SUARA USU
Uncategorized

Implementasi Strategi STP di Kantin Pak Din dalam Rangka Mencapai Keunggulan Bersaing

Penulis: Jennifer Tio/Wilmer Nicholas Yabes Abi/ Wilem Gea/ Eka Risliza/ Sakina Khoiriah Lubis/ Priya Adelina/ Robert Vincentius/ Daniel Panggabean/ Khairunnisa

Suara USU, Medan. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang besar dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja, UKM juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan dan merupakan motor penggerak pertumbuhan aktivitas ekonomi nasional. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) (tanpa migas) pada tahun 2010 tercatat sebesar 62,71 persen dan pada tahun 2011 kontribusinya meningkat menjadi 63,89 persen. Usaha Kecil Menengah (UKM) mempunyai peran yang cukup besar dalam pembangunan ekonomi nasional, hal ini terlihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Dalam membuka usaha kecil ataupun besar haruslah memiliki langkah ataupun strategi pemasaran. Komponen pemasaran strategis modern terdiri atas tiga langkah pokok, yaitu segmentasi, penentuan pasar sasaran, dan penetapan posisi. Ketiga langkah ini sering disebut STP (segmenting, targeting, positioning)

Pertama, yaitu Segmentasi pasar dapat dipahami sebagai proses mengelompokkan pasar keseluruhan yang heterogen menjadi kelompok atau segmen yang memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan, keinginan, perilaku dan atau respon terhadap program pemasaran spesifik. Kottler dan Amstrong menyatakan bahwa segmentasi pasar adalah membagi suatu pasar dalam kelompok pembeli yang berbeda-beda berdasarkan kebutuhan dasar, karakteristik atau pembeli yang mungkin memerlukan produk atau bauran pasaran yang berbeda.

Kedua, Penentuan pasar sasaran atau targeting merupakan kegiatan mengevaluasi dan memilih pasar yang akan dijadikan sasaran penawaran produk-produk perusahaan. Keputusan menentukan pasar mana yang akan dilayani merupakan keputusan strategi bisnis yang paling menentukan. Pilihan strategi ini diimplementasikan oleh keputusan manajemen tentang bagaimana bersaing dalam setiap produk pasar yang diminati. Keputusan pemasaran strategi adalah memilih pembeli mana yang akan dituju dalam setiap produk pasar dan bagaimana menentukan posisi produk perusahaan untuk setiap pasar sasaran.

Ketiga, Positioning memiliki arti perilaku meletakkan seseorang atau sesuatu dalam posisi tertentu. Dalam marketing, positioning memiliki arti: tempat suatu produk menempati pasar tertentu, dan keberadaannya dirasakan oleh kelompok pelanggan yang membutuhkan dan atau menginginkan produk tersebut. Kelompok pelanggan tersebut dikenal sebagai target pasar. Biasanya, positioning merujuk pada tempat produk dalam peta perseptual, dengan melihat kedudukan tersebut bisa dipilah apakah pelanggan menilai produk tersebut sebagai produk berkualitas tinggi, atau yang paling dapat diandalkan ataukah hanya mencari versi murahnya saja. (Kotler dan Amstrong, 2004).

Analisis STP Kantin Pak Din

Kantin Pak Din adalah sebuah usaha rumah makan yang didirikan sekitar dua tahun lalu di sebelah Kampus Universitas Sumatera Utara, Jln. Pembangunan, Padang Bulan Selayang I, Kec. Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara. Dalam aktivitasnya, Kantin Pak Din menjual makanan dan minuman yang biasa disantap untuk makan siang seperti nasi goreng, mie aceh, ayam penyet, dll. Usaha ini memiliki tagline yang berbunyi “Sahabat Kampus” karena harga yang ditawarkan untuk setiap produknya bisa dibilang murah dengan porsinya juga lumayan banyak jika dibandingkan dengan rumah makan lainnya. Untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam identifikasi strategi STP pada Kantin Pak Din, kami melakukan wawancara dengan anak dari pendiri warung tersebut yang bernama Bang Mulyadi. Hasil wawancara dan pembahasan sebagai berikut:

1. Segmenting Kantin Pak Din

a. Segmentasi Geografis

Pada segmentasi geografis, warung Pak Din ditujukan kepada semua konsumen daerah kota medan maupun daerah setempat sekitar lokasi warung Pak Din termasuk area sekitar Universitas Sumatera Utara.

b. Segmentasi Demografis

Secara demografis, warung ini menargetkan orang-orang di semua kalangan khususnya mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sumatera Utara (USU) yang pada umumnya memiliki umur berkisar 18-25 tahun. Namun,warung ini tidak memiliki batasan konsumen, warung ini dapat dinikmati oleh semua tipe konsumen.

c. Segmentasi Psikografi

Meskipun tidak ada batasan tipe konsumen, namun secara psikografis warung ini ditujukan untuk kelas menengah ke bawah dikarenakan harga pada menu yang dimiliki warung ini tergolong murah dan terjangkau dengan harga mulai Rp5.000-, s/d Rp20.000-,

d. Segmentasi Perilaku

Segmentasi jenis ini berfokus kepada kebiasaan serta karakter yang dimiliki konsumen. Warung Pak Din ini menargetkan para konsumen khususnya konsumen yang berdomisili di area setempat dekat dengan lokasi Warung Pak Din yang mempunyai kebiasaan praktis serta cepat karena Warung Pak Din ini dikenal dengan ketepatan waktu dalam penghidangan masakan baik itu makan di tempat (dine in) ataupun bawa pulang (take away).

2. Targeting Kantin Pak Din

a. Produk yang dijual. Warung Pak Din menawarkan produk-produk makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang ditawarkan pun beragam mulai dari makanan berupa nasi, mie, dan juga beberapa makanan ringan. Dan untuk minuman yang ditawarkan juga beragam mulai dari minuman botol dan juga berbagai macam jus buah.

b. Target Lokasi. Warung Pak Din menargetkan lokasi di sekitaran daerah kampus USU. Jadi dapat dikatakan juga target konsumen mereka adalah para mahasiswa dan mahasiswi yang tinggal berkuliah disekitaran USU tersebut. Tapi terkadang karena lokasinya yang dekat dengan USU ada beberapa yang bukan mahasiswa ataupun mahasiswi USU yang menjadi konsumen mereka.

c. Target Demografi (Usia/jenis kelamin). Kantin Pak Din menargetkan usia 16 tahun s/d 40 tahunan, namun karena letak lokasi kantin tersebut berada di kalangan kampus, maka yang menjadi target utama mereka adalah umur 18 s/d 25 tahun, jikalau melihat pertimbangan dari jenis kelamin. Kantin Pak Din ini menargetkan semua jenis kelamin baik pria maupun wanita, karena Kantin Pak Din ini seperti tempat tongkrongan pada umumnya. Sehabis pulang dari kampus bisa duduk santai menikmati makanan dan minuman disini sekalian mengerjakan tugas tugas kuliah dan skala individu atau pun kelompok.

d. Karakter Psikogis. Karakter psikologis merupakan pemilihan melalui sikap dan kesukaan orang orang, dari yang kami dapat tentang pemahaman selama berkunjung kesana, sepertinya kantin melihat banyak nya mahasiswa/i yang sibuk dengan pekerjaan tugas mereka, dan dari produk-produk yang dibuat oleh kantin ini dapat menangkap sikap-sikap mereka yang sibuk dengan mengerjakan tugas mereka, namanya kalangan kampus sudah pasti ada yang memiliki sikap nongkrong sekalian mengerjakan tugas.

3. Positioning Kantin Pak Din

a. Brand Positioning. Warung Pak Din bersahabat dengan kampus (motto), mulai dari harga yang terjangkau contohnya ketika membeli makanan maka akan di berikan gratis es kosong.

b. Market Positioning. Warung Pak Din menyatakan bahwa harga yang di tawarkan sangat bersahabat dengan mahasiswa, selain itu untuk kalangan anak kost dan mahasiswa, warung makan Pak Din menyediakan tempat yang terbuka maupun tertutup, yang mana mahasiswa bisa merasakan langsung pilihan yang di tawarkan dari Warung Pak Din ini, bukan hanya itu penyajian yang ramah serta cepat tanggap dalam melayani pelayan juga merupakan keunggulan yang warung Pak Din ini sediakan.

c. Product Positioning. Pak Din memproduksi banyak ragam makanan seperti ayam yang mana berbagai jenis makanan tersebut adalah ayam rica-rica, ayam kecap, ayam penyet, dan ayam asam manis. Selain itu untuk makanan lain seperti nasi goreng ayam, nasi goring kampong, nasi goring seafood, dan nasi goring jumbo tersedia pada warung Pak Din ini. Bukan hanya itu berbagai minuman seperti badak, teh manis dingin/hangat, susu dan bermacam dari minuman lainnya juga memiliki harga yang terjangkau di warung pak din ini.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Marketing Management dengan Dosen Pengampu: Onan Marakali Siregar, S.Sos, M.Si dan Ummi Salamah Sitorus, S.AB, MM

Redaktur: Tamara Ceria Sairo


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Objek Wisata Istana Maimun: Pasar atau Istana?

redaksi

UMKM Kripik Lokal Laris Keras dengan Saluran Distribusi Seperti Apa?

redaksi

UMKM Kripik Lokal Laris Keras dengan Saluran Distribusi Seperti Apa?

redaksi