Home Tulisan Inovasi UMKM: Tauco-qu Menghadapi Paradigma Baru Bisnis Seiring Berkembangnya Teknologi Informasi
Tulisan

Inovasi UMKM: Tauco-qu Menghadapi Paradigma Baru Bisnis Seiring Berkembangnya Teknologi Informasi

Share

Oleh: Arif Mulki Alfiza HTS / Mas Agung Permana / Rafiqah Aisyah / Avrilliant Salsabila / Carissa Ardine / Diadira Sari Kerenhapukh

Suara USU, Medan. Ditengah dominasi brand nasional dan internasional, merek-merek makanan cepat saji lokal memberikan perlawanan dalam konteks bisnis F&B di Indonesia. Dalam pertumbuhannya beberapa UMKM menawarkan harga yang lebih terjangkau dan cita rasa berbeda khas olahan sendiri. Meski begitu, pasar cepat saji Indonesia tetap menawarkan peluang besar untuk ekspansi yang diikuti oleh pertumbuhan teknologi dan sistem informasi tersebut. Nirmadarningsih Hiya, owner Tauco-qu (Udang Pukul Khas Medan) cukup agresif menawarkan persaingan industri waralaba (franchise) khususnya makanan cepat saji yaitu Tauco-qu yang terbuat 100% dari kacang kedelai kuning pilihan tanpa tepung, dan difermentasi secara alami (bioteknologi konvensional). Ia merilis bisnis nya sejak 2019 dengan memanfaatkan potensi teknologi informasi.

Tauco-qu menerapkan sistem informasi manajemen sejak awal usahanya berdiri dengan memanfaatkan e-commerce yang memberikan keuntungan penting bagi tingkat penjualannya dikarenakan memudahkan calon pembeli untuk dapat mengetahui kelebihan produk, sekaligus mendapatkan informasi produk hingga kualitas pelayanan.

Evi Wilda Sari Harahap, selaku marketing Tauco-qu mengklaim bahwa seluruh aktivitas penjualan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan penerapan sistem informasi manajemen. “Sejak menerapkan teknologi, usaha kami jadi semakin meningkat terutama dalam manajemen pelayanan, produk kami jadi lebih mudah dijangkau dan dikenal oleh masyarakat dalam maupun luar kota dan memudahkan dalam memperomosikan produk, tidak hanya itu komponen manajemen dan administrasi lainnya juga semakin dimudahkan dengan adanya teknologi digital. dari waktu ke waktu. terbilang selama 5 tahun terakhir memulai usaha Tauco-qu produk olahan kami telah mencakup skala nasional melalui platform digital ke berbagai daerah.”

Namun, dalam penerapan teknologi tersebut Tauco-qu memiliki keterbatasan dalam mengakses teknologi dan inovasi terkini, termasuk teknologi bioteknologi. Hal ini menghambat untuk bersaing dengan produk sejenis di pasar. Untuk mengatasi hal ini, Tauco-qu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti Berastagi Supermarket dan toko lainnya. Selain itu untuk memperoleh akses ke teknologi terbaru mereka mengikuti pelatihan yang diberikan beberapa lembaga sebagai solusi meningkatkan skill teknologi digital dan meningkatkan brand awareness sehingga mampu bersaing lebih baik di pasar.

“Kami berharap pemerintah dapat meningkatkan dukungan terhadap UMKM dengan memperluas akses terhadap teknologi dan pelatihan, agar pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar global. Selain itu, kami juga berharap adanya program dukungan dalam mengimplementasikan sistem informasi manajemen dalam segi biaya layanan agar lebih mudah diakses sehingga membantu UMKM mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan.” tutur Evi.

Berdasarkan hasil analisis pada aktivitas Tauco-qu yang menerapkan teknologi digital, produk mereka kini menjadi dapat menjangkau pasar nasional dan dapat bersaing dengan produk lainnya di pasar.

Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen dengan Dosen Pengampu Hafiza Adlina, S.AB., M.AB.

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.