Reporter: Dea Asrianti Claudia Jawak
Suara USU, Medan. Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Untuk Sumut yang Maju & Berkembang, Idealnya Apa Peran & Kontribusi Generasi Muda Cerdas?” di Ruang Rapat Pimpinan FISIP USU, Kamis (09/04/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini merupakan hasil kolaborasi antara FISIP USU, Humas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), dan Radio Kardopa 99,4 FM guna membekali mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2024 mengenai kontribusi strategis pemuda dalam pembangunan daerah.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan dari Dekan FISIP USU, Dr. Hatta Ridho, S.Sos., M.S.P. Dalam arahannya, Hatta menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi generasi muda untuk memanfaatkan ruang publik dalam membangun Sumatera Utara ke arah yang lebih baik. Hal tersebut juga selaras dengan visi dan misi provinsi dalam membentuk pembangunan yang unggul dan berkualitas.
Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Wakil Ketua DPRD Sumut sekaligus Dosen Universitas Dharma Agung Medan, Dr. Sutarto, M.Si., serta akademisi FISIP USU, Warjio, M.A., Ph.D. Jalannya diskusi dipandu oleh Dosen FISIP USU, Ira Rizka Aisyah Lubis, S.Sos., M.Si., sebagai moderator, serta dihadiri oleh jajaran dosen dan tim dari Radio Kardopa.
Dalam pemaparannya, Dr. Sutarto menekankan potensi besar populasi Sumatera Utara yang mencapai 14 juta jiwa, di mana Generasi Z (Gen Z) mendominasi sebesar 54,1 persen. Menurutnya, potensi ini harus menjadi kekuatan utama dalam mendorong angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada pada posisi 79,50. Ia mencatat adanya tren positif pada indikator kesehatan, pendidikan, dan kemajuan pembangunan yang meningkat sebesar 0,88 persen dari periode 2024/2025 sebagai modal dasar bagi kemajuan daerah.
Lebih lanjut, Sutarto menjabarkan tiga peran utama yang harus dijalankan mahasiswa sebagai agen perubahan. Pertama, mahasiswa harus bertindak sebagai katalisator dalam menyerap serta menyuarakan aspirasi rakyat. Kedua, menjalankan kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah. Ketiga, menjadi seorang inovator. Ia menekankan bahwa posisi mahasiswa sangat krusial dalam menjaga keseimbangan kebijakan melalui mekanisme check and balances. “Peran negara tidak kecil, negara tergantung pada posisi kritis mahasiswa. Bagaimana kita dapat memperkuat Sumatera Utara dengan posisi yang strategis,” ujar Sutarto.
Sementara itu, Warjio selaku pemateri kedua menjelaskan klasifikasi peran generasi muda ke dalam beberapa tingkatan. Level pertama adalah sebagai pengikut (follower), level kedua sebagai pendukung (supporter), dan pada level ketiga, generasi muda diharapkan mampu menjadi penghubung (connector). Sebagai connector, mahasiswa dituntut memiliki wawasan luas sehingga mampu membangun jejaring, berdiskusi, dan merumuskan program nyata.
Warjio juga menekankan pentingnya peran sebagai inovator yang menghasilkan temuan baru serta kreator yang kreatif. Ia menggarisbawahi bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menciptakan dampak yang luas. “Kerja sama tim merupakan posisi yang sangat penting untuk menghasilkan kebijakan publik yang efektif,” ungkapnya.
Sesi ini juga mendapat respons positif dari peserta. Salah satu mahasiswa Ilmu Politik, Alifah Audrey, mengungkapkan bahwa kuliah umum ini berhasil memotivasi dirinya untuk berkontribusi nyata sebagai bagian dari Gen Z. Setelah mwngikuti kegiatan ini, ia menyadari pentingnya menanamkan optimisme di tengah masyarakat dan memikul tanggung jawab untuk meyakinkan publik bahwa setiap upaya perbaikan akan membuahkan hasil yang selaras dengan perkembangan politik daerah.
Kegiatan ini menjadi komitmen nyata FISIP USU bersama DPRD Sumut untuk memperkuat kapasitas intelektual mahasiswa agar menjadi pemain kunci di era transformasi digital. Warjio berpesan agar para peserta tidak pernah berhenti berjuang. “Harapannya para mahasiswa tetap mengobarkan semangat, niatkan dengan tulus, kerjakan dengan sungguh-sungguh, dan jangan lupa untuk selalu mengiringi setiap langkah dengan doa,” tutupnya.
Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.
Leave a comment