Home Tulisan Inovasi Tim PKM USU, Limbah Udang dan Sekam Padi Jadi Scaffold
Tulisan

Inovasi Tim PKM USU, Limbah Udang dan Sekam Padi Jadi Scaffold

Share

Oleh: Marcellio Virgo Pratama Gultom, Frans Christian Halomoan Samosir, Ester Pertiwi BR Siregar, Febi beru Surbakti, Abtrinisa Br Ketaren

Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) mengembangkan inovasi di bidang kedokteran gigi dengan memanfaatkan limbah cangkang udang vaname dan sekam padi sebagai bahan pembuatan scaffold untuk perawatan cacat tulang. Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Skema Riset Eksakta (PKM-RE).

Scaffold merupakan media yang digunakan dalam rekayasa jaringan untuk mendukung pertumbuhan tulang baru pada kasus cacat tulang. Kondisi tersebut dapat terjadi pada tulang alveolar akibat peradangan kronis pada jaringan pendukung gigi atau periodontitis.

Penggunaan scaffold dalam perawatan ditujukan untuk merangsang dan mengarahkan pertumbuhan sel tulang baru sehingga proses regenerasi jaringan dapat berlangsung secara optimal. Oleh karena itu, material penyusun scaffold perlu memiliki karakteristik yang mendukung pertumbuhan tulang dan tidak mengganggu lingkungan jaringan.

Tim memanfaatkan cangkang udang vaname yang mengandung hidroksiapatit dan kitosan sebagai salah satu bahan penyusun scaffold. Kedua kandungan tersebut memiliki sifat biokompatibel dan antibakteri. Sementara itu, sekam padi yang mengandung carbon dots berpotensi dimanfaatkan sebagai agen antioksidan untuk membantu menjaga kestabilan lingkungan jaringan.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Marcellio Virgo Pratama Gultom, Frans Christian Halomoan Samosir, Ester Pertiwi Br Siregar dari Fakultas Kedokteran Gigi, Febi Beru Surbakti dari Fakultas Farmasi, serta Abtrinisa Br Ketaren dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Dalam pengembangannya, tim melakukan serangkaian proses untuk memperoleh formulasi scaffold yang optimal. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kekuatan tekan mekanis, karakteristik porositas, tingkat toksisitas, efisiensi antioksidan, serta efektivitas antibakteri terhadap Porphyromonas gingivalis.

Marcellio Virgo Pratama Gultom menyampaikan bahwa penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan.

“Diharapkan penelitian ini bisa berdampak luas. Di sektor kesehatan, dapat menjadi alternatif bahan yang ekonomis dan efektif dalam terapi regeneratif pada cacat tulang akibat periodontitis. Untuk masyarakat dan lingkungan, bisa menjadi solusi penanggulangan pencemaran dengan pemberdayaan limbah yang berlimpah sehingga lebih ramah lingkungan,” jelas Marcellio.

Dosen pembimbing, drg. Kholidina Imanda Harahap, M.DSc., mengatakan bahwa penelitian tersebut masih memiliki peluang untuk dikembangkan hingga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dalam terapi kesehatan.

“Semoga riset ini bisa terus dikembangkan hingga menjadi produk yang dapat digunakan dalam terapi kesehatan. Juga bisa membuka pintu ide inovasi baru yang ekonomis dan ramah lingkungan di bidang kesehatan dan kedokteran gigi,” kata Kholidina.

Tim menargetkan pengembangan scaffold berbahan cangkang udang vaname dan sekam padi dapat terus dilanjutkan hingga memenuhi standar untuk digunakan dalam perawatan medis. Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan potensi pemanfaatan limbah menjadi material bernilai guna di bidang kesehatan.

Redaktur: Emia Timentha Tarigan

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.