanjut atau tidaknya ke tahap interview,” imbuhnya.

Terkait hambatan dan tantangan yang ditemui, mahasiswa stambuk 2018 ini mengaku menemukan beberapa kesulitan selama menjalani pelatihan, baik internal maupun eksternal.

“Hambatan tentunya ada. Untuk internal itu di bagian bahasa, karena pelatihan ini full menggunakan bahasa Inggris maka kita harus berlatih dan membiasakan diri untuk menjawab pertanyaan dari dewan juri dengan berbahasa Inggris.”

Setelah mengikuti pelatihan dan mengingat sepak terjangnya sebelum beasiswa ini, Rifa mengaku mendapatkan apa yang ia butuhkan lebih daripada apa yang ia inginkan. Ia mendapatkan ilmu yang lebih dari sekedar uang dari para mentor dan fasilitator.

Ia pun memanfatkan ilmu yang ia dapat, untuk berkontribusi atas nama XL Axiata dalam membuat proyek bersama kedelapan teman timnya. Yang mana, ini merupakan proyek akhirnya sebelum wisuda di pelatihan, yang mengharumkan nama XL dibidang Internet Of Thinking (IOT)

“Kami membuat proyek e-kanaxin sebagai proyek akhir kami. E-kanaxin ini merupakan mesin pengering ikan asin yang berbasis IOT, yang terdapat sensor suhu, berat, humadity, serta bisa tersambung melalui aplikasi ponsel pintar. Uji coba alat ini juga sudah dilakukan di Belawan dan Bangka Belitung. Sekarang, sedang diperbaiki di IT Lab milik XL Axiata,” jelas Rifa.

Tidak lupa, sang penerima beasiswa ini, dengan senang hati membagikan tipsnya kepada mahasiswa sekalian yang berniat mengikuti beasiswa XL Future Leaders.

“Untuk tipsnya, harus lebih mencari info tahap seleksi setiap batch dan mempelajarinya, karena setiap tahun tahapannya fluktuatif. Kita juga harus mempersiapkan semuanya lebih awal, seperti mencari soal, banyak latihan, dan mulai mengikuti organisasi agar mendapatkan nilai tambah. Yang terakhir, yang krusial, tentu saja berdoa. Jangan lupa untuk selalu berdoa,” pungkasnya pada kru Suara USU.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri

Related posts

Usai Lebaran, Mari Lebih Dekat dengan Alqur’an bersama LPTQ USU!

redaksi

Perlombaan Costum Player Hingga Konser Puncak Meriahkan Perayaan Dies Natalis Hinode USU ke-34

redaksi

Batu Nisan Hingga Tabur Bunga Warnai Aksi Tolak Omnibus Law di Medan

redaksi