Oleh: Anastasyia Sitinjak
Ibu, namamu adalah senja yang kupeluk setiap hari
Engkau bagaikan cahaya yang selalu menyinari
Di pelukmu dunia terasa lebih ramah
Menjadikanku kuat dan pantang menyerah.
Langkahmu sunyi, namun penuh makna,
Kau sembunyikan lelah di balik senyuman sederhana,
Tak pernah kau hitung berapa yang kau beri,
Sebab cintamu mengalir tanpa henti.
Ibu adalah panutan hingga aku bisa berjuang sejauh ini
Maafkan aku yang terkadang melukai hati
Namun, tanpa suara, tanpa meminta balas,
Cintamu menjelma langit yang tak terbatas.
Ibu, engkau adalah doa yang tak pernah usai dipanjatkan
Mengalir lirih di setiap langkah yang kulewati dalam kehidupan,
Dari luka yang kau simpan hingga harap yang kau semaikan,
Kau ajarkan aku bertahan, meski dunia tak selalu memberi keadilan.
Di matamu tersimpan doa yang panjang
Mengiringi setiap jalanku yang kadang hilang,
Kau percaya meski aku sering kali terjatuh dan rapuh,
Aku akan bangkit dan kembali utuh.
Ibu, terima kasih atas cinta yang kau berikan,
Yang tak pernah habis oleh waktu dan keadaan,
Meski aku tahu belum mampu membalas semua,
Namamu akan selalu hidup dalam setiap doa.
Redaktur: Rifatul Suaidah
Leave a comment