Home Kabar SUMUT Fasilitas Terbengkalai dan Satwa Berkurang di Medan Zoo
Kabar SUMUT

Fasilitas Terbengkalai dan Satwa Berkurang di Medan Zoo

Share

Reporter: Christy, Yolanda, Siti Aisyah, Rahma Vina, Sandrina

Suara USU, Medan. Kondisi Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) kian memprihatinkan. Sejumlah fasilitas tampak terbengkalai dan tidak terawat, sementara jumlah satwa yang menghuni kandang terus mengalami penurunan. Pantauan di lokasi menunjukkan banyak kandang kosong, pagar berkarat, cat bangunan mengelupas, serta struktur kandang yang mulai rusak.

Kandang-kandang kosong tersebut menimbulkan kekecewaan bagi pengunjung. Beberapa satwa yang sebelumnya menjadi daya tarik utama, seperti harimau, beruang, dan jenis satwa lainnya, kini tidak lagi terlihat. Area kandang yang seharusnya menjadi ruang aktivitas satwa justru tampak sunyi tanpa penghuni.

Salah satu petugas kebersihan Medan Zoo, Tono, menjelaskan bahwa berkurangnya jumlah satwa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari usia hewan, kondisi kandang yang kurang terawat, hingga kualitas makanan dan air yang sebelumnya tidak layak. “Air dan makanan sangat berdampak ke kesehatan harimau. Sekarang sudah mulai dibersihkan dan disapu. Tahap perbaikan dimulai dari makanan, yang sekarang sudah lebih bagus dan segar,” ujarnya.

Tono menyebutkan bahwa jumlah harimau saat ini hanya tersisa enam ekor setelah sebelumnya banyak yang mati akibat kondisi tersebut. Selain itu, rusa tutul kini sudah tidak ada, sementara rusa sambar yang semula berjumlah enam ekor kini hanya tersisa dua ekor. Ia juga menambahkan bahwa pemberian makanan sembarangan oleh pengunjung turut memengaruhi kesehatan satwa. 

Kekosongan kandang juga dipengaruhi oleh rencana pemindahan kandang burung yang sempat disiapkan untuk pembangunan kafe di area kebun binatang. Namun, rencana tersebut batal dilaksanakan sehingga kandang-kandang yang telah dikosongkan dibiarkan terbengkalai. Kondisi kebersihan semakin diperparah dengan terbatasnya jumlah petugas kebersihan yang kini hanya tersisa tiga orang.

Situasi ini memunculkan pertanyaan dari pengunjung terkait keberadaan satwa di Medan Zoo. Seorang pengunjung bernama Zizah mengaku kecewa dengan kondisi kebun binatang tersebut. “Tempatnya luas, tapi hewannya sedikit dan jarak antar kandang jauh. Banyak kandang terlihat kotor dan tidak sehat. Bingung mau lihat apa karena hewannya tinggal satu-satu,” ungkapnya.

Hingga saat ini, belum terdapat rencana penambahan satwa baru maupun perbaikan fasilitas secara menyeluruh. Tono menyebutkan bahwa sebelumnya sempat ada pihak swasta yang tertarik untuk mengambil alih pengelolaan Medan Zoo, namun rencana tersebut tidak berlanjut tanpa kejelasan. Ia juga menilai kondisi Medan Zoo sebelum pandemi Covid-19 jauh lebih baik dibandingkan saat ini.

Meski demikian, upaya perbaikan secara bertahap mulai dilakukan. Tono berharap perhatian dari Pemerintah Kota Medan dapat lebih ditingkatkan agar Medan Zoo kembali berfungsi sebagai sarana konservasi, edukasi, dan rekreasi bagi masyarakat.

Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.