Sastra

Bola Kaca

Share

Sumber: Pinterest.com

Oleh:  Josya Silitonga

Hidup dalam bola kaca pelindung

Yang terlihat kuat, tebal tapi transparan

Dunia luar terasa asing tak asing

Aku bisa melihat luar, namun tak merasakan

 

Dekade lebih kuhabiskan dengan sejahtera dan aman

Hingga kurasa nyaman.

 

Berjalan waktu, bola kaca runtuh

Karna alasan mencari tuju

Sendiri menghadapi ragu

Menjajah dunia yang aku anggap baru

 

Dulu rumput sekarang batu

Dulu awan sekarang kabut

Bertahan dengan “Tuhan besertaku”

Meski tetap dalam takut

 

Sekarang aku tahu

Alasan tuan-puan pencipta bola kaca

Mirisnya sekarang aku rindu

Bola kaca yang sudah runtuh

 

Tak harap Kembali

Namun juga tak harap akan jadi seperti ini

Yang kuharap, aku tetap berdiri

Sampai nanti aku mengerti

Redaktur: Feby Simarmata

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.